Aku berdandan didepan cermin dengan semangat. Hari ini aku akan melakukan interview di sebuah perusahaan besar. Harus semangat!
Dengan langkah besar aku buru-buru menuju dapur dan menyantap sarapan pagiku.
Rumah ini terlihat lebih sunyi ketika aku makan. Tinggal sendirian sangat tidak menyenangkan.
"aku berangkat" sapaku pada sebuah bingkai foto yang didalamnya terdapat foto orang tuaku.
baru beberapa langkah keluar pagar rumah, aku melihat seorang laki-laki sedang melihat ke kanan dan ke kiri dengan ekspresi bingung.
'apa dia tersesat?'
Karena kasihan, aku mendekatinya sambil tersenyum.
"maaf, sedang apa ya?" tanyaku saat dia menyadari keberadaanku
"sepertinya aku tersesat" jawabnya sambil menggaruk tengkuk
"memangnya ingin kemana? akan aku tunjukkan jalannya, kebetulan aku memang orang sini"
Seharusnya perkataanku sudah cukup jelas, tapi orang itu malah memasang ekspresi yang lebih aneh lagi.
"aku tidak tau" ia mengangkat bahu sambil menggeleng pelan.
"tidak tahu mau kemana?"
"iya"
entah kesialan macam apa yang kudapat, pagi-pagi sudah bertemu dengan orang aneh seperti ini.
"memangnya kamu kesini kenapa?"
"BENAR JUGA!!!"
Tiba-tiba saja orang itu berteriak dan membuatku kaget.
"aku ingin interview"
"eh? sama sepertiku rupanya" aku tersenyum
"kamu juga interview? di perusahaan mana?"
"Jia Grup" jawabku dengan mantap, itulah perusahaan yang kuidam-idamkan dari dulu.
"apa aku boleh ikut denganmu?"
Mungkin orang ini tersesat saat mencari letak Jia Grup. Tidak buruk juga, aku bisa memiliki teman perjalanan ke sana.
"ayo ikut aku" tuntunku pada laki-laki aneh ini.
kami melewati banyak tempat, dan seperti pemandu wisata, aku menjelaskan tempat yang mudah diingat untuk menuju perusahaan Jia Grup. Supaya kelak, laki-laki ini tidak akan tersesat lagi.
"siapa namamu?" tanya laki-laki misterius itu meskipun sudah dari tadi kami saling berbincang.
"Namaku Reena"
"Reena, kamu cocok jadi sekertaris ya" dia tersenyum polos.
aku senang karena ada orang yang mendoakan aku menjadi sekertaris. Dan untuk sesaat, aku ingin bersamanya lebih lama, dan menghabiskan waktu seperti seorang sahabat lainnya.
"Terimakasih, semoga kita berdua diterima di perusahaan Jia Grup, dan berhasil melakukan interview dengan lancar" aku ikut tersenyum.
❁❁❁
Kini gedung Jia Grup yang besar menyambutku dan laki-laki disampingku.
benar juga! aku belum menanyakan namanya!!!
"Namamu-"
"Benar sekali ini tempatnya! aku pergi dulu ya!"
Perkataan cepatnya mendahului pertanyaanku. Dan laki-laki itu lari menjauhiku.
'eh? singkat sekali'
menyesal? sedih? tentu saja.
Aku berusaha tersenyum dan masuk ke dalam gedung.
Setelah petugas keamanan mengarahkanku pada sebuah ruangan, aku segera memasukinya dengan jantung yang berdebar.
'semangat Reena!'
Ceklek!
Aku membuka pintu, dan melihat jajaran orang penting dibalik meja mereka.
Sampai akhirnya mataku menangkap sosok yang tidak asing, laki-laki dengan senyum polosnya, dan kedua matanya yang menatap ramah kearahku.
"KAMU KAN!!!"
Teriakan terkejutku mengundang kerutan dahi dari orang penting lainnya yang sepertinya bertugas menjadi pengamat saat sesi interview
"Presdir, apa anda mengenalnya?" seorang berjas rapi bertanya pada si laki-laki tersesat.
tunggu... Presdir?!
"iya kenal" berdiri dari kursi, "tidak perlu banyak bicara lagi, Reena jadilah sekertarisku"
"HEEEE?!"
❁❁❁
Kurang lebih begitulah pertemuan pertamaku dengan presdir Jia Grup
Lalu apa yang terjadi sekarang?
Kami banyak menghabiskan waktu bersama sebagai sepasang kekasih, dengan hubungan yang sudah kita bina selama 3 tahun.
I LOVE U MY LOST BOSS