Kantin SMA internasioanl school Jakarta
" ehh Lo tau nggak" tanya Jesi
"nggak tau" ucap Agatha
"elah Lo gue belum selesai dodol, udah Lo potong aja" kesal Jesi
"lah Lo kan tadi nanya, ya gue jawab lah" jawab Agatha sambil senyum Pepsodent
" katanya ya ni, katanya sih" kata Jesi
ada guru baru lulusan dari Harvard university lo tha, udah ganteng pintar, anak orang kaya lagi. sambung Jesi membayang sosok guru baru mereka.
" masih katanya kan, belum tentu benar tau" kilah Agatha
"heleh ntar beneran ada, jangan tebar pesona ya Lo, biar gue aja yang tebar pesona" ucap Jesi denah girang
"hadeh punya temen kok otak nya gesrek, ya Allah dosa apa hamba sehingga mendapatkan teman kayak Jesi" kata Agatha sambil pura-pura sedih.
"eh Sotoy amat Lo Baim " ejek jesi
"kampret Lo gue bukan Baim," kesal Agatha
"hahahaha"
"ketawa trus sampe kiamat lu Jes" ucap Agatha cemberut
" cup cup, jangan cemberut dong ayank ku, nanti nggak cantik lagi Lo." bujuk Jesi dengan gaya yang super super lebay.
"hahahaha " mereka tertawa
Ting Ting
bunyi lonceng menandakan jam istirahat selesai,Jesi dan Agatha pun pergi. ke kelas mereka.
ruang kelas
kelas pun sudah masuk semua dari 5 menit yang
lalu.
"kok gurunya belum muncul ya" kata teman sekelas Agatha dan Jesi
" iya juga ya , tu guru kan killer amat nggak pernah tu yang namanya telat kok tumben" tanya Jesi
guru killer mereka bernama pak Joko, yang mempunyai kumis tebal dan perut buncit.
(jangan dibayangin yah).
" biarin lh sekali-kali pak Joko nggak masuk, pusing gue Ama pelajarannya" keluh Daniel anak kelas
" ya bener tu" kata yang lain ikut menimpali.
tetapi, tiba-tiba kelas menjadi hening saat ada, bunyi sepatu beriringan menuju pintu kelas mereka, dan ada yang mendorong pintu kelas.
membuat mereka langsung tegang karena takut pak Joko masuk.
dan ternyata yang masuk benar-benar pak joko.tapi yang anehnya disebelah pak Joko ada guru baru yang ganteng nya kelewatan.
siapa diaaa......
dan ternyata dia adalah guru baru yang dimaksud oleh Jesi .
"tha itu-itu guru yang gue maksud" bisik Jesi
"hmm" balas Agatha dengan malas
"ihh lihat dulu tu ganteng banget, aduh melele dedek lihat tatapannya aja".guman Jesi
"Agatha pun melihat ke depan, tepatnya melihat kepada guru baru"
saat Agatha melihat gurunya tatapan mereka bertemu.
deg deg deg
bunyi jantung keduanya, saat mereka tersadar, mereka langsung mebuang muka masing-masing.
"baiklah anak-anak, mohon perhatiannya sebentar" ucap pak Joko
dan sontak satu kelas pun melihat k arah pak Joko.
"begini anak-anak, bapak mau memperkenalkan guru baru pengganti bapak, namanya bapak Rafael Wijaya. karena bapak akan menggambil cuti. sekian dan terimakasih, bapak pamit. dan pak Rafael yang akan mengajar kalian".
Rafael POV
deg deg
bunyi jantung ku yang begitu kencang, saat tatapan ku bertemu dengan salah satu siswa di kelas XII A.
Dia berkulit putih cantik, dan memiliki rambut sebatas bahu.
ada apa ini, kenapa dengan jantungku.
dan sekita aku sadar sedari tadi memperhatikan siswaku, aku pun langsung memalingkan mukaku ke arah lain.
nggak ini nggak mungkin, aku menyukai siswa ku sendiri pada pandangan pertama. lelucon macam apa ini. sedangkan ku mempunyai kekasih yang bernama Dinda hutari. aku sangat mencintainya ya aku mencintai Dinda, tapi kenapa aku merasakan getaran jantung ku lebih berdebar saat melihat siswi ku. dibandingkan dengan melihat Dinda.
normal pov
"baik anak-anak, apa ada yang ingin ditanyakan " ucap Rafael dengan tatapan sedingin batu es.
" saya pak, bapak udah nikah apa belum pak"
" boleh minta no telpon nya pak"
dan masih banyak lagi yang bertanya
"ok cukup, sepertinya tidak ada yang penting dalam pertanyaan kalian, karena saya tidak suka memberitahu privasi saya. mengerti". tegas Rafael
saya akan mengabsen kalian masing-masing.
ana
Agatha
ayu
....
