Death Match merupakan waktu deadline yang sangat menguras tenaga, waktu dan pikiran yang mana waktu kurang dari seminggu sebelum perilisan game.
Dan, aku bekerja disana yang mana aku juga belum pulang selama tiga hari lantaran aku harus lembur. Namaku Ari dan aku bekerja di bagian Programmer dan bug. Meski pekerjaan ku hanya duduk dan berhadapan dengan komputer namun, pengetikan kode dan pembuatan desain sungguh melelahkan.
Walaupun begitu, aku selalu memiliki semangat terutama saat melihat kepala tim programmer, Clara. Wanita yang sangat mandiri, pintar, tegas dan cantik. Meski, dia terlihat galak dan dingin namun, aku tahu bahwa dia wanita yang lembut juga ramah kepada orang-orang didekat nya tidak hanya itu saja Clara sosok wanita yang lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri.
Hari pun semakin dekat dan waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi. Semua karyawan sudah mengeluh lantaran projects nya yang selalu minta diulang oleh direktur dan mereka sendiri sudah kelelahan termasuk aku.
Setelah beberapa lama, Clara pun masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi kecewa dan permintaan maaf kepada bawahan nya. Semua bawahan nya pun sontak mengeluh dan meneror Clara.
Aku yang melihat Clara sedang kebingungan sontak aku mengambil inisiatif untuk mengantikan tugas yang belum selesai dan menyelesaikan nya.
Semua Karyawan sontak senang lantaran pekerjaan program yang belum selesai teralih oleh ku tapi tidak dengan Clara. Dia merasa khawatir kepada ku.
Aku pun hanya memberikan senyuman dan menyakinkan nya. Setelah beberapa lama, aku pun berhasil mengerjakan nya dan kami pun bisa pulang.
Ditengah malam, aku pulang sendiri dan ditengah perjalanan aku melihat ada seorang wanita yang sedang dikerumuni oleh preman.
Melihat itu, aku pun memaksakan diri untuk menolong nya meski aku tidak mempunyai kemampuan bela diri.
Aku hanya menarik dan membawa nya kabur dari kerumunan preman. Lalu, para preman mengikuti mereka dan Aku pun terus melihat ke depan seraya mencari tempat bersembunyi.
Setelah berhasil menemukan tempat bersembunyi dan para preman itu pergi. Aku sontak menoleh kearah wanita yang kuselamatkan dan aku terkejut lantaran Orang yang telah Kuselamatkan ternyata Bos ku, Clara.
Sejak kejadian itu, hubungan aku dan Clara semakin dekat dengan perilisan game yang berjalan lancar.
Setelah beberapa lama Aku dan Clara menjalin hubungan. Lalu, Kami pun menikah.