Ribuan orang tiba-tiba menyerang dengan ganas sebuah tempat perbelanjaan, mereka memiliki ciri yang sama yaitu terdapat luka mengaga di bagian tubuh. Seperti zombie dalam film, mereka menyerang manusia untuk di makan. Sebuah investasi terjadi saat mereka yang masih normal terkena serangan dari zombie, entah itu gigitan atau cakaran.
Pandemi zombie menyebar begitu cepat hingga ratusan ribu orang berubah menjadi zombie kurang dari setengah hari. Kota telah menjadi neraka bagi warganya yang masih terjebak. Mereka yang berniat mengungsi justru di cegah oleh aparat yang tidak mengizinkan warga kota tersebut meninggalkan kota demi mengisolasi wabah. Siapapun yang melawan akan di eksekusi di tempat.
Para warga yang masih bertahan di dalam kota masih memiliki harapan untuk diselamatkan, namun para pelaku dari bencana ini yang merupakan para elit dunia tidak menginginkan kabar tentang bencana zombie yang telah menelan ratusan ribu hingga jutaan nyawa tersebar. Akhirnya tanpa bekas kasih mereka pun melenyapkan kota tersebut dengan nuklir. Mereka memutar balikkan fakta jika ledakan nuklir terjadi dikarenakan perbuatan Telolet.
Hingga akhirnya cerita pun selesai dengan happy ending.