Sore Menjelang malam. {08:25 PM}
Waktu itu Aku sedang dalam perjalanan pulang kerumah untuk makan karena sedari pagi aku hanya makan tiga potong roti saja, seusai menjenguk adikku satu²nya yang kini sedang dirawat di RS XXXX. Aku hanya tinggal berdua dengannya, Ibuku meninggal 3 hari setelah adikku lahir. Sedangkan Ayahku Telah meninggal pasca kecelakaan 9 tahun yang lalu. Sebelumnya perkenalkan nama ku jiazi luse aku baru berusia 21 tahun 3 hari yg lalu. Dan adikku bernama Qiuxi Ruse dia berumur 11 tahun bulan depan.
Ditengah perjalanan pulang, saat aku melewati gang² kecil yg sepi, aku mendengar suara minta tolong dari dalam gang, awalnya aku kira itu hanya halusinasi ku saja tapi seusai mendengar suara itu berkali kali aku mendatangi asal suara itu.
Sesampainya disana, aku terkejut melihat seorang pria yang terlihat sekitar 26 tahun terluka parah tapi aku sedikit kagum, dengan luka yang begitu parah dia masih bisa sadar.
Aku mendekati pria itu, aku merobek kain lengan pakaianku yang lumayan panjang dan ku lilitkan ke lukanya yg terbuka. Dia awalnya menolak untuk diobati tetapi beberapa saat setelah ia menolak ia jatuh pingsan, mungkin karena sudah tidak sanggup menahannya lagi.
Seusai kain itu dililitkan aku segera membawanya ke rumah sakit terdekat guna memeriksa luka pria yg ku tolong itu.
(Rumah Sakit XXX)
Didalam RS setelah masuk aku langsung dihampiri seorang perawat. Dia memintaku untuk mengikutinya ke UGD dan menyuruhku menunggu hasil pemeriksaan. Beberapa saat kemudian dokter yang memeriksa pria itu keluar dari R.UGD
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanyaku
"Dia hanya terluka parah diluar, sedangkan untuk luka dalamnya tidak terlalu parah 3 hari lagi dia akan sadar. Tetapi tidak diizinkan banyak aktivitas terlebih dahulu karena kondisi tubuhnya yg parah. Dan apakah kamu keluarga pasien?" Ujar dokter bername tag Dr.Yazra
"Bukan dok saya bahkan tidak mengenalnya, saya menemukan dia di sebuah gang sepi dan dia sudah terluka begitu parah saat aku menghampirinya yg tergeletak dipinggir jalan gang itu" Ujarku jujur
"Dan apakah saya boleh pulang?" Tanyaku
"Ya, baiklah dan untuk keluarga pasien nanti biar saya yang mengurusnya" ujar Dr.Yazra
"Terima kasih" Ujarku lalu pergi pulang kerumah.
(1 bulan kemudian)
Pagi ini aku senang sekaligus sedih, Adikku sudah sadar dan mendingan tetapi tidak diperbolehkan pulang karena belum membayar administrasi.
Aku juga sudah berkali kali mencari lowongan kerja tapi tidak ada satupun toko yang menerimaku bekerja karena sebelumnya aku tidak memiliki pengalaman bekerja juga aku hanya memiliki ijazah SMA.
aku hampir putus asa. Tapi saat aku mendengar sebuah perusahaan memiliki lowongan kerja aku ingin mencoba lagi siapa tahu aku diterima.
Dan Yeah akhirnya diterima juga walau aku hanya diterima sebagai OG, tapi tak apalah yang penting kerja dapat gaji dan bisa membayar administrasi.
#Skip
1 Minggu telah berlalu semua baik baik saja sama seperti biasanya
Tetapi hari ini menurut desas desus pemimpin perusahaan akan datang dan pemimpin itu sangat tampan tetapi dingin juga tak tersentuh menurut rumor yang beredar di perusahaan. Dan Ini kali ketiga Pemimpin datang ke perusahaan, terakhir kali ia datang 5 tahun yang lalu.
Saat aku tengah membersihkan dapur tiba tiba ada seorang Wanita menghampiriku dia sama halnya denganku seorang OG hanya dia dibagian bersih².
"Jia kamu dipanggil pemimpin keruang CEO" Ujarnya seusai sampai didekatku.
"Baik aku segera kesana" Ujarku lalu pergi keruang CEO menurut wanita itu. Wanita itu salah satu rekan kerjaku dia bernama Zeellura.
(R.CEO)
Sesampainya di ruang ceo aku mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk
'masuk' titah orang didalam ruangan
Ceklak! (Suara pintu)
Terlihat seseorang sedang sibuk dengan berkas berkas dimeja dan seseorang itu tak lain ialah sang CEO perusahaan tempatku bekerja. Jujur saat ini aku gugup karena ini pertama kalinya aku dipanggil.
