Ini tentang diriku beberapa tahun yang lalu, seorang remaja dengan segala ketakutan akan menjadi dewasa. Dipikirku semua hal selalu rumit, namun kenyataannya memang begitu.
untuk kalian, anak muda yang tak sengaja membaca . Tidak apa jika kalian berangan banyak tentang langkah kalian kedepannya, tapi pesanku jangan jadikan semua itu beban.
Ini sedikit cerita tentang diriku dulu...
Aku seorang remaja sederhana yang tak tau menau tentang trend apapun, sangat ketinggalan jauh dari teman temanku. Aku selalu takut akan semua hal, terutama perihal hari esok.
aku selalu merasa gugup dan panik ketika akan pergi sekolah, aku selalu memikirkan tentang kemungkinan buruk yang bisa terjadi dan aku selalu berbicara pada diriku sendiri seolah aku menjawab pertanyaan orang orang yang menyudutkan ku dengan yakin. Namun nyatanya, ini hanyalah pembicaraan aku dan diriku dalam diam. Aku tak pernah bisa seberani itu apalagi kemungkinan buruk yang membayangiku tak pernah terjadi, namun tetap saja aku selalu memikirkan hal hal seperti itu setiap hari.
Ketika Sekolah menengah akhir, aku mulai berusaha tidak perduli dengan pikiran buruk yang selalu membayang bayangiku meskipun jujur saja aku selalu merasa was was. Bukan hanya tentang lingkup pertemanan yang kutakutkan, kini aku mulai memikirkan perihal masa depan. pikiranku mulai kalut ketika membayangkan semuanya, bagaimana nanti gadis culun sepertiku akan menikah?apakah gadis sepertiku mempunyai masa depan yang cerah seperti kebanyakan orang?bagaimana jika suamiku nanti selingkuh?bagaimana jika aku menjadi janda diusia muda?dan banyak lainnya...
pada satu hari, saya tertarik untuk menginstal noveltoon. Jujur saja pada masa itu saya hanya jatuh cinta dan fokus membaca pada karya karya author supestar disini, sampai sekarang dia tetap satu satunya author kesayangku. Novelnya yang mengangkat genre romantis komedi membuatku benar benar terhibur, dan anganku tentang masa depan mulai berkembang lebih baik. Melihat tokoh tokoh wanita sederhana yang bisa begitu dicintai oleh seseorang yang sekalipun punya kekuasaan tinggi karena memang takdir, membuatku sadar bahwa takdirku juga sudah diatur oleh tuhan. Aku tak perlu terlalu mecemaskan tentang hari esok, aku hanya perlu membuat yang baik menjadi lebih baik lagi, dan yang bermasalah bisa terselesaikan agar bisa menjadi baik.
Sejak saat itu, aku memang tetap memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa saja suatu saat terjadi pada diriku dan sejak sekarang meskipun membayangkan hal hal seperti itu menyakitkan setidaknya mental ku sudah mulai aku persiapkan. Tapi selayaknya orang banyak, aku selalu mengharapkan yang terbaik.
•ini hanya tentang overthingking seorang remaja yang mulai beranjak kepencarian jati diri saja, tanpa disadari tekanan lingkungan yang membuatnya terlalu banyak berpikir seakan orang dewasa yang mulai mengatur perencanaan kehidupannya kelak. Seorang remaja dengan segala ketakutannya yang berasal dari pikiran sesaatnya, membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu memahami apa yang dirinya inginkan saja.