Kata siapa cinta itu selalu tulus, tidak semua cinta itu berjalan dengan ketulusan, masih banyak diluar sana mengatakan cinta tapi tidak dengan hatinya..
Seperti saat ini yang terjadi kepada sosok pria dengan wajah tampan namun dia terlihat lugu, sebut saja namanya Kanglim, karena keluguannya, dia selalu dibully oleh teman teman kampusnya, meskipun Kanglim memiliki wajah yang tampan tapi bukan berarti dia jadi populer..
Disisi Kanglim sekarang sedang dibully oleh teman teman kampusnya yaitu Rio, Roy, dan Leo mereka sering membully Kanglim hanya karena tidak suka dengan kehadiran Kanglim..
Kanglim adalah sosok pria cupu di kampus universitas, ia sering dibully oleh teman teman kampusnya karena banyak yang tidak suka dengan kehadirannya ya meskipun begitu Kanglim memiliki wajah yang tampan..
" Kutu buku! kamu tidak pantas sekolah disini! mending kamu keluar dari sekolah ini, kami semua tidak mau melihat kutu buku disekolah universitas! " Ucap Rio dengan tegas.
" Bener sekali! mending kamu pindah sekolah saja dan satu hal lagi, kami semua tidak suka dengan kehadiranmu! " Ucap Leo.
" Benar, mentang mentang kamu pintar, kamu bisa menjadi populer dikampus ini! MIMPI! " Ucap Roy sambil menekan kata " Mimpi ".
" Kenapa kalian tidak pernah berhenti membully ku? apa salahku? aku gak pernah membully kalian, tapi kalian sering membully ku. " Ucap Kanglim.
" Karena kamu tidak pantas dikampus ini! dan semenjak kehadiranmu para guru memujimu terus karena kepintaranmu! " Ucap Rio dengan iri.
Tiba-tiba disaat mereka sedang membully Kanglim, ada seorang pak guru yang melihatnya dan langsung mencoba membantu Kanglim..
" Rio, Roy, Leo jangan membully Kanglim lagi! jika kalian masih membully nya bapak akan memanggil kedua orang tua kalian! " Ancam Pak Guru.
" Iya pak! " Ucap mereka bertiga sambil tunduk.
" Sudah kalian masuk ke kelas! " Ucap Pak Guru.
" Baik pak! " Ucap mereka bertiga.
Rio, Leo, dan Roy pun pergi ke kelas mereka dengan perasaan kesal sambil mengepalkan tangan..
" Kanglim kamu tidak apa apakan? " Tanya Pak Guru.
" Tidak apa apa pak, makasih udah bantuin Kanglim. " Jawab Kanglim sambil tersenyum.
" Sama-sama, kalau gitu masuklah ke kelas kamu, bel masuk udah berbunyi tadi! " Ucap Pak Guru.
" Baik pak. " Ucap Kanglim.
Kanglim pun pergi ke kelasnya, sedangkan Pak Guru ia pergi ke kantor..
Dikelas banyak murid-murid yang menatap Kanglim dengan tatapan tidak suka, tetapi Kanglim tidak mempedulikannya sama sekali karna sudah setiap hari ia mendapatkan tatapan tidak suka dari teman-temannya..
Kanglim pun langsung duduk ke tempatnya, dan dia hanya duduk sendiri karena banyak yang gak mau duduk dengannya..
" Baiklah semuanya, hari ini kita belajar tentang IPA, buka buku IPA kalian! " Ucap Pak Guru yang baru masuk ke kelas.
" Baik pak. " Ucap Murid-Murid.
Dan pak guru pun mengajar tentang IPA kepada murid-muridnya, dan kelas pun menjadi hening dan hanya suara pak guru saja yang terdengar karena sedang menerangkan di papan tulis..
Setelah pelajaran IPA selesai, bel istirahat pun berbunyi..
Kringgggg.. Suara bel yang menandakan jam istirahat..
" Baiklah semuanya, kita belajar sampai di sini saja dulu, selamat beristirahat! " Ucap Pak Guru.
Pak guru pun keluar dari kelas dan itu mampu membuat semua murid senang karena sudah bisa istirahat..
Semua murid pun pada pergi ke kantin, taman, perpustakaan, dll. Sedangkan Kanglim, dia pergi ke perpustakaan untuk belajar..
