kringggggggggg!⏰.
Terdengar suara jam yang sangat kencang hingga membangunkan seorang wanita cantik dengan wajah mengantuknya...
“Huftt... Morning sya, bangun kerja lagi bangun kerja lagi”nyanyi nya sambil membereskan tempat tidur.
Adisya namanya, dia tinggal di kontrakan kecil karena hanya tinggal sendirian. Kesehariannya berputar dirumah dan tempat kerja, selain itu hanya indomaret atau mini market yang dia kunjungi sesekali. Adisya bekerja di perusahaan BaqriCrop , dimana dia akan bekerja dari pagi hingga sore hari.
Jam menunjukkan pukul 07.30 , Adisya sudah siap untuk bekerja. Hingga tiba-tiba diperjalanan dia melihat seorang pria yang tergeletak dijalan, dia pun segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Adisya menghabiskan waktu 10 menit hanya untuk menuju rumah sakit, setelah itu dia tidak langsung pergi ke perusahaan karena merasa tidak tega meninggalkan pria ini sendirian bagaimana pun dia yang membawanya kemari. 10 menit berlalu, Adisya masih setia duduk menunggu pria itu tersadar, dokter mengatakan pria itu mengalami sesak nafas sebelum akhirnya jatuh pingsan.
Tringg!📲📞
Ponsel Adisya berdering, dia pun segera mengangkatnya.
“Ada apa Sheila?”
“...”
“Ah ya Tuhan, bagaimana bisa aku lupa kalo hari ini ada kunjungan dari bos keperusahaan”
“...”
“Oke aku segera kesana”.
“Ah bagaimana ini, aku harus segera ke kantor” ucap Adisya gelisah “Semoga kamu baik-baik saja ya tuan,saya harus pamit pergi dulu”lanjutnya sambil menepuk tangan pria itu pelan lalu berjalan keluar dari ruangan.
Adisya menemui dokter untuk memberi pesan bahwa keluarga pasien akan segera datang, setelah sebelumnya memberanikan diri untuk mencari ponsel pria yang ditolong nya,terlihat beberapa panggilan tak terjawab Adisya pun menelpon nomor itu menggunakan ponselnya dan segera memberi kabar. Lalu dia pun bergegas pergi keperusahaan.
“Sheila, apa aku terlambat” tanya Adisya dengan nafas naik turun akibat berlari.
“kau terlambat 5 menit nona, jangan ulangi lagi” jawabnya sambil melihat kearah jam tangan.
“Apa pak Baqri sudah datang?”
“Bukan pak Baqri yang kesini, tapi putranya...” ucap Sheila girang “Ah putranya pasti sangat tampan”lanjutnya sambil senyum-senyum sendiri.
“ngomong-ngomong soal tampan, pria tadi tampan juga... ah kenapa aku malah memikirkan tampangnya, kondisinya sekarang bagaimana ya?apa dia sudah siuman”batin Adisya.
“Woyyy!malah ngelamun ni bocah”
“ah sorry, apa dia sudah datang?”
“harusnya sih sudah, tapi kenapa tidak kelihatan ya”jawabannya sambil celingukan.
tiba-tiba tangan kanan pak Baqri datang, dan mengabarkan jika putra bos nya tidak bisa datang karena suatu alasan... seluruh karyawan pun kembali ketempat nya masing-masing dengan wajah karyawan wanita yang kecewa, padahal mereka sangat penasaran dengan wajah putra tunggal bos yang tidak pernah kelihatan disetiap acara apapun.
waktu pun berlalu, seluruh karyawan pun pulang kerumah nya masing-masing. Sudah seminggu setelah kejadian itu, Adisya terus menjalani kehidupan nya yang datar sama seperti hari hari sebelumnya. Hanya saja seminggu ini ada tambahan pikiran yang dibawanya, ya kondisi pria asing waktu. Adisya yang hidup sebatang kara, hanya memiliki seorang teman yaitu Sheila memang mudah perduli dan bersimpati dengan orang orang yang memerlukan bantuan.
Hari minggu pun tiba, yang berarti Adisya bisa beristirahat seharian dirumah karena hari ini hari libur. Kegiatan rutin Adisya yaitu membersihkan rumah seminggu sekali tiba-tiba terganggu dengan suara ponsel, menampilkan nomor yang tidak dikenal.
[POV ADISYA]
“Siapa ya?” batin ku sambil memandang ponsel yang terus berdering, aku pun memilih tidak memperdulikan nya.
Namun telpon itu terus berdering, hingga pada dering ke 5 aku pun mengangkatnya.
“Hallo, maaf mengganggu apa kita bisa berbicara sebentar?”tanya seorang pria dengan sopan
“Maaf sebelumnya tapi anda siapa ya?”
“Ah iya, saya Ammar. Sebelumnya saya sangat berterimakasih karena anda telah menolong saya hari itu”
“Maaf mengganggu waktu pagi anda”lanjutnya
“Ah ya saya harap anda baik-baik sekarang, maaf saya tidak bisa menunggu hingga keluarga anda datang”
“Tidak masalah, apa kita bisa bertemu hari ini? saya akan mentraktir apapun yang kamu mau sebagai rasa terimakasihku” ucapnya mulai tidak terlalu formal, membuat ku bingung harus menanggapinya bagaimana.
