Di suatu sore yang cerah dengan angin semilir menerpa dedaunan,di sebuah masjid terdengar riuh suara anak-anak yang sedang mengaji.mereka selalu bersemangat belajar mengaji setiap hari karena metode yang sangat menyenangkan yang di terapkan,hingga belajar mengaji terasa sangat asyik.Di sinilah setiap sore hingga menjelang Maghrib tiara menghabiskan waktunya.menjadi salah satu ustadzah yang di percaya karena Ia telah mengabdi sejak di bangku SMA sampai kini telah lulus kuliah.selain itu, Tiara menjadi ustadzah favorit karena selain piawai mengajar,juga karena parasnya yang cantik dan lembut kepada anak².
"Tiara, ustadz Zaki bilang hari ini akan ada ustadz baru... katanya sih baru pindahan.rumahnya di sekitar rumah kamu katanya, kamu udah kenal."Alya tiba² memberondong Tiara dengan pertanyaan.
"Ustadz baru, tetanggaku...siapa Al aku kok belum tahu? Ustadz Zaki ngga bilang juga..."Tiara menjawab apa adanya,dan tiba ² mereka di kejutkan suara salam dari luar.Dan Tiara lebih terkejut lagi dengan sosok didepannya yang sedang tersenyum manis padanya.
Deg!!!
"Eh, apa ini mimpi..kok bisa,ngga mungkin kan!!Masa iya karena akhir ² ini sering ingat dia,trus sekarang bisa muncul seperti nyata...yang benar saja!!"Tiara bermonolog dalam hati dan tersadar ketika sebuah suara menyapanya..."Tiara apa kabar?kaget banget lihat aku disini".suara itu adalah milik kakak kelasnya, idolanya selama ini dan sekarang ada di depan Tiara..."seperti mimpi". pekik Tiara dalam hati,dan Ia pun segera tersadar..
"Kak Alvin,kakak kok bisa di sini."Tiara berbasa basi meski sedikit grogi.
"Iya Tiara,kakak baru pindah tiga hari lalu...dan kebetulan bertemu Ustadz Zaki yang cerita lagi membutuhkan pengajar di sini,jadi aku dengan senang hati bersedia.ternyata ketemu kamu di sini..eh,dah berapa lama yaa kita ngga ketemu?". mereka berdua ngobrol hingga hampir lupa dengan keberadaan yang lain.
"Ehm!!Tiara kenal sama mas Alvin?". Ustadz Zaki menyela obrolan mereka.
"Iya Ustadz, kebetulan sekali Tiara adalah adik kelas saya waktu SMA di Bandung."Alvin menjelaskan dengan senyumnya.Dan Tiara mengangguk mengiyakan.Setelah itu mereka membahas semua tentang kegiatan mengaji anak², dilanjutkan perkenalan ustadz baru pada anak² yang di sambut dengan sangat antusias.Karena ternyata Alvin sangat menguasai metode pengajaran anak dengan asyik dan menyenangkan.
Awal kisah,Alvin dan Tiara bertemu di bangku SMA, ketika itu Alvin kelas 12 sedangkan Tiara siswa baru di kelas 9.Awal pertemuan yang sulit di lupakan mereka berdua, karena sangat berkesan.Alvin menjabat sebagai ketua OSIS, sedangkan Tiara adalah salah satu peserta MOS.Penampilan Tiara yang berhijab termasuk langka di SMA itu, sehingga mudah menarik perhatian.Di tambah tubuhnya yang mungil dan wajah putih bersih,imut sangat mencolok di mata Alvin.padahal selama ini dia termasuk cowok cool yang ngga mudah tergoda dengan yang namanya"cewek".namun entah mengapa pertama kali melihat Tiara ada perasaan lain di hatinya.apalagi berbagai prestasi dan bakat Tiara selama MOS menambah nilai plus di hati Alvin.sampai akhirnya Tiara terpilih menjadi anggota OSIS baru,dari situlah mereka sering bertemu dan berinteraksi meski sebatas menjalankan tugas.
