Kenalkan nama ku Rara, aku adalah seorang gadis blesteran cina-indo, rambut panjang, wajah putih, serta tubuh ku yang pendek, memberikan kesan imut.
Di umur ku 4 tahun, aku selalu mendengar seorang laki-laki sedang bersenandung setiap malam nya, suara yang begitu lembut sehingga membuat ku tertidur, setiap malam nya aku selalu mendengar senandungan itu tapi lirik nya selalu berubah-ubah.
Di siang nya, seperti biasanya aku selalu bermain ayunan di halaman belakang rumah ku, aku sedang asik bermain boneka, sampai aku tidak menyadari bahwa ayunan nya semakin cepat, padahal tidak ada siapapun yang mendorong, tapi seolah-olah sedang ada orang yang mendorong ayunan nya.
Tiga tahun berlalu, tepat pada ulang tahun ku yang ke 6 tahun, kami meranyakan pesta ulang tahun untuk ku,semua teman-teman ku memberikan ku hadiah/kado, tepat pada malam nya aku membuka kado-kado yang di berikan teman-teman ku, bersama ayah dan ibu ku, aku hampir selesai membuka kado, tapi pada saat itu aku melihat sebuah kado yang tidak ada nama pemberi nya, aku pun membuka kado tersebut, dan yang ku lihat ada sebuah surat yang bertulis.
“Selamat ulang tahun
Untuk Rara yang terkasih
Semakin hari kau semakin cantik
Membuat aku tersenyum tanpa alasan
Dedebar-debar rasanya melihat mu
Aku akan selalu menjaga mu
Sampai akhir hayat mu”
Aku yang masih belum bisa membaca tidak tahu apa yang tertulis disana, dengan iseng aku melipat kertas itu menjadi pesawat kertas, lalu aku luncurkan pesawat nya ke arah jendela.
Bertahun-tahun aku tumbuh di sana, setiap malam aku akan mendengar suara senandung orang terus di siang hari aku akan di perhatikan orang itu
Aku selalu bertanya-tanya, siapa-siapa dia?, Kenapa dia selalu ada buat ku.
Kini usiaku sudah 17 tahun, tentu saja aku bersekolah, lalu di sekolah aku jatuh cinta kepada teman ku bernama ardi, Ardi itu orang nya tampan, baik, sopan,keren dia adalah salah satu cowok populer di sekolah.
Lalu suatu hari aku menyatakan cinta ku, kepada nya, dia pun menerima pernyataan cinta ku, aku dan Ardi berpacaran diam-diam,
Libur sekolah aku ke mall bersama ibu ku, dia saat itu juga aku melihat Ardi sedang bersama wanita berpengangan tangan mersa, hati ku langsung sesak melihat itu, sesak sekali serasa ingin menjerit dan menangis.
Pulang dari mall aku langsung cepat-cepat ke kamar, menutup pintu kamar ku, dan berlari menuju kamar mandi dan menangis sejadi-jadi nya, menangis berjam-jam, aku merasa aku ingin bunuh diri, di kamar mandi ada catter, aku mengambil catter itu, tapi tiba-tiba tangan ku bergetar sendiri dan menjatuhkan catter itu, lalu tiba-tiba ada tulisan di kaca kamar mandi, yang bertulis kan.
“orang yang menyakiti mu harus musnah, tapi kamu tidak boleh musnah oleh orang itu”
Kata-kata yang bertulis kan dengan darah, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sendiri, aku melihat tempat tidur ku di penuhi banyak bunga.
Aku merasa ngantuk, dan sangat mengantuk, tubuh ku langsung terbaring di kasur itu, tiba-tiba aku teringat kejadian tadi, air mata ku mengalir di dalam tidur ku, lalu aku merasa hawa dingin di belakang ku, seakan-akan ada orang yang memeluk ku.
Aku sontak membalikkan badan ku, dan melihat ada seorang laki laki berparas tampan tidur di samping ku.
Tiba-tiba mata laki-laki itu terbuka, dan melihat ku menangis, tangan nya yang dingin mengusap air mata ku, wajah nya begitu tampan, bahkan lebih tampan dari selebriti, dia mendengkap ku di dalam pelukannya,lalu bersendung, pada saat itu aku yakin bahwa dia adalah orang yang selalu bersenandung untuk ku setiap malam.
Mata terasa mengantuk, aku pun terlelap di di dalam pelukannya, yang tadi nya dingin menjadi hangat, sesekali aku menyentuh wajah nya yang sedang terbangun, kulit nya benar-benar pucat dan dingin.
Keesokan nya aku kesekolah seperti biasanya, lalu mendapat kan kabar bahwa Ardi sudah meninggal karena di tabrak truk dan parah nya lagi mayat nya hancur terlindas oleh truk itu,saat itu aku terkejut, kupikir yang terjadi semalam hanya lah mimpi, ternyata tidak.
Pada saat itu aku langsung bergegas pulang kerumah, dan langsung ke kamar ku, lalu melihat sebuah surat di atas kasur ku.
“Seperti janji ku aku akan
Menjaga mu sampai akhir hayat
Siapapun yang berani membuat mu
Menangis aku ku musnahkan orang itu
Hidup lah dengan bahagia Rara ku
Karena Rara tidak pantas untuk menangis
Aku mencintaimu rara”
Dari:....
Seperti itulah surat nya tanpa sadar aku menangis, sambil memeluk surat itu.
Sejak hari itu aku tidak mendengar sendungan itu lagi setiap malam, aku merasa tidak di perhatikan lagi, seakan-akan dia menghilangkan dari dunia, dan aku selalu bertanya-tanya “siapa dia?”
aku tahu dia tidak menampakan diri nya lagi, tapi dia tetap ada di sisi ku, walau aku tidak bisa melihat nya, karena dia sudah berjanji pada ku saat berumur 6 tahun, bahwa dia
“akan melindungi ku sampai akhir hayat ku”
untuk dia yang selalu ada, “Siapa dia?”