Sedangkan diposisi wanita yang sangat cantik dikampus universitas, dia sedang bermain bersama teman-temannya di kantin..
Dan mereka main taruhan yang kalah harus berpacaran dengan Kanglim selama 1 bulan..
" Ahhh kenapa sih aku selalu kalah dari kalian. " Kesal Hari karena kalah taruhan dengan teman kampusnya.
Hari adalah sosok wanita tercantik di kampus universitas, dia sangat populer di kaum adam, banyak laki laki yang menyatakan cinta kepada Hari tapi mereka langsung ditolak oleh Hari..
Dia memiliki 2 teman baik dikampus, mereka juga memiliki wajah yang cantik, tapi jika dibandingkan masih lebih cantikan Hari, ketua dari geng nya saat ini..
" Kalian selalu curang. " Kesal Hari kepada teman-temannya yang bernama Gaeun dan Sara.
" Siapa yang curang, kami gak pernah curang. " Ucap Gaeun.
" Kamu nya saja yang sering kalah, sekarang kamu ingatkan apa taruhannya? " Tanya Sara kepada Hari.
" Iya aku ingat. " Jawab Hari dengan nada malas.
" Semoga berhasi! " Ucap mereka berdua.
Hari segera berdiri dari bangkunya, dan langsung mencari keberadaan Kanglim..
" Kutu buku. " Teriak Hari saat melihat Kanglim yang baru keluar dari perpustakaan.
Kanglim yang mendengarnya pun tau kalau ada seseorang yang memanggilnya..
Kanglim pun langsung menoleh kearah sumber suara itu..
" I-iya mbak, ada apa? " Tanya Kanglim sambil gugup.
" Jangan panggil aku mbak, emangnya kamu pikir aku ini mbak mu. " Jawab Hari dengan tatapan sinis.
" Panggil saja aku Hari. " Sambung Hari tanpa menatap Kanglim.
" I-iya, memangnya ada apa kok nyariin aku? " Tanya Kanglim sambil menundukkan kepalanya.
" Hmmm sebenarnya aku sangat malas ngomong tentang ini, tapi ya sudahlah.. langsung saja, kamu mau jadi pacarku? " Tanya Hari dengan malasnya.
" Pacar!? " Tanya Kanglim sambil terkejut.
" Iya.. mau gak kamu? sudah jangan banyak mikir, beruntung kamu ditembak sama aku, yang secara aku populer disini. " Ucap Hari.
" Memangnya kamu cinta sama aku? " Tanya Kanglim sambil menundukkan kepalanya.
" Iya, aku cinta sama kamu. " Ucap Hari dengan nada malas.
" Sudah jangan banyak tanya, mulai sekarang kamu adalah pacarku. " Sambung Hari.
Hari pun langsung pergi tanpa mendengar jawaban Kanglim..
Kanglim pun merasa sangat senang karena mendapatkan pengakuan cinta dari Hari, wanita yang selama ini ia sukai secara diam-diam..
Setelah bertemu dengan Kanglim, Hari pun kembali ke kantin..
" Bagaimana berhasil gak? " Tanya Gaeun saat melihat Hari duduk.
" Berhasillah. " Jawab Hari dengan bangga.
" Wahhh hebat kamu Hari, aku takjub sama kamu.. " Ucap Sara sambil memberikan jempol kepada Hari.
" Ya dong, Hari gitulah. " Ucap Hari dengan sombongnya.
=>Skip.
Sudah 1 minggu Hari dan Kanglim menjalin hubungan secara diam-diam, karna Hari tidak ingin seluruh murid kampus tau soal hubungannya dengan Kanglim..
Selama menjadi kekasih Hari, Kanglim selalu ada buat Hari jika Hari butuh sesuatu, bisa dibilang asisten pribadi Hari, namun Kanglim tidak menyadari akan hal itu karena ia begitu mencintai Hari dengan tulus..
" Kutu buku. " Panggil Hari kepada Kanglim.
" Iya, apakah kamu butuh sesuatu lagi? " Tanya Kanglim sambil menatap Hari secara dalam.
" Bisa gak kamu jangan tatap aku seperti itu, geli tau. " Ucap Hari dengan tatapan sinis.
" Maaf.. " Ucap Kanglim sambil menundukkan kepalanya.