“Terimakasih atas tawaran nya, saya membantu anda dengan ikhlas memang kebetulan saya yang menemukan anda jika pun orang lain yang diposisi saya pasti akan melakukan hal yang sama”
“Bukan begitu, tapi nona...?”
“Adisya”
“Ah iya nona Adisya, hanya saja aku merasa tidak nyaman jika hanya berterimakasih lewat telpon...”
“Baiklah, anda mau bertemu dimana?”
“Terimakasih Nona, aku akan men share lokasi nya sebentar lagi... nona tenang saja, aku bukan orang jahat dan bisakah kita tidak menggunakan bahasa yang formal dan kaku?”
“Eh itu, okeyy akan saya usahakan dan tuan panggil saya Adisya saja”
“panggil aku Ammar juga kalo begitu” dapat ku dengar dia agak terkekeh pelan.
Setelah berbicara sebentar, akupun menutup telponnya karena harus bersiap untuk makan siang di tempat yang sudah Ammar pilih. Sesampainya disana dapat kulihat Ammar begitu tampan dengan baju casualnya, karena pada hari itu Ammar memakai pakaian kantor. Aku pun mulai merasa bimbang...
“Ya ampun, ada apa denganku kenapa aku jadi deg deg an gini ya... Apa aku jatuh hati padanya?secepat ini?Apa aku kembali saja ya toh Ammar tidak mengenal ku, tapi kasian juga jika dia harus terus menunggu disini”setelah melewati pergulatan batin akupun berjalan kearahnya.
“Hallo tuan Ammar, selamat siang”
“Selamat siang juga nona Adisya, senang akhirnya bisa bertemu dengan mu” jawabannya sambil mempersilahkan ku duduk, jangan lupakan senyum manisnya dan suara lembut nya
“Dia begitu manis, aku bisa tergila-gila dengan cinta bertepuk sebelah tangan ini ya tuhan... kamu terlalu menutup diri selama ini Adisya, baru juga bertemu dengan seorang pria kamu dengan mudahnya jatuh cinta”batinku sambil duduk.
Hari itu kami lewati dengan mengobrol ringan seputar tempat dan makanan favorit, entah kenapa topik kami malah mengarah kesana. Kami menyukai hal hal yang berbeda, tapi itu membuat kami tampak excited mendengar kan tentang hal lain yang masing-masing dari kami tidak tahu.
Setelah hari itu, kami kembali kerutinitas masing-masing. Terkadang Ammar sesekali menelpon dan menanyakan kabarku, begitupun denganku hanya saja aku tidak pernah menelpon lebih dulu.
Tidak terasa 2 minggu berlalu, aku dan Ammar tidak pernah bertemu lagi dan sudah seminggu Ammar tak pernah menelpon ku lagi. Jujur saja aku memang tertarik padanya, dan kini aku merasa sangat rindu. Aku sadar, perasaan ku hanya bertepuk sebelah tangan dan Ammar bukan pria yang dapat kugapai mendengar dari tempat favorit nya yang rata rata diluar negeri dan makanan favorit nya cukup untukmu membayar kontrakan ku beberapa bulan, itu sebab nya aku berusaha keras untuk menyembunyikan ketertarikan ku.
Hari ini perusahaan mengadakan acara besar-besaran yang membuat kami sibuk seminggu ini, pak Baqri akan secara eksklusif memperkenalkan sekaligus mengangkat putranya sebagai pemilik BaqriCrop yang baru.
Acara pun dimulai, banyak tamu dan wartawan yang hadir. Namun bukan itu yang menjadi pusat perhatian ku, tetapi kehadiran Ammar lah yang benar-benar membuat ku terkejut dan keterkejutan ku bertambah ketika Pak Baqri memperkenalkan nya sebagai bos kami yang baru.
“Benar kata orang, cinta pertama selalu gagal”batin ku menggalau. Sepanjang acara aku selalu berusaha menghindar darinya, entahlah tapi aku merasa sudah cukup melihat nya dari jauh dan bersikaplah seperti atasan dan bawahan lupakan segala perasaan.
Malamnya, aku begitu terkejut ketika Ammar menghubungi ku. Aku terus meyakinkan diriku untuk mengabaikan nya dan harus bisa melupakan perasaan ku padanya...
ting!📲📩.
“Hey?apa kamu marah?Sorry seminggu ini aku selalu dibuat sibuk oleh ayahku, itu sebabnya aku tak sempat menghubungimu” isi pesan pertamanya kepadaku.
“Maafkan aku, bisakah kita bertemu?”isi pesannya lagi
“Maaf Ammar, aku tidak bisa mungkin lain kali”
“Ah baiklah, selamat beristirahat”.
