semoga suka
Jakarta, salah satu kota terbesar dinegara itu, gadis yg baru tiba itu dari kota kecil di salah satu pulau Kalimantan untuk merantau mengubah kehidupan y
Danisa Sabrina panggil aj nisa. merantau dan mengubah nasib y pikiran y saat ini. Tinggal di kota kecil itu membuat y sedih karena mendapatkan hinaan membuat fisik y down
Nisa menarik koper meninggal kan pelabuhan yg rame, "setidak aku tidak mendapatkan hinaan kan" gumam y
berjalan dgn tangan tetap memegang koper y dan tas kecil di bahu y, hingga mata dan telinga y fokus ke ramaian tak jauh dari tempat y berdiri
"dasar maling, ud bisu tuli lgi sana pergi" maki salah satu pemilik warung itu ditambah beberapa warga disana ad yg menyalahkan pria itu dan sisa diam dan memvideokan y
"bu pak, jgn begini, kalian jga kenapa malah membuat video bukan y membantu"
"heh km jgn sok jagoan y, pria ini mencuri hasil penjualan ibu ini di cafe y sendiri" ucap pria yg memakai baju kaos hijau dan celana jins
nisa yg memperhatikan sekeliling y dan mata menemukan yy dicari y
"ibu pemilik cafe ini, bagaimana kita liat rekaman y saja"
sontak pria disamping nisa, pria tuli bisu y menatap y dan mengganguk menandakan yg di katakan y bnr bkn diri y
sedangkan pria tadi nampak kaget dan was was, hendak kabur langsung ditahan nisa
"pak knp gugup gitu ayo masuk kita liat bnr atau gk"
beberapa menit dan melihat detail rekaman CCTV itu, bu rosa pemilik cafe itu merasa bersalah dgn pria yg dimaki y itu
sedangkan pria tadi kabur tanpa meminta maaf ataupun ngaku
nisa membawa pria tadi keluar dari cafe itu, "maaf klo blh tau nama bapak sapa dan tinggal dmn" ucap y sembari menggunakan bahasa isyarat y itu
pria itu ngerti dan menulis y dilayar tap yg ia bawa dalam tas y
*nama saya satria, saya bakal dijemput dan jgn panggil bapak muka saya tidak terlalu tua*
nisa terkejut dan kekeh, "hhh maaf maaf saya tidak tau itu" dgn menggunakan bahasa isyarat y "klo nama saya" lanjut y dan menarik tap pria didepan y dan menulis nama y
dari arah belakang, "maaf kan saya telat" dgn bahasa isyarat y
satria itu hanya mengangguk dan nisa melihat y bertanya, "km sapa y satria"
"saya asis- saya kerabat y satria non" ucap y ralat seperti menahan sapa diri y sebenar y
"owh begitu, baik lah jaga dia saya yakin bakal dituduh gk gk lgi"
"klo gitu saya pergi" lanjut y tidak lupa berpamitan dgn satria melangkah pergi dgn tangan y memegang koper y
"apa tidak ad kost kost dekat sini dan jga apa cukup sebulan tinggal" mengeluh y sejak tadi sampe menjelang sore dgn terik panas y matahari itu membuat y sedikit haus
setelah membeli minuman dan bertanya ke warung tadi sampai pada pukul 14.30 nisa berdiri rumah pemilik kos yg akan ia tinggal beberapa hari kedepan sebelum mendapatkan pekerjaan
"sebulan 450 ribu ini dgn air dan listrik, jika km tidak memakai banyak akan menjadi 300 ribu jika banyak akan jadi 600 ribu, saya setiap saat memantau penggunaan yg tinggal disana, mengerti" ucap pemilik y sembari memberi kunci
"baik bu saya ngerti"
"kamar mu di nomor 15B tenang ini kost aman perempuan dan laki-laki terpisah dan gedung y berbeda pula" ujar y mengetahui isi pikiran nisa
hari ber hari hingga tepat 2 minggu berlalu, nisa terus mencari pekerjaan hasil y nihil
gimana tidak nisa hanya lulusan SMA ad sih pekerjaan cocok hanya saja sudah penuh
"gmn nih nyari, pengen tapi ini sudah jalan mu ambil sampe merantau jauh bgt"
ponsel y berdering
'nomor tidak dikenal' gumam y
"Hallo"
....
