Rintik hujan di pagi hari tidak mengurangi semangat Callista Clara untuk segera berangkat kerja. Gadis cantik, usia 20 tahun setelah lulus kuliah dari Universitas ternama di bandung ia pun segera kembali ke Jakarta dan bekerja di perusahaan textil, ya sudah 3 minggu ia bekerja.
"Ibu, Call berangkat dulu ya, makasih bu bekalnya"
Ia pun bergegas tanpa buang waktu
Setibanya didepan kantor Callista tidak lupa membeli jamu aga badannya tetap fit ya begitulah katanya.
Tidak lama setelah membeli jamu terdengar suara seorang pria "aaaaakhhhh... Tooolllong"
Pria bertongkat itu pun mengerang kesakitan
Dengan sigap Callista pun menolongnya
"Ya ampun Mas, mari saya bantu, hah daaaaraaaah, aku harus segera ke rumah sakit"
"Nona cantik terima kas.." ujar pria itu dan kemudian tidak sadarkan diri dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit tepatnya IGD, pria itu pun langsung mendapat perawatan, tapi Callista bingung karena ia tidak tahu identitas sang pria saat petugas IGD bertanya.
Tidak lama terlihat seorang pria paru baya mendekati pria asing itu
"Ya ampun den Nugie, maap mamang udah lalai" ucap mang Supri supir keluarga Hartono
Ya pria asing itu adalah Nugraha Hedio Hartono, seorang CEO Hrt Textile. Satu tahun lalu ia mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan kakinya lumpuh sementara, setelah menjalani satu tahun terapi ia pun bisa berjalan kembali walaupun masih dengan bantuan tongkatnya.
"Ga apa apa Mang, Nugie baik baik aja"
Lho bukannya itu, gadis itu yang menolongku, ucapnya dalam hati saat melihat Callista
"Mang bisa panggilkan gadis itu, yang disana, dia sudah menyelamatkan aku"
"Baik den, sebentar"
Ketika mang Supri hendak mendekati Callista, gadis itu pun beranjak keluar dengan langkah cepat. Rupannya ia ditelepon rekan satu timnya untuk segera kembali ke kantor karena sang manager tidak suka timnya menghilang tanpa kabar.
Tiga bulan berlalu
Kini semua orang karyawan Hrt Textil telah berbaris rapi menyambut kesembuhan CEO mereka, dimulai dari barisan depan para direktur, kemudian manager, dan karyawan lainnya.
"Call ayo cepetan nanti ga kebagian tempat liat Pak Nugie yang super ganteng bikin meleleh itu, ayo Call" ajak Andin rekan satu tim Callista
"Iya mba ini aku udah cepet koq, memang ganteng banget apa?"
"Iya, jamin terNugie nugie hati lu entar, apalagi Pak Bos masih single loh"
Sesampainya di lobby mereka pun langsung berbaris dengan karyawan lainnya.
Mobil mewah hitam itu pun berheti dan keluarlah seorang pria tampan, kharsimatik, tubuh tinggi dan kulit putih berjalan dengan sangat gagah disambut para direktur.
Pria itu pun mengedarkan pandangannya pada seluruh pegawainya, tapi ia terkejut sekaligus senang saat melihat wanita cantik dibarisan belakan dekat lift pandangan mereka pun bertemu. Tak lupa nugie tersenyum padanya
"Aduh tertanya dia dia Pak Nugie" gumam Callista
---------
Di ruangan CEO
Nugie bertanya pada Agam yang merupakan manager tim perencanaan dan pengembangan, apakah benar Callista salah satu anggotanya. Ia begitu bersemangat saat mengetahui Callista adalah pegawainya dan juga gadis yang sudah membantunya waktu itu.
"Tom... Panggil Callista kemari!!"
Sesampainya Callista di ruangan Nugie
"Permisi Pak Nugraha memanggil saya, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Callista
Duh koq jadi deg deg gan gini sih ucapnya dalam hati
"Kamu kesini cepat, ayo cepat!"
"I iya Pak"
"Kerjakan ini sekarang juga, dan selesaikan sebelum jam 5 sore, cepat!"
Ucap Nugie dan ia pun tertawa dalam hati
"Ba baik Pak, saya permisi"
Sudah jam lima tetapi berkas itupun belum juga rampung, Callista mendesah sebal karena begitu banyak berkas yang harus ia selesaikan tanpa bantuan timnya tentu saja itu perintah Nugie.