" Selalu seperti ini, pantesan kamu selalu dibully oleh murid murid kampus, jadi pria yang tegas, kalau kamu seperti ini terus bagaimana kamu bisa jaga pacar kamu dari murid murid nakal. " Ucap Hari dengan nada malas.
" Memang benar kata Hari, kalau aku seperti ini terus bagaimana aku bisa jagain Hari. " Gumam Kanglim.
" Malah bengong, kamu dengar gak apa yang aku bilang barusan. " Ucap Hari dengan nada tegas dan dibalas anggukan kepala oleh Kanglim.
" Besok kita jalan mumpung libur, aku akan ngerubah penampilan kamu, biar makin keren. " Ucap Hari.
" Baiklah. " Ucap Kanglim.
=>Skip.
Seperti janji Hari kemarin, Hari dan Kanglim keluar bareng, Hari sengaja mengajak Kanglim ke mall untuk mencari baju baru buatnya, Hari mencari baju yang cocok untuk Kanglim dengan begitu teliti dan sudah banyak baju yang Kanglim coba, dan masuk ke keranjang belanjaan mereka..
Setelah mencari baju, Hari membawa Kanglim ke tempat sepatu, karna sepatu yang dipakai Kanglim buat ke kampus sangatlah jelek dengan model seperti bapak bapak dan itu sangat menganggu pemandangan Hari..
Hampir 20 menit mereka mencari sepatu dan akhirnya ada 2 pasang yang mereka masukkan ke dalam keranjang..
Dan tahap terahir, Hari membawa Kanglim ke salon untuk memotong rambut Kanglim yang seperti batok kelapa..
" Mbak, tolong potong rambut teman saya, modelnya terserah mbak saja, yang penting pantas buat dia, karena mata saya sakit kalau lama lama lihat batok kelapa di atas kepalanya. " Ucap Hari kepada pegawai salon.
Kanglim hanya bisa membuang nafas dengan kasarnya mendengar ucapan Hari, karena bukan pertama kali ini saja dia berkata kasar kepada Kanglim..
Hari segera duduk dan menunggu hasilnya, sekitar 20 menit Kanglim selesai di potong rambutnya, Hari terkejut melihat penampilan Kanglim yang sangat berbeda, dia terlihat lebih tampan dan keren..
" Tuh kan benar, kamu malah tambah keren, pasti kamu langsung populer di kampus. " Ucap Haru yang terus memandang Kanglim.
Kanglim merasa senang mendengar pujian dari Hari, ia terus tersenyum melihat ke arah Hari dan mampu membuat Hari merasa salting..
" Bisa gak kamu jangan senyum senyum gitu lihatnya, aku jadi risih, lebih baik kita pulang. " Ucap Hari sambil keluar dari salon dan di ikuti Kanglim dari belakang.
" Gila, kenapa dadaku berdebar seperti ini. " Gumam Hari.
=>Skip.
Benar saja apa yang di katakan Hari kemarin, Kanglim langsung jadi pusat murid-murid kampus, ia sekarang menjadi poluler bahkan banyak gadis-gadis yang ingin meminta nomor ponsel Kanglim dan ingin menjadi kekasihnya, tapi Kanglim selalu menolak karena ia sudah punya kekasih..
Sudah 1 minggu berlalu sejak perubahan Kanglim,
Hari merasa ada yang kurang dari dirinya, karena selama ini Kanglim selalu di deketin oleh gadis-gadis kampus, dan itu mampu membuat Hari merasa kesal..
" Kenapa itu bibir di manyunin gitu? " Tanya Sara sambil melihat kearah Sara.
" Kesal aku sama Kanglim, mentang-mentang sudah berubah dan jadi populer dia lupa sama aku. " Jawab Hari dengan nada kesal.
" Kayaknya bukan dia yang lupa sama kamu, tapi kamu nya aja yang sengaja ngindarin dia. " Sambung Gaeun.
" Jelaslah aku ngindarin dia, karena aku risih dekat dengan dia. " Ucap Hari.
" Risih apa cemburu. " Ledek Gaeun.
" Hahaha.. Aku cemburu sama dia, gak level. " Ucap Hari dengan senyum miringnya.
" Aku pikir kamu mulai cinta sama Kanglim. " Ucap Sara.
