Anira gadis berusia 24 tahun berasal dari kota Padang, yang sudah satu tahun menganggur setelah menyelesaikan sarjana srata satu nya .jurusan manajemen bisnis.merantau ke kota bandung.di kota ini Anira tinggal bersama kakak lelaki nya yang membuka warung makan yang lumayan besar.dan terkenal di kota Bandung.
sore itu Anira baru saja pulang dari interview dari sebuah perusahaan besar di kota Bandung.yang bergerak di bidang properti.Anira yang mengendarai sepeda motor Scoopy milik Abang nya. memang pulang agak sore karena menunggu lama giliran interview di Perusahaan tersebut.tapi di karenakan sang bos besar sedang ada halangan, tidak bisa datang.untuk menentukan keputusan final nya.terpaksa Anira belum mendapatkan giliran interview.dan di suruh kembali esok hari lagi.
ketika inara melewati hutan Pinus,jam menunjukkan pukul empat sore keadaan jalan sudah sepi dan berkabut.Anira yang belum lama di kota Bandung ini.agak merasa takut dengan keadaan sekitarnya.dia pun menancap gas lebih kencang motor nya melewati hutan Pinus.
tapi tiba-tiba saja dia di kejutkan oleh suara keras dari sebuah mobil yang tak jauh di depan nya.
mobil Pajero sport bewarna hitam itu berhenti di pinggir jalan menabrak sebuah tiang PDAM yang ada di pinggiran jalan.Anira yang sedikit takut, dengan ragu mendekati mobil tersebut.
Anira turun dari motor nya dan menghampiri mobil Pajero yang kaca mobil nya sedikit turun sehingga nampak seorang pria dewasa yang mungkin kalau Anira tebak usianya sekitar tiga puluh An.
setelah Aniara sudah mendekat dengan mobil tersebut.Anira terkejut karena pria itu nafasnya nampak tersengal sengal menatap Anira dengan tatapan nanar.
"tolong.. tolong saya" pria itu bicara lemah meminta tolong pada Anira.
"dengan memberanikan diri Anira mendekati pria itu.
"apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya Anira.
"tolong ambilkan obat saya di dalam tas saya"
ucap pria itu
"di mana tas tuan?" tanya Anira
"di bangku belakang.. tolong cepat" pinta pria itu nafasnya sudah tidak baik.
Anira dengan cepat membuka pintu mobil bagian belakang yang sudah tidak terkunci.
lalu dia mencari obat yang di maksud pria itu di dalam sebuah ras besar bewarna coklat.
tangan Anira terus mengubek isi tas tersebut mencari obat yang di maksud.dan akhirnya Anira tersenyum karena menemukan obat yang di cari.
lalu dengan cepat Anira keluar dari mobil tersebut.lalu membuka pintu mobil bagian kemudi di mana pria tampan itu duduk.
"ini tuan obat nya" Anira memberikan satu obat pada pria dewasa itu.
"air nya" ucap pria itu lemah meminta air pada Anira menunjuk sebotol air mineral yang ada di pinggiran pintu mobil.
Anira pun mengambil air meneral itu, lalu di berikan ke Pria itu.
perlahan pria itu meminum obat nya.sesaat pria itu berusaha menormalkan kembali dirinya.Anira yang masih berdiri di samping mobil.memperhatikan kondisi pria itu sedang kan pria itu membalas tatapan Anira dengan pandangan penuh arti.
Anira yang di tatap Balik oleh pria itu sedemikian rupa.gadis itu memalingkan wajahnya karena tidak nyaman di tatap seperti itu.
"baik lah tuan, seperti nya kondisi anda sudah stabil, kalau begitu saya permisi"
tapi sebelum Anira melangkah..
"tunggu, siapa nama mu" panggil pria itu bertanya nama Anira.dan gadis itu tersenyum.
