"Apa maksud lo hah? "Tanya kesal Azkar, tak terima dengan tuduhan Kiara kalau kelakuannya itu bejat.
***
" Udah deh jangan sok bego Azkar, masih untung gue mau nikah sama kriminal kayak lo. " Ujar Kiara sambil menunjuk-nunjuk pada Azkar.
" Maksud lo apa sih Kia? Kelakuan gue yang mana, yang kriminal hah? Walaupun gue emang brandal tapi gue gak sebejat apa yang lo pikir dan lo pikir gue dengan suka rela apa nikah sama lo, kalau gak di jodohin gue juga ogah kali. " Amarah Azkar meluap, bahkan Azkar sampai menggenggam erat tangan Kiara sampai-sampai Kiara kesakitan.
" Lepas Azkar, sakit. Lepas!" Rintih Kiara sambil meronta-ronta dan memukul dada bidang Azkar dengan tangan yang satunya lagi.
" Gak, gue gak akan lepasin tangan lo. " Kukuh Azkar.
" Lo bilang gue bejat kan, kalo gitu gue lakuin deh tuduhan lo itu, biar puas lo. " Seringai Azkar, sambil melirik tubuh Kiara dengan tatapan kayak buaya liat santapan.
" Jangan macem-macem lo! " Kiara mulai gemetar dan ketakutan. Meskipun dia dan Azkar sudah menikah, tapi Kiara sungguh belum siap jika kehilangan kesuciannya apalagi yang merenggutnya laki-laki brandal yang sudah melakukan hal bejat didepan mata kepalanya sendiri dua minggu yang lalu.
" Siapa suruh lo udah bikin marah buaya selokan pake nuduh-nuduh kriminal lah, bejat lah, dan lo ngapain pake baju tidur kurang bahan kek gitu hah? Sengaja lo? " Pekik Azkar.
" Gue gak nuduh ya, emang kek gitu kenyataanya. Lo gak inget apa dua minggu yang lalu lo udah ngelakuin hal apa hah?" Ujar Kiara menatap tajam Azkar.
" Ngelakuin hal apa sih Kia? Perasaan gue gak macem-macem, jangan ngada-ngada lu. " Jawab Azkar. Dia merasa tidak melakukan hal yang bisa disebut bejat dua minggu yang lalu.
" Perlu banget gue omongin semua kelakuan lo itu hah? " Tanya Kiara.
" Iya! " Bentak Azkar sampai-sampai Kiara menunduk ketakutan. " Oke fine, gue ceritain semuanya biar lo sadar. " Ucap Kiara setelah memberanikan diri mengangkat kepalanya, dia menatap sendu wajah Azkar yang sudah tersulut amarah.
" Dua minggu yang lalu gue liat lo..
*Flashback On...
Setelah acara pertemuan dua keluarga antara keluarga Kiara dan Azkar yang mana membahas perjodohan karena wasiat dari kakek Kiara dan Azkar, Kiara langsung pergi ke sebuah klub malam untuk minum beberapa teguk wine dengan harapan bisa menenangkan pikirannya dan melupakan tentang perjodohan.
Saat di dalam klub, Kiara juga melihat Azkar sedang menikmati wine dengan beberapa wanita yang duduk di sampingnya. Penampilan wanita-wanita itu sudah pasti memakai baju kurang bahan yang mana artinya semua wanita itu adalah lonte. " Cih.. Jijik gue liatnya. Kakek kenapa sih buat surat wasiat malah surat perjodohan. Mana jodohnya cowok brandal kek dia lagi. " Belum juga Kiara meminum wine yang ada ditangannya, Kiara langsung pergi dari klub itu karena keburu badmood.
Setelah keluar dari klub, Kiara mampir ke sebuah tempat makan guna mengisi perutnya yang keroncongan. Selesai makan Kiara cek-in kamar hotel terdekat karena males pulang ke rumah.
" Mah, Kia nginep di hotel aja yah udah keburu malem soalnya. " Ujar Kiara pada mamanya lewat telepon.
"Minta nak Azkar anterin dong sayang pulangnya, bukannya tadi barengan keluar dari rumah nak Azkar? Mama pikir kalian pergi berdua. " Ujar mama Ani, mamanya Kiara.