Alvin sudah menandai Tiara dalam hatinya, namun hanya di hati saja. karena Alvin ingin mewujudkan impian dan cita-cita nya baru memikirkan tentang cinta.Dan Ia berjanji dalam hati, suatu saat akan memperjuangkan Tiara untuk masa depan nya.Selama berinteraksi dengan Tiara,Alvin semakin yakin bahwa dia adalah wanita impian masa depan untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.
Tiara adalah pribadi yang ceria,mudah bergaul dan ramah, namun sangat bisa menjaga dan menempatkan diri,itulah didikan dari orang tua nya.Selalu menjadi siswi berprestasi semenjak SD hingga masuk ke sekolah menengah atas, prestasi non akademik nya juga cemerlang tak menjadikannya tinggi hati,Ia selalu dengan tangan terbuka belajar dengan siapa saja.Namun sekalipun,belum pernah Ia terfikir tentang lawan jenis.Semua itu seperti berubah ketika Tiara melihat sosok Mohammad Alvin Ardiansyah, seorang ketua OSIS,wajah tampan, prestasi gemilang meski terkesan kurang ramah dan terkesan tegas,tapi tidak mengurangi kekaguman Tiara pada sosoknya dan itu hanya terpatri di dalam hati menandai Alvin adalah cowok idaman untuk masa depannya.Dan dari situlah mereka saling mematri nama masing-masing di dalam hati dan menguncinya.
Waktu berlalu cepat,Alvin lulus dan masuk universitas ternama di Jakarta sedangkan Tiara melanjutkan harinya dengan semua prestasinya yang selalu cemerlang dan lulus dengan nilai terbaik kemudian melanjutkan kuliah di kampus ternama di Bandung.waktu dan jarak membentang di antara Alvin dan Tiara,namun sesungguhnya mereka sama-sama mengharapkan suatu pertemuan entah kapan atau bagaimana.mereka sama² percaya bahwa kalau memang berjodoh pasti di pertemukan.
Di saat Alvin merasa cukup siap,Ia pun ingin segera mendekat pada tambatan hati yang sudah mengikat hatinya sejak lama.Semenjak lulus SMA dan kuliah di Jakarta sesungguhnya Alvin tidak benar ² melepas Tiara, karena Ia selalu mencari tahu apapun tentang Tiara dan mengawasi dari jauh.Itu semua menambah semangat nya untuk menjadi sukses dan mewujudkan impian nya dan segera meminang Tiara.
Dan setelah perjuangan panjangnya,di sinilah Alvin sekarang,menetap di sebuah rumah kontrakan dekat dengan rumah Tiara agar bisa memulai ta'aruf nya.Dan juga bersedia menjadi ustadz di Masjid di mana Tiara mengajar di sana.Alvin ingin mengenal Tiara , keluarga dan lingkungannya sebelum mendeklarasikan hatinya.ingin semua berproses alami dan di terima semua pihak dengan baik.
Pertemuan pertama setelah sekian tahun tentulah sangat mengejutkan untuk Tiara.Ia benar ² tidak menyangka bahwa cowok idaman, pangeran idolanya ternyata kini telah menjadi tetangganya dekat sekali dengannya bahkan mengajar di tempat yang sama.bukankah itu berarti mereka akan sering bertemu dan berinteraksi lagi seperti dulu.Semua kenangan yang tetap indah tersimpan dalam di hati Tiara kini seperti terputar kembali, kenangan manis.Ia hanya terus berdo'a semoga pertemuan ini akan membawa kebaikan.
Hari-hari berlalu, semua berjalan atas izin dari Sang Kuasa.Alvin pun mulai mengenal dan dekat dengan keluarga Tiara.Ayah Tiara adalah seorang kepala sekolah Madrasah Aliyah sekaligus Ustadz yang di segani di lingkungannya.sedangkan dua kakak laki-laki Tiara sudah berumah tangga dan tinggal di kota yang berbeda.Dan Alvin sebagai warga dan ustadz baru di masjid sering menghabiskan waktu berdiskusi tentang kegiatan keagamaan dan sosial dengan ayah Tiara yang merupakan ketua Dewan Masjid di sana sehingga hubungan keduanya akrab.Di mata ayah Tiara Alvin adalah calon menantu idaman, seorang arsitek muda di salah satu perusahaan ternama di Bandung yang masih mau peduli dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan di lingkungannya.Di tambah lagi ternyata Ia adalah kakak kelas putrinya,dan Tiara banyak bercerita tentang prestasinya semasa sekolah sehingga merasa salut dengan sosok Alvin.sebagai seorang ayah beliau pun merasakan sinyal kagum di hati putrinya ketika berkisah tentang Alvin, karena Tiara bukan orang yang mudah mengagumi lawan jenis menurutnya.Namun beliau meyakini jodoh di tangan Alloh, dan selalu berdo'a semoga di kirimkan jodoh yang terbaik untuk putri semata wayangnya.
