Aku seorang anak gadis yang di abaikan oleh ayah kandungnya, meskipun ada sosok yang menggantikan namun tetap saja rasa penasaran untuk mengetahui ayah kandung sangatlah menggebu.
Tahun demi tahun perjalananku tak lepas dari rasa penasaran itu, sampai aku beranjak usia remaja, saat cara menumukan seseorang sangat mudah. bahkan kita bisa bertemu dengan siapapun dari masa lalu kita. lewat sosial media yang tengah marak di kalangan anak muda maupun orang tua.
Aku mulai mencarinya, mengetik setiap nama yang mungkin ia jadikan nama akun sosial medianya. Namun ternyata tak semudah itu, karena banyam pukuhan bahkan ratusan yang bernama sama. Bahkan di benakku sempat meragukan bahwa ayah kandungku bermain sosial media.
Sampai aku menikah dan memiliki seorang anak, usahaku belum ada hasilnya. Suatu hari aku kembali mencoba mencarinya lewat sosial media kemabli, karena penganut sosial media sudah memasuki kalangan orang tua. Dan mungkin sudah waktunya aku menemukan seseorang yang mirip dengan apa yang ibuku selalu katakan, tentang pekerjaan dan tempat kelahirannya, itu semua sama. Dan aku mai mengirmkannya pesan dengan harapan dia akan mengenaliku walau hanya dari namaku saja.
Karena namaku pemberiannya.
Memang benar dugaanku, dia langsung mengenaliku dan aku bersyukur, aku tidak berani menanyakan tentang masalalu, tentanf alasan mengapa dia meninggalkanku. Aku cukup bersyur dengan dia hanya mengenaliku.
Namun seirang anak tetap lah anak, dia masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya sampai sebesar apapun anak itu. Ternyata ayahku sudah mempunyai keluarga baru, dengan dua orang anak. Disanalah dimuali pergulatan batinku.
Semula aku tidak mengharapkan apapun, namun semakin melihatnya di sosial media, melihat keluarganya, melihat anak-anaknya semua itu membuatku iri, membuatku ingin, membuatku butuh.
Aku ingin diperlakukan sama, aku juga butuh kasih sayangnya. Karena aku juga anaknya. Namun meski dia sudah tahu tentangku, keberadaanku, dia tetap bersikap seolah aku memang tidak pernah ada, aku hanya akan mengganggu kehidupan rumah tangganya yang bahagia.
Dari sana aku menyesali semuanya. akh menyesal telah mengenalnya, aku menyesal telah menemukannya. Jika semua itu tidak terjadi, jika aku tidak pernah berhubungan dengannya, mungkin hati ini akan baik-baik saja. mungkin hati ini tidak akan merasa sakit.
Jika orang telah membuangmu, itu berarti dia tidak menginginkamu, jadi jangan kejar untuk minta pengakuannya tapi pergilah untuk lebih hebat tanpanya.