" Nggak kok mah, tadi Kia sama Azkar gak pergi berdua. Kia tadi cuma pergi ke restoran aja mampir makan. Boleh ya mah Kia nginep di hotel. " Rengek Kiara.
" Ya udah deh boleh, tapi inget jaga diri baik-baik. "
" Iya maah, tenang aja Kia pasti jaga diri kok, bye bye mamah. "
" Bye sayang."
....
" Untung aja mamah bolehin. " Gumam Kiara sambil berjalan menuju kamarnya.
Saat membuka pintu Kiara heran karena pintunya tidak di kunci dan saat sampai di dalam kamar dia terkejut karena melihat Azkar sedang ber****a dengan banyak wanita, dan para wanita itu seperti dipaksa oleh Azkar.
Kiara menundukkan kepalanya dan melihat kartu kamar hotelnya, ternyata dia salah masuk kamar. Dia melihat ke arah Azkar dengan tatapan jijik untuk yang terakhir kalinya dan dia dapat melihat ada tato ular kecil di bagian dadanya Azkar.
Karena Azkar tak menyadari Kiara masuk, dengan pelan-pelan Kiara membuka pintu dengan hati-hati karena takut ketahuan oleh Azkar.
Sampai di kamarnya, Kiara langsung menangis tersedu-sedu. Dia tak menyangka Azkar mampu melakukan hal bejat seperti itu, dia pikir Azkar hanya brandal sekolah saja. Tapi siapa yang menyangka Azkar merupakan kriminal bejat.
" Masa gue nikah sama orang kek gitu sihh. Gue gak mauu, hiks.. hiks.. " Ujar Kiara sambil menangis.
Sebelum Kiara menikah, Kiara pernah meminta pada orang tuanya kalau dia tidak mau dijodohkan dengan Azkar. Tapi mereka menolak permintaan Kiara.
Dengan berat hati, Kiara menerima dijodohkan dengan Azkar dan dia berniat akan melawan Azkar dengan sekuat tenaga apabila hal yang dilihatnya barusan terjadi padanya.
*Flashback Off..
" Udah sadar lo? Dan lo jangan pernah berpikir kalo gue lemah kayak wanita-wanita yang lo tidurin dua minggu yang lalu. " Ujar Kiara sambil menangis sesegukan.
" Ki.. Ta- tapi gue gak ngelaku-" Belum juga Azkar selesai Kiara sudah memotong omongannya.
" Lo jangan pura-pura Azkar, gue liat dengan mata kepala gue sendiri, masih aja lo ngeles. " Bentak Kiara.
" Tapi gue beneran gak ngelakuin itu semua Kia. Kalau di klub gue ngaku, gue emang minum-minum saat itu. Tapi kalau yang lo liat di hotel, gue sumpah demi apapun gue gak ngelakuin itu. " Jujur Azkar.
" Kalo lo gak ngelakuin itu semua mana buktinya hah? Buktiin ke gue kalo gue yang salah dan lo yang bener. Hiks.. Hiks.. " Ucap Kiara pelan. Sebenarnya Kiara juga tidak mau percaya dengan semua yang dilihatnya itu. Karena tidak bisa dipungkiri Kiara memang memiliki perasaan pada Azkar.
" Ki.. " Ucap Azkar sambil memegang pundak Kiara.
" Jangan sentuh gue! " Bentak Kiara.
" Lo bilang lo liat tato ular kecil kan di dada pria itu? Lo bisa liat sendiri kalo gue gak punya tato kek gitu! " Ujar Azkar.
Karena Kiara hanya diam saja, Azkar berinisiatif membuka baju tidurnya sendiri. Dan hal itu tentu saja membuat Kiara ketakutan kalau itu hanya akal-akalan Azkar saja. Kiara takut hal yang dilihatnya terjadi padanya.
Menyadari kalau Kiara sedang ketakutan Azkar berkata " Kia..Lo tenang aja gue gak akan macem-macem kok sama lo. " Azkar berkata dengan begitu lembut.
Bersambung...
Siapa tuhh laki-laki yang di liat Kiara?
Apa bener itu bukan Azkar?
*Ditunggu Part 3 nya yah.. 😆😂
Bay.. Bay...