Aku percaya siapa yang kelak akan menjadi pasangan hidup kita sudah diatur Tuhan. Bagaimana tidak?
Kadang orang yang sudah kita pikir akan menjadi pasangan hidup kita, karena suatu hal malah putus hubungan, padahal sudah menjalin hubungan yang lama.
Aku tidak pernah menyangka kalau suatu hari aku akan menikah dengan suami ku yang sekarang.
Pertemuan kami cukup unik. Kami bertemu di negeri Ginseng (Korea), status kami sama-sama pekerja di sana. Lucunya lagi aku bertemu dengan nya setelah dua bulan lagi aku akan pulang Indonesia, padahal aku sudah tinggal di Korea selama delapan tahun.
Setelah aku pulang Indonesia, aku tidak pernah menyangka kalau dia mengunjungi ku kembali, saat dia juga pulang Indonesia.
Ternyata dia serius, memperkenalkan aku dengan pihak keluarga nya. Dan tidak butuh waktu lama dia sudah melamar ku.
Melihat keseriusan nya aku pun menerima lamaran nya, dan kami melakukan akad nikah sederhana, karena sesudah menikah, kami berdua kembali berangkat ke Korea.
Akhirnya dua tahun kemudian aku pulang ke Indonesia saat aku hamil anak pertama ku. Sesudah itu aku sudah mengakhiri karierku bekerja di Korea, suami ku juga menyusul ku setengah tahun kemudian setelah tugas-tugas nya selesai, dan suami ku juga berkomitmen untuk tidak ke Korea lagi.
Akhirnya kami memilih tinggal di kota kelahiran suami ku di Semarang, dan mulai berusaha sendiri.
Walaupun kadang ada perselisihan, dapat kami atasi dengan cepat.
Aku benar-benar merasa bahagia mendapatkan jodoh yang begitu baik, apalagi kami sudah dikaruniai dua orang anak, putra dan putri.
Itulah yang membuatku percaya kalau jodoh sudah diatur yang di atas. Aku benar-benar berterimakasih pada Tuhan sudah diberikan jodoh yang begitu baik dalam hidupku.