Hari ini pekerjaan di kantor ku banyak sekali. Aku sampai lupa waktu menyelesaikan pekerjaan ku ini. Sampai tak terasa hari pun sudah malam.
Ku lihat lah jam yang ada di dinding ruangan ku. Sudah menunjukkan pukul 21.30 Wib.
"Ya ampun udah jam setengah sepuluh malam, ko nggak kerasa ya. Padahal tadi aku liat baru jam tiga sore. Lah ini udah jam segini. Hem... gimana nih, udah malem lagi. Tapi kerjaan ku belum selesai." kata ku berbicara pada diri ku sendiri.
Aku lalu terdiam sejenak untuk memilih antara pulang ke rumah atau melanjutkan pekerjaan ku ini.
Setelah cukup lama terdiam akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pekerjaan ku di rumah saja atau nggak besok pagi aku lanjutkan lagi di kantor.
Berhubung aku juga udah ngantuk kalau misalnya dilanjutin juga yang ada pekerjaan ku malah tak sesuai dengan harapan ku nanti nya.
Maka dari itu aku pun memutuskan pulang ke rumah. Tapi sebelum pulang alangkah baiknya peralatan yang ku gunakan barusan aku beresin terlebih dahulu agar enak untuk di pandang.
Sekitar lima menit akhirnya aku telah selesai membereskan meja kerja ku. Aku lalu mulai mengambil tas ku dan mulai melangkahkan kaki menuju motor ku.
Tap... tap...
Suara langkah kaki yang keluar dari diri ku saat aku telah keluar dari ruangan ku dan melangkah mendekati motor ku.
Saat telah sampai di motor ku. Aku mulai menaiki motor ku dan bersiap untuk menjalankan motor ku.
Namun, belum sempat aku menjalankan motor ku. Tiba - tiba ada seseorang yang naik di bagian belakang motor ku. Membuat aku merasa kaget dengan semua itu.
"Aduh ya ampun siapa lagi ini yang naik motor ku tiba - tiba. Bikin kesel aja sih." kata ku yang secara spontan keluar dari bibir ku untuk seseorang itu.
Karena tak ada jawaban dari orang tersebut akhirnya membuat aku menolehkan badan untuk melihat siapa orang tersebut.
Saat aku telah melihat orang tersebut. Betapa terkejutnya aku melihat seorang laki - laki berparas tampan, berkulit putih dan berbadan tegap dan tinggi ada di atas motor ku.
Aku awalnya sempat terpesona melihat wajah orang tersebut. Tetapi akhirnya aku pun tersadar bahwa sikap orang tersebut sungguh keterlaluan.
Karena ia dengan santainya langsung naik ke atas motor ku tanpa permisi sama sekali pada ku. Hanya sekedar meminta tumpangan untuk membantunya pun tak ada sama sekali untuk ku.
Membuat aku langsung berkata pada orang tersebut dengan sikap dingin dan acuh.
"Em... pak maaf saya bukan tukang ojek. Kenapa bapak langsung naik ke motor saya?" kaya ku pada laki - laki itu.
"Ya saya tau kalau kamu memang bukan tukang ojek. Tapi karena saya lagi butuh tumpangan dan kebetulan kamu juga sendiri jadi saya ikut sama kamu aja. Emang nggak boleh ya saya ikut kamu." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku.
"Menurut bapak saya harus kaya gimana? kalau mendapatkan orang seperti bapak yang langsung naik aja ke motor saya tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu dari saya." kata ku pada laki - laki itu.
"Em... biasa aja nggak perlu di ambil pusing. Ya udah langsung nyalain deh motornya. Dan ya anterin saya ke jalan mawar nomor 7 oke." kata laki - laki itu menjawab ucapan ku sambil menyuruh ku juga.
"Apa? nggak salah pak ko jadi bapak yang atur ya" kata ku menjawab ucapan laki - laki itu.
"Jangan banyak tanya ntar ke maleman lagi. Ayo cepat anterin saya." kata laki - laki itu lagi pada ku.
"Ih... nyebelin banget sih" kata ku pada laki - laki itu.