disana lah nisa berada di komplek perumahan elit di Jakarta
nisa masuk kedalam kawasan, kagum dan terkejut
rumah mewah hampir mirip istana itu tersusun disepanjang jalanan
"bukan kah itu pria yg dituduh kan, sapa y nama y, tau ah samperi sapa tau mengenal tuan Wijaya kan" ucap y ingin menemui pria itu
nihil, "lah kok tidak ad jelas jelas tadi ku liat, apa salah liat, no tidak mungkin"
sibuk dgn mencari sosok tadi
arah belakang seseorang memukul pelan bahu y
'hah, astaga' batin y kaget
"maaf membuat anda kaget nona"
"tidak masalah tuan" tunduk y
"dengan Danisa Sabrina kan, anda ditunggu tuan Wijaya di rumah y, ikuti saya"
nisa bingung dan jga hampir tersesat mencari alamat
tiba y di rumah mewah itu, 'ini bukan rumah ini istana nama y' batin y lgi
"mari nona anda masuk"
nisa mengikuti pria itu dan lagi lgi terkejut isi y benar-benar mirip istana yg dia liat di istana ratu inggris Elizabeth
duduk lah nisa dihadapan yg kedua paruh baya
dengan pria yg berjas dengan sebelah y wanita memakai pakaian sederhana terkesan mewah
"apa km ud memikirkan tawaran saya"
"maaf tuan bukan saya menolak tapi saya"
'biar aku aj mas yg bicara' bisik yg nisa jga dengar tapi nisa diam
"nisa saya sama suami saya cukup yakin atas pertolongan mu menolong anak saya, jadi anggap saja ini rejeki mu, km anak baik, jadi lah istri anak saya"
nisa terdiam dan ia mengeluarkan suara y, "tuan nyonya, saya hanya sadar dia saja bisa berdampingan dengan anak anda, saya hanya lah gadis rantau dan saya..."
"sudah jangan berbicara" ucap wanita tadi segera memeluk nisa
wanita itu menyuruh suami y memanggil anak y kemari mengguna isyarat dan y suami y paham segera keatas memanggil anak y
'niat ingin mengubah nasib dan bnr saja menjadi istri anak bos besar, aku yakin ini mimpi saja' gumam y memukul pipi y
wanita tadi merasa pergerakan mulai melonggarkan pelukan y dan mengusap lembit wajah cantil nisa walau kusam terkena sinar matahari dan debu tetap saja tidak membuat wajah y jelek
"kamu cantik dan pantas bersama anak saya" cukup lama menyakinkan nisa
nisa setuju walau dalam diri y takut dan bakal dihina lgi
"yah, bnr nisa ayah bawa kemari"
nisa dari jauh liat pria yg ia temui kini bertemu dgn y keempat kali
benar-benar tampan
nisa tidak mendengar percakapan anak dan bapak itu tapi ia melihat bahasa isyarat jelas nisa bisa membaca y
....
~awal pertemuan hingga sekarang benar-benar tidak terduga untuk ku
di jadikan istri seutuh y oleh keluarga ini~
dan y tepat 3 minggu
dan pada hari ini malam sebelum acara besok
tepat dibalkon kamar satria dihiasa kamar Pengantin
satria menceritakan diri y sebenar y sapa
lagi dan lagi nisa terkejut satria berpurapura tuli dan bisu sejak berumur y 10 tahun hingga sekarang
"jadi..."
"yah aku lakukan ini mencari yg benar-benar tulus, salah satu y kamu, sudah 4 kali menolong ku dan jga 4 kali aku liat ketulusan di hati mu disitu jga mulai mencintai mu" ucap y
nisa mendengar y haru dan raut muka y berubah
"kenapa"
"km yakin memilih ku, liat aku tidak pantas menjadi istri mu dan menantu keluarga ku, aku hanya lah..."
sudah cukup dibungkam satri melepas tautan y dan menatap wajah nisa
"sudah aku bilang km satu satu y wanita tulus menolong ku
dan kamu pantas berada diposisi ku saat ini" setelah mengucapkan itu satria memeluk nisa
"yuk masuk entar km masuk angin, suasana y dingin"
...
keesokan y
beberapa menit kata sakral terdengar same ditelinga nisa
dan yh nisa keluar dari kamar y di posisi kanan mertua y dan kiri saudara mertua y
setelah menyalami satria dan menandatangi buku
air mata nisa keluar saat itu jga
'ma pa aku harap kalian liat aku diatas sana, liat aku, aku menangis bahagia dan sedih, bahagia karena mendapati sosok yg bnr bnr menerima ku dan sedih kalian tidak ad diposisi ku melihat ini semua' batin y
end
~mencari wanita tulus benar-benar susah tapi sekali dapat benar-benar aku bersyukur benar berhati baik walau kena hinaan di tempat tinggal y disana, aku berjanji akan melindungi y walau dengan penyamaran tetap ku lakukan, Satria wijaya~
~nasib ku benar-benar berubah dan berjodoh dengan pria yg dengan penyamaran berhati baik dan keluarga y menerima ku hanya lah gadis rantau dan yatim piatu hidup penuh hinaan itu tidak membuat ku sedih dan y ini lah aku Danisa Sabrina men jadikan hinaan semangat ku hidup~
(mau lanjutan kisah sepenuh y, saya akan membuat y versi novel y, jika setuju boleh dong sukai dan komen, ikuti saya y)