Jam 19.30 tugas itu pun selesai
"Aaahh akhirnya selesai, dasar bos seenak jidatnya aja"
Ketika berjalan keluar dari kantor, Callista terkejut dengan seorang pria yang tiba tiba menggenggam tangannya
" Eh apaan sih, siapa sih?"
"Hai Cantik ,jangan ngomel dong, makin cantik lho nanti" goda Nugie
"Pak Nugraha, saya sudah serahkan laporannya pada Pak Tomi tadi Pak"
"Callista, boleh aku anter kamu pulang? Maap aku beri kami tugas tambahan, aku ingin lebih leluasa bersamamu"
Callista pun terdiam dan mengangguk pelan
"Callista aku sangat berterima kasih karena kami sudah menolongku waktu itu"
"Sama sama Pak"
"Panggil aku Nugie ya hanya Nugie, oke?"
Selama perjalanan yang selalu membuat Callista canggung dengan perkataan Nugie, dan membuatnya merona
"Callista, apa kamu udah punya pasangan?"
"Eh kenapa Pak Nug eh Nugie kamu tanya begitu? Aku tidak ada memikirkan hal seperti itu saat ini"
"Oh aku tanya saja, mungkin kita berjodo"
"Aduh kenapa perjalanan ini lama banget sih, jantungku makin ga aman nih" gumam Callista pelan tapi Nugie masih bisa mendengarnya dan tersenyum.
Sudah satu minggu ini Nugie selalu mengantar Callista pulang dan hari ini ia memberanikan diri bertemu orang tua Callista.
"Lho, kamu mirip, eh.... Kamu Nugie kan? Nugraha anaknya Dita?" Tanya Ibu Anggi, ibunya Callista
"Iya tante saya Nugie"
"Ya ampun Nugie, kamu makin tampan aja, terakhir tante ketemu sama kamu sewaktu kamu libur kuliah dulu, duh makin ganteng aja sih anaknya Dita"
"Bu, kalau tidak keberatan, akhir pekan ini orang tua saya mau berkunjung kesini. Saya mau melamar Callista bu"
"Kamu mau lamar Callista? Ya ampun Nugie kalian berdua itu memang sudah kami jodohkan tapi ternyata kalian juga saling menyukai ya" ucap Ibu Anggi dengan semangat
-----------
Di ruangan CEO
Callista dan Nugie sedanh bersama nampak semakin hari mereka semakin dekat tapi saat ini mereka sedang membahas pekerjaan
Ketika Callista akan keluar ruangan dan pamit, Nugie pun menarik lengan gadis itu sehingga tanpa sengaja Callista terduduk dipangkuan Nugie
"Jangan panik Call, aku tidak akan berbuat aneh koq. Aku mau kasih tau nanti malam mami dan papi mau ke rumahmu, aku mau melamar mu, aku serius Call, aku ... Aku sudah jatuh cinta saat pertama kau menolongku"
"I iya Pak Nug eh Nugie, aku akan sampaikan pada Ibu"
Dengan wajah merona Callista keluar dari ruangan itu
Saat Ini di rumah Callista
"Nugie mohon maap apabila semua ini mendadak, Nugie akan melamar Callista dan meminta izin pada tante" ungkap Nugie
"Ibu setuju saja, apalagi keluarga kami sudah saling kenal, tapi tetap bagaimanapun keputusan ada pada Callista, bagaimana Nak?" Ucap Ibu Callista
"Iya bu, Call menerima lamaran Nugie"
"Makasih Callista, makasih sayang" ucap Nugie kemudian bersujud syukur saking senangnya. Ia pun hendak memeluk Callista
"Nugie kamu memang yah bener bener deh udah ga sabaran banget, tahan dong jangan main peluk aja ga malu apa sama mami papi dan Bu Anggi" ujar mami Dita
Kejadian beberapa bulan lalu bagi Nugie sungguh luar biasa saat dirinya belum sembuh dan harus mengalami musibah lagi, tapi ternyata dibalik itu semua ia mendapat anugrah yang luar biasa, ditolong gadis cantik yang ternyata salah satu pegawainya dan juga telah dijodohkan dengannya.
End