"Jangan berkata yang aneh - aneh saya di belangkang kamu masih bisa mendengarkan apa yang kamu ucapin" kata laki - laki itu lagi pada ku.
Tanps menjawab lagi ucapan laki - laki itu. Aku pun langsung menjalankan motor ku menuju tempat yang di sebutkan oleh laki - laki itu.
Setelah sampai di tempat yang di ucapin laki - laki itu. Ia pun langsung turun dari motor ku dan masuk begitu saja ke rumah nya tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali pada ku.
"Eh... ya ampun langsung masuk aja. Ckckck.... sabar Riska sabar" kata ku pada diri ku sendiri.
Setelah itu aku pun langsung menjalankan lagi motor ku menuju tempat tinggal ku.
Malam pun telah berlaku dan pagi pun telah tiba. Aku mulai bergegas untuk pergi ke kantor ku. Karena aku pulang hampir jam 22.30 Wib karena mengantarkan laki - laki yang semalam.
Akhirnya membuat aku harus bangun sedikit siang dari biasanya. Dan saat aku telah sampai di kantor aku ternyata terlambat 5 menit datang ke kantor.
Dengan pasrah akhirnya aku pun mendapatkan panggilan untuk menemui boss ku untuk memberitahukan alasan ku karena telat datang ke kantor.
Dengan ragu aku mulai membuka pintu tersebut. Setelah ku buka ternyata tak ada siapa pun di sana membuat aku bingung sendiri di buat nya.
"Lah katanya di suruh ke sini ko nggak ada siapa - siapa ya. Dan katanya boss di kantor juga baru. Em... buat aku bingung siapa ya kira - kira boss nya. Terus orangnya galak nggak ya. Aku kasih alesan apa ya telat datang ke kantor." kata ku di dalam hati ku
Di saat aku sedang berbicara dalam hati ku. Tiba - tiba terdengar suara seseorang di dalam ruangan itu.
"Nona Riska Aprilia. Apa anda masih mengenali ku"
"Ya ampun orang yang semalam lagi" kata ku di dalam hati ku.
"Em... iya bapak yang semalam itu kan. Eh... iya kenapa bapak ada di sini" kata ku pada laki - laki itu.
"Menurut mu kenapa aku ada di sini dan sekarang aku sedang duduk di sini."
"Em... saya nggak tau pak"
"Oh gitu ya, ya udah biar saya kasih tau kalau saya ini adalah boss baru di kantor ini."
"Gawat orang yang semalam aku selamatkan rupanya bosku. Aduh gimana nih? mana semalem aku bicaranya nggak sopan lagi. Em... mati aku bisa - bisa aku..." kata ku di dalam hati ku.
"Nona Riska kenapa anda diam saja? Oh iya tadi katanya anda telat datang ke kantor ya. Berapa menit anda telat datang ke sini."
"Em... nggak papa ko pak, saya kaget aja tadi. Kalau ternyata bapak ini adalah boss saya. Em... maaf pak saya datang terlambat lima menit tapi saat janji nggak akan ulangi lagi pak. Tolong ya pak jangan pecat saya karena ucapan saya semalem sama bapak, saya minta maaf."
"Kenapa harus minta maaf. Kamu nggak salah ko karena yang salah saya, maaf ya semalem saya langsung duduk di motor kamu dan saya lupa bilang makasih karena kamu telah mengantarkan saya semalem."
"Iya pak nggak papa"
"Ya udah sekarang kamu kembali lagi aja ke ruangan mu untuk melanjutkan pekerjaan mu itu"
"Bentar deh pak, ini kenapa saya nggak di kasih hukuman pak karena telah datang ke kantor, ko saya langsung di suruh bekerja lagi."
"Emangnya kamu nggak mau saya nggak kasih hukuman atau mau saya kasih hukuman."
"Eh... jangan - jangan pak, kalau gitu makasih pak saya langsung permisi untuk lanjutin pekerjaan saya. Terimakasih pak."
"Hem"
"Selamat... selamat... untuk nggak di kasih hukuman."