Aku pun menutup ponselku tanpa membalas pesannya.
semenjak kehadiran Ammar di kantor sebagai bos, membuat hari hari ku terasa berat karena aku harus berusaha agar tidak bertemu denganya...
setiap hari Ammar menelpon ku dan mengirimi ku pesan,namun tekad ku sudah bulat untuk tidak merespon nya. Sungguh aku sangat takut perasaan ku semakin dalam dan membuat ku suatu saat tak tahan tak mengungkapkan cinta sepihak ini jika bertemu dengannya setiap hari,aku ingin sekali bisa bersikap normal kepada Ammar seperti karyawan lainnya meskipun begitu aku tak pernah menyesali perasaan ku padanya.
••••
“Jika aku kesana, mau tidak mau aku akan bertemu dengan Ammar... bagaimana ini apa aku harus menghadapi nya, ya ampun Adisya inilah alasan sebuah perusahaan tidak memperbolehkan karyawan nya memiliki hubungan, dan sekarang kamu malah jatuh cinta pada boss langsung ah aku benar-benar sudah gila”
Malam ini ada acara makan malam bersama bos dan karyawan lainnya, untuk merayakan keberhasilan suatu proyek.
Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak datang dan berasal sedang tidak enak badan pada Sheila, aku benar-benar merasa tidak siap jika harus bertemu Ammar dengan perasaan ku sekarang.
kini jam menunjukkan pukul 21.30 , aku masih tidak bisa tidur padahal sebelum nya aku berniat untuk tidur lebih awal malam ini, aku benar benar merasa hari hariku belakang an begitu berat dan menguras emosi jiwa. Harusnya aku bahagia karena bisa bertemu dengan pria yang kucintai setiap hari, tapi karena rasa insecure membuat aku terpaksa menyulitkan hidupku sendiri dengan selalu menghindari nya.
Ketika sedang asyik menonton YouTube,tiba-tiba aku dikejutkan dengan panggilan telpon dari Ammar. Ingin sekali aku mengangkat dan berbicara padanya meluapkan rasa rinduku, namun mengingat aku harus melupakan perasaan ku pada Ammar secepatnya membuatku lagi lagi terpaksa mengabaikan kannya ..
Ting!📲📩.
“Adisya, ku mohon jangan mengabaikan ku”
“Jika aku ada salah, dan kamu marah.. aku minta maaf, kita bisa bicarakan ini baik-baik bukan?” pesannya lagi.
Lama ku terdiam, ketukan pintu membuat ku tersadar dari lamunan panjang ku.
“Ammar!”Ucapku terkejut ketika melihat siapa yang mengetuk pintu.
“Ikut aku...”Ucapnya menarik tanganku dan membawa ku kesebuah taman tak jauh dari kontrakan.
Sesampainya disana, dia langsung duduk disebuah kursi taman denga ekspresi tak tertebak. Aku yang masih merasa terkejut memilih diam dan duduk disebelah nya. Lama sama-sama diam, akhirnya Ammar membuka suara.
“Aku tau kamu menghindari ku...”
“Aku juga tau kamu salah satu karyawan diperusahaan ayah, apa itu yang membuat mu menghindariku?”tanya nya sambil mengalihkan pandangannya langsung masuk ketetapan mataku.
Aku terkesima menatap mata yang begitu mempesona dengan tatapan sendunya, sejenak aku melupakan dia sedang mengajakku berbicara hingga tiba-tiba tangannya memegang tangan ku... aku pun tersadar dia sudah duduk menyamping menghadapku.
“Adisya, aku merasa begitu kesal karena kamu terus mengabaikan ku. Aku selalu berusaha menahan diri untuk tidak menemui dan memeluk mu secara langsung dikantor karena rasa rinduku tetapi aku tidak ingin membuat mu merasa semakin tidak nyaman, jadi aku berusaha membuatmu tetap tenang dan selama dikantor tapi yang kudapatkan malah semakin hari semakin kamu menghindari ku”
“dia ingin memelukku?hah!?”batinku semakin kacau, dapat kurasa jantungku berdegup kencang.
“Adisya.. apa kamu mendengarkan ku?”tanyanya begitu lembut.
“Lihatlah wanita mana yang tidak akan jatuh cinta pada pria seperti Ammar”tanpa sadar aku terus berbicara dalam hati tanpa menjawab pertanyaan nya
tiba-tiba...
cup!
sebuah kecupan mendarat dipipi kanan ku, membuat mataku membulat sempurna menatapnya
“Teriak tidak teriakkk tidakkk!!!!”batinku panik dan senang sekaligus
“ah akhirnya kamu menatapku dengan sadar” ucapnya lalu tersenyum
“Sorry Ammar, kamu tadi berbicara apa?” tanyaku dengan tersenyum kaku... “maluuu sekaliii”batinku berbicaralah.
“Aku mencintaimu”ucapnya yakin
Blush!ah aku tidak tau aku masih bernafas tidak bernafas tidak... kerang ajaib tolong aku. batinku dengan segala pikiran random nya.
“Adisya, apa kamu mau menerima cintaku?”tanya dengan menggenggam erat tangan ku.
tak sanggup berbicara, akupun hanya menggangguk bahagia.
sungguh aku terjebak dalam cintanya, Cinta Tuan Ammar Boss tampanku♡.
END.