......
baiklah semuanya hadir semua ya di kelas, kita akan memulai pelajaran.
dan beberapa jam pun berlalu, akhirnya selesai juga mata pelajaran hari ini.
beberapa bulan berlalu, tepat hari ini kelulusan angkatan Agatha.
dan semuanya lulus.
"bunyi getaran yang berasal dari tas Agatha, menandakan bahwa ada yang menelponnya"
"hallo ma"ucap Agatha
"gimana sayang, kamu lulus kan". tanya mama
"iya ma, Alhamdulillah Agatha lulus" girang Agatha
"Alhamdulillah, ya udah aku langsung pulang ya sayang, soalnya ananto malam ada teman mam sama papa mau makan malam di rumah."
"hmm iya ma".
________
di lain tempat, rafael punmendaptkan telponan dari mama nya juga, untuk menyuruh Rafael pulang. padahal dia mempunyai janji dengan Dinda.
malam hari nya
semuanya telah siap, Agatha pun mama dandani secantik mungkin. dan makan telah tersusun rapi di atas meja makan, mereka pun bercanda selama menunggu tamu.
assalamualikum. salam tamu kedua orang tua Agatha.
waalaikumsalam. ucap mereka serempak dan menyambut tamu nya.
mereka pun langsung ke meja makan, dan melakukan jamuan. karena sudah lama keempat orang tua itu tidak berjumpa. selesai makan, mereka melanjutkan obrolan di ruang tamu.
" begini Raka sesuai dengan perjanjian kita, apabilah anak kita perempuan dan laki-laki kita akan menjodohkannya, jadi kami datang kemari menagih janji tersebut dan bersilahturahmi ". ucap papa Rafael yaitu Dimas Wijaya.
" oh tentu dong gue masih ingat Lo dim" jawab papah Agatha sambil senyum
sontak saja membuat Rafael dan Agatha kaget. bukan main, mereka bingung apa-apaan mereka dijodohkan.
"mah, pah ini nggak benar kan". ucap Agatha dan Rafael barengan.
"ya nggak dong sayang, ini janji kami sama-sama muda kemarin nak, jadi kami mohon kepada kalian agar menerima perjodohan ini ya". kata mama Rafael yaitu Santi Wijaya.
" mah" ucap Agatha
"nggak ada bantahan Agatha". ucap papa raka
" iya sayang, ini yang terbaik buat kamu nak. kamu percaya kan sama kami". ucap mama Agatha yaitu sesil.
"hufff baiklah agatha menerima perjodohan ini" kesal Agatha
"bagaimana dengan kamu sayang" ucap mama Santi kepada Rafael.
sedangkan Rafael hanya diam, dan mengangguk sedikit, dirinya pun bingung harus bagaimana, di satu sisi dia mempunyai kekasih. dan sisi lain dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
Rafael pun tak tau bahwa, kekasih nya Dinda sedang berada di apartemennya bersama selingkuhannya.
tanggal pernikahan pun telah ditentukan, pernikahan akan dilaksanakan, satu bulan lagi.
keluarga Rafael pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah menunjukan pukul 11: 00 malam.
setelah dua Minggu lagi, pernikahan mereka. hari ini mereka akan fiting baju, dan Rafael pun menjemput Agatha . akhirnya mereka tiba di butik dan memilih baju. selesai memilih baju mereka akan makan terlebih dahulu sebelum pulang.
tiba di restoran
drt drrt bunyi hp rafael.
"halo sayang" ucap Rafael
deg
sakit itulah yang dirasakan oleh Agatha saat ini. Rafael mempunyai kekasih, dan dia baru mengetahuinya sekarang.
" hm ya saya, pulang duluan ya. kamu naik taksi aja. ini uangnya."ucap Rafael dengan datar
" Iyya kak, nggak perlu saya masih punya uang". lirih Agatha, sambil melihat punggung Koko Rafael menjauh.
" hiks, hiks ma..ma, Agatha nggak sanggup ma. kalau Agatha tau ka Rafael punya kekasih, Agatha bakalan nolak perjodohan ini". guman Agatha sambil menahan Idak Tangis, dan pergi dari restoran.
tempat lain
"hy sayang, aku kangen tau" manja Dinda sambil memeluk Rafael dan mengajaknya masuk ke dalam apartemennya.
"aku rindu" kata Dinda sambil mengelus rahang kokoh Rafael dan mencium bibir Rafael dengan ganas.
dan terjadilah,,,,, yang tidak-tidak. jeng jeng.
tepat hari ini hari ijab kabul Agatha dan Rafael.
sah
sah
ucap mereka serempak setelah Rafael mengucapakan janji suci antara Dia dan Agatha. telah menjadi sepasang suami istri.
beberapa bulan kemudian, Rafael masih menjalani kisah asmara denah Dinda, dibelakang Agatha.
