Salah film favorit yang masih tetap membuat saya menangis setiap kali menontonnya adalah I Not Stupid Too. Film ini menceritakan kisah kakak beradik Tom dan Jerry, serta Chengcai yang merupakan teman sekelas Tom. Latar belakang keluarga Tom dan Jerry berbeda dengan keluarga Chengcai, namun mereka bertiga memiliki kesamaan nasib. Sama-sama menerima perlakuan yang menurut mereka tidak tepat dari orang tua mereka.
Secara ekonomi, keluarga Tom dan Jerry tergolong keluarga berada. Ayahnya pegawai di perusahaan besar. Ia sangat diandalkan dalam presentasi untuk memenangkan proyek yang sedang ditargetkan perusahaannya. Satu jam waktunya bahkan dihargai 500 dollar saat itu. Ibunya seorang editor majalah. Meskipun relatif punya lebih banyak waktu bersama Tom dan Jerry, namun ia tidak benar-benar hadir secara psikis saat bersama Tom dan Jerry.
Jerry sebenarnya adalah anak yang pintar. Nilainya selalu tinggi di setiap pelajaran. Namun kedua orang tuanya tidak pernah puas dengan nilai yang didapatkan Jerry. Mereka menyesalkan mengapa Jerry tidak mampu meraih nilai yang lebih tinggi.
Sedangkan Tom adalah seorang blogger berbakat. Ia bahkan meraih juara 1 pada suatu event lomba blogging, namun hal itu bukanlah hal yang membahagiakan orangtuanya. Ibunya bahkan menyuruh Tom berhenti untuk mengembangkan blognya karena menganggap hal itu hanya membuang waktu dan tidak berguna.
Sementara Chengcai, yang ibunya sudah tiada, adalah anak yang senang berlatih beladiri. Saat ayahnya mengetahui hobinya itu, ayahnya langsung marah dan berusaha merusak CD Bruce Lee yang ditemukannya dalam tas Chengcai. Ayah Chengcai tidak mau Chengcai mengalami cidera seperti ayahnya. Ayah Chengcai adalah pribadi yang bertemperamen keras. Sangat mudah marah bahkan memukul Chengcai, walaupun sebenarnya ia sangat menyayangi Chengcai.
Di rumahnya, Tom dan Jerry hampir setiap hari mendengarkan untaian kemarahan ayah ibunya. Adakalanya mereka mencoba menjawab untuk membela diri, namun belum selesai mereka menjelaskan, ayah ibunya memotong pembicaraan mereka dan mengatakan bahwa mereka melawan orang tua. Sebaliknya, saat mereka diam saja, mereka juga di salahkan, karena seolah tak peduli perkataan orang tua mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap diam saja setiap kali ayah ibu mereka marah, karena itulah yang terbaik menurut mereka untuk situasi itu.
Suatu hari di sekolah Tom, diadakan razia hp. Malangnya saat giliran Tom menyerahkan hp-nya, justru CD video *o**o yang dipinjamnya terjatuh. Oper-operan CD pun terjadi di kelas untuk mencegah Pak Fu, guru bahasa Cina mereka, mendapatkan CD tersebut, namun akhirnya CD tersebut sampai juga di tangan Pak Fu. Chengcai yang saat itu dihadapan Pak Fu, mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa menurutnya gurunya tersebut pasti juga pernah menonton video sejenis itu. Hal itu membuat Pak Fu semakin marah sehingga saling pukul antara Pak Fu dan Chengcai tak bisa dielakkan. Di saat yang bersamaan teman-teman sekelas Tom dan Chengcai mengeluarkan hp masing-masing dan memotret kejadian itu.
Kejadian ini membuat Tom dihukum cambuk di depan semua teman sekolahnya sedangkan Chengcai terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena ia sudah punya banyak catatan perilaku buruk.
Hal ini membuat Tom merasa tak berguna lagi. Ia membuat postingan terakhir di blognya dengan menuliskan "Tom Yeo sudah mati."
Semenjak itu Tom dan Chengcai sering bertemu di luar sekolah. Chengcai merasa aneh karena sudah tak sekolah lagi. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Singkat cerita Tom dan Chengcai ditemui sekelompok preman yang dulu pernah mengganggu Tom dan Chengcai. Ketua preman menyanjung Chengcai karena keahlian beladirinya dan Tom karena keahlian bloggingnya. Merasa diterima, Chengcai dan Tom memantapkan diri bergabung dengan mereka. Chengcai dan Tom merasa punya rumah baru yang bisa menerima mereka apa adanya.