"nama saya Anira tuan, kenapa tuan mau kasih saya imbalan? tapi sayang nya saat ini saya tidak butuh imbalan uang atau apapun, Karena saya lagi butuh pekerjaan.dan tentu nya tuan nggak bakal bisa kasih saya pekerjaan karena kamu itu seperti nya hanya seorang...Anira tidak melanjutkan ucapannya.dia hanya tersenyum melihat pria yang dia tebak pasti hanya seorang supir pribadi, kelihatan dekat dengan pakaian yang dia pakai hanya memakai kaos bewarna coklat polos berkerah dan celana jeans panjang.percis seperti penampilan sopir pribadi, walaupun wajah nya sangat tampan.seperti lee min ho oppa kesayangan nya.
ah,Anira apa yang kamu pikirkan sih! jadi ngelantur begini* batin Anira merasa lucu dengan imajinasi nya sendiri.
lalu tanpa bicara lagi Anira berjalan menjauhi mobil tersebut dan kembali naik ke motor Scoopy nya dan melaju kan dengan kecepatan sedang.
walaupun pria itu memanggil nya, tapi Anira mengabaikan nya.Anira berpikir.tidak ada lagi yang perlu dia lakukan, yang penting pria tampan itu keadaan nya sudah baik baik saja.
setelah tiba di rumah Abang nya Anira masuk kedalam kamar nya.
tok
tok
pintu kamar nya di ketuk
"Anira..buka pintu nya" ternyata Rizal abang nya Anira yang mengetuk pintu kamar nya.
Anira pun membuka pintu kamar nya.
"ada bang?"
"gimana interview kamu tadi?"tanya Rizal
"di tunda bang besok lagi kembali ke perusahaan itu" jelas Anira.
"loh,kok bisa gitu?"
"yah.. nggak tahu,di suruh nya gitu, jadi besok aku balik lagi untuk interview"
"ya sudah, semangat ya!" ucap Rizal memberikan semangat pada adik perempuan nya itu.
"iya bang, terimakasih doa in ya"
"pasti! sudah sana istirahat" ucap Rizal mengacak lembut rambut adik nya itu.
lalu Anira pun menutup pintu kamar nya kembali.dia kemudian melangkah menuju ke arah kamar mandi.
setelah dua puluh menit Anira keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang segar.
Anira mengambil pakaian di dalam lemari pakaian nya.setelah sudah berpakaian niat Anira ingin mencari buku novel nya di tas yang tadi dia bawa.
dan ternyata tidak ada.wajah nya panik mencari cari tas nya tersebut.tapi tidak di temukan.
kemudian tiba tiba saja dia teringat di mana tas nya itu berada.
"ya Tuhan...tas ku tertinggal di mobil orang tadi, sewaktu mencari obat karena ribet jadi tas ku aku di taruh di bangku belakang mobil itu ya Tuhan... bodoh sekali kau Anira...mana ada CV aku buat interview besok aduh gimana dong"
wajah Anira sudah seperti ingin menangis karena kebodohannya.tas nya tertinggal di dalam mobil pria tadi.
**
esok hari nya Anira sudah berada di perusahaan yang kemarin batal untuk interview dan hari ini giliran Anira untuk interview.Anira sudah berada di satu ruangan di perusahaan tersebut bersama dengan beberapa orang yang juga akan interview sama dengan dirinya.
"duh, Untung semalam aku bikin lagi CV nya tapi.. novel kesayangan ku hilang bersama dengan tas strawberry ku" wajah Anira terlihat meringis tak kala mengingat barang nya yang hilang karena tertinggal di mobil pria yang mirip oppa Lee min ho itu.
"sayang ganteng ganteng supir, tapi kalau di kasih nggak nolak juga sih" kali ini wajah gadis itu terlihat senyam senyum sendiri.
membuat gadis yang duduk di sebelah nya bertanya karena penasaran.
"kenapa kamu?"
"aku?"
"iya"
"loh emang nya aku kenapa?" jawab Anira Santai
"kamu belum interview udah stres ya?" ucap gadis yang ada di sebelah nya.