Agatha bersiap-siap hari ini untuk mengantarkan makanan untuk suaminya tercinta, ya dia sudah jatuh cinta kepada suaminya.
Agatha tiba di perusahaan Rafael, karena rafael. mengundurkan diri menjadi guru dan menjalankan perusahaan orang tuanya.
Agatha pun keluar dari lift menuju ruangan Rafael, deg. tapi yang dilihat Agatha saat membuka ruangan rafeael, dia sedang bercumbu dengan dengan wanita.
tes
tes
air mata Agatha berjatuhan, dan sekuat tenaga Agatha masuk k ruangan tersebut.
"permisi kak" ucap Agatha
sontak saja membuat Rafael dan Dinda melepaskan orangutan mereka, Dinda pun memandang Agatha dengan sinis. dan sedangkan Rafael mematung melihat Agatha menenteng makanan, dan matanya berkaca-kaca. melihat ke arah Rafael.
"maaf menggangu kak, aku mau nganterin makanan buat kak. tapi kakak kyaknya sibuk ya"ucap agtah sambil menahan air mata, kalau begitu aku permisi, dan lanjutin ajo kerjaan kakak, aku pamit. sambungan agtaha , smdebgan berlari secepat mungkin.
Agatha pun memberekan pakainya, dia tak sanggup jika terus-terusan melihat rafael bermesraan. Agatha pun pergi pulang ke rumah orang tuanya.
seminggu kemudian, Rafael pun tidak terurus lagi semenjak Agatha kabur dari rumah. hari ini Rafael pun pergi ke apartemen Dinda. tanpa sepengetahuan Dinda .
setelah tiba di depan pintu, Rafael langsung memasukan kode, karena sedari dulu Dinda tak pernah mengganti kode apartemennya.
sayup-sayup, Rafael mendengar rintihan wanita. yang berasal dari kamar, dan Rafael pun perlahan membuka pintu.
dan apa yang dilihat Rafael, kekasihnya berselingkuh di belakangnya selama ini. kini dia baru tau dan sangat-sangat menyesal karena telah mempercayai seorang wanita iblis, dan menyia-nyiakan istrinya, yang sudah merawat dan memenuhi kebutuhannya.
"hebat" ucap Rafael sambil bertepuk tangan
sehingga mengehentikan kegiatan kedua orang tersebut. dan mengambil pakaian mereka yang berperan.
"Raf, aku bisa jelasin. semua. ini nggak yang kamu bayangin raf" ucap Dinda dengan menyesak dan ketakutan
"Cih dasar ja***g, gue udah nyia-nyian Agatha demi perempuan nggak tau di untung kayak lo". umpat Rafael
mulai sekarang Lo, jangan pernah ganggu hidup gue lagi, mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa-apa.
Rafael pun pergi meninggalkan Dinda, yang menangis meraung karena penyesalannya.
Rafael pun berlari, tanpa tentu arah mencari Agatha untuk meminta maaf. atas perbuatannya selama ini, yang sudah menyakiti Agatha.
setibanya di depan rumah mertuanya Rafael mengucapkan salam, dan langsung menyalami kedua mertuanya dan menangis sambil meminta maaf.
"sudahlah nak, temui Agatha. minta maaf lh nak, jujur papa sama kecewa sama kamu".ucap papa Agatha sambil menepuk pundak Rafael .
"maaf" guman Rafael
Rafael pun berlari menuju kamar Agatha , dan melihat sang istri sedang tidur. sontak Rafael pun langsung memeluk Agatha, sehingga membuat Agatha terbangun dari tidurnya.
"beri kakak kesempatan sekali lagi hiks, Kaka menyesal, maaf hiks hiks maaf". Raung Rafael
"pergi " lirih Agatha
"nggak Kaka nggak akan pergi sebelum kamu maafin kakak, hiks maafin kakak sayang, maaf.
"lirih Rafael sambil mengeratkan pelukan nya kepada agatah, karena Agata memberontak untuk dilepaskan.
"mau apa lagi kamu, ha belum cukup kamu menyakitu ku selama ini". teriak Agatha
"nggak sayang, beri kakak kesempatan. hiks maaf, Kaka mohon " bujuk Rafael sambil mencium kening dan mata Agatha.
" hiks kakak jahat hiks" lirih Agatha
"ya sayang, kakak jahat. maaf, udah ya jangan nangis lagi. mau kan maafin kakak". bujuk Rafael
" hiks iya" ucap Agatha
"makasih sayang makasih kakak sangat bahagia, l love you my wife" ucap Rafael
"love my husband" jawab Agatha .
finish
.