I am the King of games!
.
.
.
Mobius baru saja menyelesaikan kuliahnya, saat ini dia sedang melamar pekerjaan dari suatu perusahaan ke perusahaan lain. Nilainya yang pas-pasan dan kemampuannya yang terbilang biasa saja membuatnya kalah bersaing.
"Habis sudah uang tabunganku untuk ongkos, makan dan ngeprint berkas-berkas lamaran. Argggh!" ucapnya seraya mengacak-acak rambutnya yang berantakan.
Langit senja mulai menghitam, Mobius yang sedang duduk di bangku trotoar kemudian menatap ke sebuah lorong kecil dan bercahaya. Dia pun penasaran dan mendekati lorong itu.
Sesampainya disana ada sebuah pintu dengan lampu warna-warni dan di depan pintu itu bertuliskan.
'King Of The Game'
"Ini tempat permainan, sepertinya menarik,"
Tanpa berpikir panjang, Mobius lalu melangkah masuk kedalam, namun yang terjadi dirinya tersedot sesuatu. Mobius merasakan guncangan yang amat dahsyat tapi dia tidak dapat kabur. Semua telah terjadi.
WHUUUS
Mobius melihat semua orang berperang, saling bunuh dan memakai baju ksatria. Beberapa dari mereka menunggangi sebuah hewan yang dapat terbang. Mobius sendiri tidak tahu hewan apa itu, seperti harimau tetapi dapat terbang.
"Aku dimana?" Tanya Mobius pada dirinya sendiri.
Mobius melihat dirinya yang juga sudah memakai pakaian kerajaan lengkap dengan mahkota dikepalanya. Mobius hanya duduk disana melihat semuanya saling bunuh.
"Apa ini? Astaga apakah aku bermimpi? Dimana aku?"
Syut
Sebuah panah menggores sisi lengan Mobius dan menancap di sandaran kursinya. .
"Arghhhh ini nyata, panah itu benar nyata menggores lenganku! Apa yang harus ku perbuat?"
Dengan cepat aku menarik panah yang menancap di kursi ku, kemudian aku berdiri dan melemparkan panah itu kembali kepada orang yang memanahku.
Sheeet
Bidikanku tidak meleset, panah itu menghujamnya hingga menusuk jantung. Tak berapa lama orang itu tewas.
Seketika aku merasakan tubuhku yang lemah, menjadi lebih bersemangat. Seakan ada sumber kekuatan yang mengisi daya ku.
"Jadi seperti itu permainannya. Jika aku terluka maka aku akan lemah bahkan aku bisa saja mati. Namun jika aku menyerang dan membunuh musuhku maka aku akan semakin merasakan kekuatan. Aku paham sekarang. Aku Raja di permainan ini, jika raja kalah maka permainan usai. atau bisa saja aku tidak akan selamat. Permainan yang memacu adrenalin ku untuk bertahan hidup. Ayo kita bermain!" batin ku bersemangat.
.
.
.
Beberapa pasukan ku tumbang, sementara musuh masih banyak. Kini mereka yang menguasai, mereka ingin merebut tahta kerajaanku.
"Tidak semudah itu pulgoso," gumam ku
Hiiaaaaat
Aku maju seraya mengayunkan pedang sakti ku. Ku tebas beberapa musuh dengan samurai panjang itu, sesekali aku meninju, menendang dan menghantamkannya ke tembok hingga berdarah. Hingga sampailah aku dihadapan musuh terakhir ku
Dia begitu kuat, tubuhnya lebih besar dan lebih kekar dari ku. Dia juga menggunakan mahkota kerajaan yang lebih besar dari milikku.
Sorot matanya tajam, aku bisa melihat api membara di dalamnya dan dia terlihat sudah tak sabar untuk menyerangku.
"Rasakan ini, hiaaat," teriaknya.
Aku masih terdiam menunggu instingku untuk bergerak, saat pedangnya akan mendekat barulah aku bergerak menggeser tubuhku, membuatnya kehilangan arah bidikan dan aku menusuknya dari belakang.
Jleeebb
"Aarghh," teriakannya menggema dan seketika ia tewas. Aku menang!
"Haha I'm the winner," teriakku lantang setelah menyelesaikan pertempuran yang seru ini
Bersamaan dengan itu aku merasakan getaran dahsyat seperti gempa. Lalu sebuah cahaya nampak dari pintu yang hendak terbuka.
Pintu gerbang kerajaan itu semakin terbuka lebar, aku bisa melihatnya dari tempatku berdiri.
"Oh Tuhan ini seperti mimpi, ada banyak emas, makanan dan wanita-wanita cantik secantik bidadari," gumamku
Apakah aku mimpi? Aku sungguh tidak ingin keluar dari dunia game ini. Kerajaan ini, kekayaan ini dan aku bisa mendapatkan wanita cantik yang ku inginkan. Akulah rajanya, King Of The Game.