" Apa!!! Aku cinta sama dia..Ya gak lah..Kalian kan tau aku deketin dia dan jalan sama dia karna aku kalah taruhan sama kalian. " Jelas Hari.
" Tapi aku selalu dengar kamu bilang cinta sama dia. " Ucap Sara sambil menahan ketawa.
" Kamu kan tau aku pura-pura cinta sama dia, biar dia percaya, kalau gak gitu nanti rencana ku gagal. " Ucap Hari dengan ketawanya.
" Jadi ceritanya cinta kamu itu palsu? " Tanya Gaeun.
" Benar banget, lagi pula aku kan sudah ada Rion pacarku yang sesungguhnya. " Jawab Hari.
" Memangnya kamu gak nyesel, Kanglim sekarang juga keren loh. " Ucap Sara.
" Gak akan dan gak akan pernah terjadi. " Ucap Hari dengan ketawanya.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang kuping yang mendengar pembicaraan mereka di balik dinding, dia adalah Kanglim, orang yang mereka bicarain sejak tadi..
Tanpa sadar air mata Kanglim mulai menetes, dia tidak menyangka kalau selama ini Hari berpura-pura dan membuat perasaannya sebagai bahan taruhan..
Kanglim selalu percaya sama ucapan cinta Hari, dia pikir Hari benar-benar mencintai dirinya, tapi nyatanya cinta yang dia katakan hanyalah palsu..
Saat mereka sedang asyik ketawa, tiba tiba ketawa mereka berhenti saat melihat Kanglim..
" Aku sudah dengar semua pembicaraan kalian. " Ucap Kanglim dengan expresi datar.
Deg... Hari terkejut saat melihat Kanglim ada disana dan lebih terkejutnya lagi saat dia mengetahui kalau Kanglim mendengar semua pembicaraan mereka..
" Aku pikir kamu beneran serius sama hubungan kita, gak taunya ini semua hanyalah palsu, dan bodohnya aku percaya sama ucapan yang keluar dari mulut kamu.. " Ucap Kanglim sambil menatap Hari.
" Aku gak nyangka perasaan tulusku kamu buat bahan taruhan sama teman-teman kamu, apa kamu pikir aku ini barang yang bisa seenaknya kamu mainkan? Apa selama 1 bulan ini kamu sama sekali tidak perna menganggapku sebagai kekasihmu? " Tanya Kanglim dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Tidak.. Aku tidak pernah menganggap mu sebagai kekasihku, tapi bagus juga kamu dengar semuanya, jadi biar aku gak susah susah ngomong yang sebenarnya sama kamu. " Ucap Hari sambil menatap Kanglim.
" Aku sama Sara pergi dulu, kamu selesaikan masalah ini. " Ucap Gaeun kepada Hari dan pergi meninggalkan Hari bersama Sara.
" Seharusnya kamu ngaca, mana mungkin aku cinta sama kamu. " ucap Hari sambil menggigit bibir bawahnya.
Tanpa sadar air mata Kanglim menetes dengan sendirinya, perasaan yang begitu tulus begitu mudahnya dihancurkan oleh orang yang selama ini dia sayangi dan dia cintai..
" Lalu mau kamu apa? " Tanya Kanglim tanpa melihat ke arah Hari.
" Aku mau kita akhiri ini semua, karena masa taruhanku sudah selesai. " Ucap Hari.
" Baiklah.. Kita akhiri ini semua, terima kasih sudah memberiku kebahagiaan walau hanya 1 bulan dan kamu hancurkan begitu saja..semoga kamu bahagia bersama Rion. " Ucap Kanglim dan meninggalkan Hari.
Kanglim meninggalkan Hari dengan perasaan hancur, air matanya tidak berhenti menetes, perasaannya begitu sakit saat menerima kenyataan sesungguhnya.. Entah harus memakan waktu berapa lama untuk Kanglim melupakan rasa sakit ini..
Sedangkan Hari.. Tanpa sadar air matanya mulai menetes, sebenarnya dia mulai mencintai Kanglim, tapi karena gengsinya dia rela menyakiti hati Kanglim dan mengabaikan perasaannya sendiri demi gengsinya kepada teman-temannya, apalagi Hari juga sudah memiliki kekasih bernama Rion yang saat ini berada di luar negri.
=>Tamat.