"Jiazi Luse betul?" Tanyanya dengan nada dingin tanpa melihat kearah ku
"Betul pak" Ujarku menunduk
"Kamu bikinkan saya kopi jangan terlalu manis juga jangan terlalu pahit juga" ujarnya
"Baik pak" Ujarku menunduk lalu pergi guna melaksanakan perintah dari pemimpin.
Diruang dapur aku bertemu Zeellura lagi dia menanyakan ku perihal aku dipanggil, "Luse kamu ada urusan apa sehingga dipanggil oleh pemimpin?" Tanyanya
"Tidak ada pemimpin hanya menyuruhku membuatkan secangkir kopi hangat untuknya" Ujarku
"Oalah begitu ternyata, syukurlah ku kira kamu ada masalah" ujarnya
Seusai percakapan singkat aku membawa secangkir kopi yang sudah ku buat ke R.CEO
Tok! Tok! Tok!
'masuk'
''kemarikan kopinya" ujarnya
Aku meletakkan kopi dimejanya ketika aku mengangkat kepalaku tanpa sengaja aku melihat wajah Pemimpin dan...
Ternyata....
Sama persis! Dia sama persis dengan orang yang aku tolong 1 bulan yang lalu. Ternyata yang dikatakan rumor itu benar dia sangat tampan ralat! Terlewat tampan. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Ternyata Orang Yang Ku selamatkan adalah atasanku!
Aku menundukkan kembali kepalaku dan meminta izin untuk melanjutkan pekerjaanku
"Tunggu!" Serunya ketika aku hendak keluar pintu
"I-iya pak?" Ujarku menunduk takut membuat kesalahan lalu dikeluarkan, bagaimanapun menurutku susah mencari pekerjaan itu.
"Aku sudah mencarimu sedari dulu Nona Luse. Apakah kau yakin tidak pernah bertemu denganku? Dan Dari yang ku lihat gelagatmu seolah olah meyakinkan ku bahwa kita pernah bertemu" Ujarnya
DEG!
dan untuk pertama kalinya pemimpin mengucapkan kalimat terpanjang dengan nada yang tidak dingin! Mengejutkan!
"S-saya.." Ucapanku terpotong oleh ucapannya
"Sebelumnya perkenalkan saya Zafariel Afrizal Lurtya kamu bisa memanggilku Rizal, jangan memanggilku dengan sebutan bapak! Apakah saya setia itu?" Ujar Mr. Rizal
"T-tapi bapakkan atasan saya, saya tidak sopan hanya memanggil bapak nama" Ujarku menunduk
"Yasudah senyaman nya kamu saja asalkan jangan panggil saya bapak! Saya bukan bapak kamu" ujar Mr.Rizal
"Baik Gege" Ujarku menunduk
"Nah begitu dong, dan jangan menunduk lagi. Sini mendekatlah" Ujar Mr. Rizal
Aku hanya menurut saja. Tiba tiba sesampainya aku didekatnya dia menarik pergelangan tanganku dan memberiku sebuah....
Cincin?
Tunggu! Ini... Apa maksudnya?! Tapi biarlah lagi pula cincin ini sepertinya bukan cincin biasa karena ....
aku tak bisa melepaskannya!
Melihat aku berusaha melepaskan cincin itu Mr.Rizal berkata, "Kamu tak akan bisa melepas cincin itu karena hanya aku yg bisa melepaskannya" ujarnya.
"K-ke-kenapa kamu memberiku cincin ini?" Tanyaku
"Sini Ikut Aku" Ujar Mr.Rizal menarikku keluar menuju aula dan menyuruh semua karyawan maupun petugas berkumpul.
Bisa didengar bisikkan yang berisi kebingungan dimana mana sehingga membuat aula ramai.
"PERHATIAN! ADA YANG INGIN SAYA SAMPAIKAN! MULAI HARI INI NONA LUSE AKAN MENJADI ASISTEN PRIBADI SAYA, SEKALIGUS CALON ISTRI SAYA! JADI... KALIAN HARUS MENGHORMATINYA SEBAGAIMANA KALIAN MENGHORMATIKU!" Ujar Mr.Rizal tegas dengan nada dinginnya
Deg!
Aku terkejut dengan ujaran Mr.Rizal, seolah olah mengerti ia menoleh ke arahku.
"Jangan terkejut, dengar, dari awal kita bertemu aku jatuh hati denganmu, aku menyukaimu, dan teramat sayang padamu, untuk adikmu dia sudah diantar pulang oleh pengawal ku, so, Will You Marry Me?" Ujar Mr.Rizal lembut sembari tersenyum hangat.
Aku mengangguk sebagai respon bagaimanapun aku juga menyukainya dan aku merasa nyaman didekatnya.
#Tamat.
Mohon maaf klo gaje+banyak kesalahan