mungkin aku bisa menjadikan sebuah cerita ini sebagai pembelajaran, dan mungkin juga ada yang mengalaminya....
.
.
perkenalkan diriku, sebut saja namaku Jelo, remaja yang berumur 17 tahun, masa masa habis dapat KTP, hahahaha.
tapi serius, aku tidak membuat sebuah lawakan, tetapi menceritakan jalan hidupku.
.
saat itu, umur yang ke 13 tahun, saat saat baru lulus dari SD menuju ke SMP, masa masa itu adalah masa masa peralihan anak anak menuju remaja.
masa masa itu diriku yang masih belum mengerti sebuah peralihan, masih menganggap masa masa itu adalah masa ku masih bermain.
saat itu juga aku mulai mengenal anak anak lainnya, menjadikan yang tidak kenal menjadi saling kenal.
aku tidak mencolok, tapi aku bisa mengambil hati guru bahasa ku.
tak kurang dan lebih, aku sudah dijadikan anak emas oleh guru bahasa ku, membuat teman temanku tak jarang menjadikanku sebagai alat penerjemah mereka saat pelajaran bahasa Inggris.
.
.
tapi disini aku ingin bercerita...
masa masa saat itu adalah masa masanya aku seperti dihipnotis, kadang satu dua kenangan masa SMP saja aku tidak ingat kecuali saat masa masa jeleknya saja, bukan bagusnya.
bukannya menyombongkan diri, aku selalu menjadi juara kelas, tapi juga aku selalu mencari masalah saat aku di SMP.
kalau diceritakan sekarang, aku mungkin akan malu, tetapi inilah saatnya ku bercerita.
masa masa itu aku suka menindas anak anak yang lemah ibaratnya anak mami, suka melanggar aturan sekolah, dan juga selalu masuk bk karena menganggu anak anak.
bahkan tak juga melawan guru, sangat tidak patut dicontoh untuk sekarang. bukannya menghormati guru, malah aku sering mengumpat mereka.
contoh lainnya yang tak bagus yaitu aku mencoba merokok dan meminum minuman keras, padahal saat itu aku masih SMP.
masa masa aku sering berontak saat dikekang, tak jarang aku melawan pada orangtuaku, bahkan sempat berkelahi dengan ayahku.
aku suka ngeluyur tak jelas, aku suka main tak jelas, ditambah lagi aku suka berbohong.
.
.
saat kelas 9 kusadari, teman temanku mulai menjauh, mereka mendekat kala membutuhkan ku seperti kerja kelompok saja, lainnya tidak sama sekali.
aku sering mengikuti lomba untuk mewakili kelasku, tetapi karena kesalahan ku sebelum nya, aku sama sekali tidak diapresiasikan oleh mereka.
dan juga, saat kelulusan saja, guru tidak mengungkit prestasi ku, melainkan kekurangan ku seperti suka menganggu anak anak lainnya dan dibilang tidak suka ikut lomba, membayangkan itu saja ingin membuatku marah.
.
tapi saat aku sudah remaja, remaja seutuhnya, berusia 15 menuju 16 tahun, aku mulai menyadarinya, mungkin saja itu karma untukku karena suka merugikan orang lain.
menyadari semua itu akhir aku hanya tabah dan menerima, aku lah yang sebenarnya salah, aku yang membuat diriku tak berkesan di mata orang karena ulahku.
seandainya saja waktu bisa diulang, aku ingin menjadi murid berprestasi saja ketimbang menjadi anak nakal, mungkin saja aku selalu dikesan baik oleh orang-orang yang aku rugikan, bukan malah diburukkan.
.
pesanku dalam cerita ini, jangan sia siakan masa mudamu dengan keegoisan dan merugikan orang lain.
kamu boleh memberontak, karena itu masa masanya kamu sedang mencari jati diri, tapi diingat, jangan sampai pemberontakan mu itu sebagai alasan kau boleh berlaku seenaknya saja.
masa muda itu tidak bisa diulang, tapi hanya bisa dikenang. maka dari itu, berbuatlah yang baik untuk masa mudamu, jangan sia siakan hanya untuk kesenangan dan merugikan, kau sendiri yang akan menyesalinya nanti.
sampai disini saja ceritaku, semoga kau suka akan ceritaku...
.
salam manis, Jelo, seorang author juga di sini 🍊