Belum lagi Anira bertanya dengan gadis itu karena ucapan nya yang aneh pada nya.
gadis itu sudah beranjak karena di panggil ke dalam mendapat giliran interview.
"sembarangan kalau bicara tuh orang"gumam Anira tak terima.satu persatu orang yang ada di ruangan itu di panggil ke dalam untuk interview.dan akhirnya tiba giliran nya.
"nona Anira Zahra?" panggil seorang wanita memanggil namanya.
"iya saya"jawab Anira kemudian dia berdiri dari duduknya, berjalan masuk ke dalam ruangan untuk interview.
Anira pun masuk ke dalam ruangan itu.betapa terkejut nya setelah Anira berada di dalam ruangan itu.
"tuan?" ucap Anira melihat seorang pria tampan yang dia kenal.pria yang dia tolong kemarin.dan satu orang wanita paruh baya berada di ruangan itu.
pria itu hanya tersenyum tipis melihat Anira yang nampak bingung.
Anira celingukan seperti mencari sesuatu.
"apa yang kamu cari?" tanya pria itu.
"saya nggak salah ruangan kan tuan"
"maksud mu?"
"tuan yang mau interview saya?" tanya Anira masih mode bingung.
"iya, kenapa?"
"tuan kerja di sini?" tanya Anira lagi.dan itu membuat wanita paruh baya yang ada di sebelah pria itu mengulum senyum nya.
"ah, nggak apa-apa, jadi tuan kerja di sini ya" ucap Anira dengan polosnya.
"kamu ingin imbalan satu pekerjaan kan? saya akan memberikan nya"ucap pria itu.
"eh, itu saya cuma bercanda tuan, karena saya lagi kesal ajah" elak Anira
"kesal kenapa?"
"ya, saya sudah capek-capek kemarin nunggu untuk di interview eh, ternyata di tunda, mana sudah sore..kan saya baru di kota ini jadi takut kalau pulang kesorean lewat hutan Pinus.Anira sedikit curhat.
pria itu pun tersenyum tipis melihat tingkah gadis itu.
"tapi sepertinya memang Tuhan mengirim kamu supaya pulang Sore dan bertemu saya kemarin.coba kalau saya tidak cepat cepat di tolong entah apa yang akan terjadi.dan Untung lah kamu pulang ke sorean kemarin.dan sekarang saya akan memberikan kamu kerja, sebagai assisten saya" ucap pria itu dengan jelas.
"apa assisten tuan? emang nya tuan ini kerja nya apa di sini?"tanya Anira terkejut bukan main.
"aku pemilik perusahaan ini Anira..nama ku Ricard Hendrawan.presedir perusahaan ini"
mata Anira terasa mau keluar mendengar ucapan pria tampan bak oppa Lee min ho yang menyebut dirinya sebagai pemilik perusahaan yang dia datangi.
sedangkan pria tampan itu hanya tersenyum simpul menatap Anira dengan tatapan penuh arti.dan Ricard melirik ke arah wanita paruh baya yang ada di sebelah nya.
"dan ini tas dan novel mu, rupanya kamu penggemar genre romantis ya" ucap Ricard tersenyum tipis memberikan tas dan novel Anira yang tertinggal di mobil nya kemarin.
"bagaimana mom? cantik kan?" ucap Ricard pada wanita paruh baya itu yang ternyata mommy nya yang sengaja di ajak ke perusahaan untuk meng interview Anira untuk jadi assisten di perusahaan nya, sekaligus untuk assiten untuk masa depan nya.dan anak anak nya kelak.
dan Anira tidak pernah menyangka dengan nasib nya.karena ternyata orang yang dia tolong kemarin ada lah bos perusahaan tempat dia melamar pekerjaan.bahkan bukan hanya pekerjaan nya saja yang dia dapatkan tapi pemilik perusahaan nya pun Anira dapatkan kan.
itulah nasib, tidak ada yang tahu nasib seseorang yang sudah Tuhan atur dan tidak ada yang bisa merubah nya. no one!
_TAMAT_