Malam itu selesai jamaah Sholat isya di masjid,Alvin tengah berbincang hangat bersama ayah Tiara dan mengutarakan niat baiknya untuk melamar Tiara.bahkan Alvin menceritakan semua yang selama ini menjadi rahasia hatinya pada sang calon ayah mertua.Ayah Tiara terharu karena di jaman sekarang masih ada pemuda yang bisa menyimpan cinta dalam hati selama bertahun-tahun dan berjuang untuk menghalalkan.
Setelah puas berbagi kisah,esoknya ayah Tiara menyampaikan lamaran Alvin untuknya.Sungguh seperti mimpi yang menjadi nyata,apa yang menjadi do'a nya setelah pertemuan kembali dengan sang idola bahwa "jika Ia memang jodohku maka dekatkanlah"benar di ijabah oleh Yang Maha Mendengar.Alhamdulillah,Tiara menerima lamaran itu dengan perasaan terharu.
Selama hampir satu bulan menjadi tetangga,teman mengajar di masjid Alvin tetaplah sangat menjaga Tiara.Ia ingin mendekat dengan cara yang di ridloi Alloh dan kedua orang tua Tiara.Alvin tidak pernah menampakkan perasaannya di depan umum,namun entah bagaimana Tiara tetap bisa merasakan sinyal dari hati ke hati . Mungkin itu yang di namakan ikatan batin"jodoh".kini Tiara benar² merasa di istimewa kan setelah Alvin melamar langsung pada ayahnya.
Hari berikutnya Alvin membawa keluarga besarnya untuk melamar Tiara dan satu bulan mendatang akan di langsungkan akad pernikahan.Berita lamaran Alvin dan Tiara segera menjadi berita bahagia bagi para rekan ustadz pengajar dan mendatangkan banyak do'a terutama dari anak didik mereka yang antusias karena merasa ustadzah favorit mereka bersanding dengan ustadz tampan yang menjadi idola mereka.sungguh ikut bahagia.
Tiara sungguh terkejut ketika sang ayah bercerita tentang Alvin yang sesungguhnya telah menyimpan namanya semenjak masa SMA,bahkan Alvin berjuang mendekat padanya dan keluarganya dengan menjadi tetangga barunya.sungguh cerita yang membuat Tiara tersenyum dan berkata,"ternyata Alloh telah menautkan hati kami sejak lama,dan menjaga kami untuk mempersatukannya dengan jalan yang di ridloi Nya.Dulu Kakak kelasku idolaku, sekarang tetanggaku calon imanku."
Hari bahagia yang di nanti Alvin dan Tiara pun tiba.Hari di mana dengan izin Alloh menjadi hari bersatunya ikatan hati dua insan menjadi ikatan suci dan kuat di sisiNya dengan sebuah akad pernikahan.Begitu banyak Do'a mengalir dari keluarga, sahabat dan orang-orang di sekitar yang mengenal dan mendengar kisah tentang perjuangan cinta mereka dan ikut merasakan kebahagiaan itu.
Begitulah Cinta, Berlabuh di hati yang di cintai tanpa di sadari..... karena urusan hati sungguh rahasia Ilahi.Maka selama kita menjaga hati yang teguh pada Ilahi,maka akan bertemu dengan cinta sejati.
KETIKA CINTAKU BERLABUH TERNYATA IA ADALAH IDOLAKU,DAN IDOLAKU ADALAH TETANGGAKU.❤️❤️❤️