Di sisi lain, Jerry yang sedang mengikuti latihan pertunjukan disekolahnya tengah berpikir keras mencari cara agar ayah atau ibunya mau menghadiri pertunjukkan yang ia lakoni. Ia menjadi pemeran utama dalam pertunjukan itu. Gurunya menanyakan apakah orang tuanya akan hadir dalam pertunjukan nanti, karena tiket hanya tersisa 4. Jika orang tuanya tidak akan datang, tiket akan diserahkan kepada teman Jerry, pemeran figuran dalam pertunjukan itu, karena semua anggota keluarganya ingin hadir. Mendengar hal itu, Jerry merasa cemburu. Temannya yang "hanya" menjadi bunga "saja" akan ditonton semua anggota keluarganya, sementara Jerry yang memerankan raja, pemeran utama dalam pertunjukkan tersebut sepertinya penampilannya tidak akan disaksikan oleh keluarganya. Jerry semakin semangat memperjuangkan agar ayah ibunya hadir. Karena sedikitnya waktu yang ayah dan ibu Jerry punya untuk sekedar duduk bersama saling berbagi cerita tentang keseharian, pintu kulkas menjadi media komunikasi mereka.
Jerry sudah pernah menempelkan stiker bertuliskan permintaannya agar ayah ibunya hadir di pertunjukkannya nanti, namun pesan tersebut tak pernah terbaca oleh ayah ibunya, karena stiker pesannnya jatuh tertiup angin. Pada suatu kesempatan ayah dan ibunya sedang ada di rumah. Namun keduanya sedang bertengkar. Alih-alih berhasil meminta ayah ibunya hadir di pertunjukannya, Jerry malah menjadi perantara komunikasi antara ayah ibunya. Menyadari belum adanya titik terang mengenai kehadiran ayah ibunya pada pertunjukkannya di sekolah nanti, Jerry terus memutas otak. Ia teringat bahwa 1 jam waktu ayahnya dihargai 500 Dollar. Ia pun memutuskan untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli waktu ayahnya. Jerry menjual kartu-kartu pokemon miliknya hingga mengerjakan beberapa halaman PR temannya agar mendapatkan uang. Jerry pun mencuri uang di kantin sekolah. Hingga pihak sekolah memanggil orangtua Jerry ke sekolah. Di rumah, Jerry dimarahi ayah ibunya. Telapak tangan Jerry dipukul ayahnya dengan rotan. Dalam tangis karena menahan sakit, Jerry mengungkapkan bahwa ia mencuri untuk mengumpulkan uang agar ia dapat membeli waktu ayahnya. Saat itulah ayah dan ibunya tersadar bahwa selama ini mereka telah salah dalam memperlakukan Jerry dan Tom. Mereka tak pernah punya waktu untuk mendengarkan cerita atau pun keluh kesah Jerry dan Tom.
Pada saat yang bersamaan, ayah Jerry akan menghadiri pertemuan penting dengan klien. Beliau akan mempresentasikan proyek ponsel 3G di hadapan calon investornya. Jerry memberitahu ayahnya bahwa Tom sedang bermasalah dengan 2 polisi karena ia ketahuan mencuri ponsel. Ia harus menyediakan uang 2.000 Dollar agar bisa bebas dari tuntutan hukum. Dalam perjalanan ke kantor, ayah Jerry terus mencoba menghubungi Tom, namun tidak bisa tersambung. Ternyata Tom bersama Chengcai sedang berlari menghindari massa yang mencoba mengeroyok mereka karena merampas kalung seorang nenek. Namun pelariannya gagal. Ia tertangkap dan massa pun mulai memukulinya. Saat itu tanpa sengaja ponselnya jatuh dan terhubung melaui videocall pada ayahnya.
Ayahnya yang baru sampai di hadapan calon investor segera mengangkat videocall dari Tom. Ia melihat Tom sedang dipukuli. Ayah Tom meneriaki orang-orang yang memukuli Tom agar berhenti. Para calon investor menduga bahwa ayah Tom sedang memberi simulasi cara penggunaan ponsel berteknologi 3G. Ia ingin menuju lokasi Tom, namun dicegah oleh manajernya. Ayah Tom terancam dipecat karena meninggalkan pertemuan ini. Ayah Tom tidak peduli, Dia segera berlari mencari lokasi di mana Tom berada. Saat bertemu, ayah Tom berhasil meredakan kemarahan massa. Ayah Tom memohon pada nenek yang kalungnya dirampas Tom dan Chengcai agar memaafkan Tom. Apalagi Tom dan Chengcai sudah mengembalikan kalung tersebut. Ia menyadari bahwa dia salah dalam mendidik anak. Jika ada yang harus dihukum, maka biarlah dia yang dihukum untuk menebus kesalahannya dalam mengasuh anaknya. Nenek tersebut akhirnya bersedia memaafkan Tom.
Sementara itu Chengcai juga tak lolos dari amukan massa. Ayah Chengcai yang kebetulan lewat di tempat kejadian segera membantu Chengcai. Namun ayahnya terdorong sehingga jatuh menuruni anak tangga. Kepalanya terhempas. Ayah Chengcai pingsan.
Dalam masa perawatan. Ayah Chengcai meminta Chengcai untuk memohon kepada kepala sekolah agar diterima di sekolah kembali. Chengcai mengatakan dia sudah diterima, namun ayah Chengcai tahu bahwa Chengcai berbohong. Ayah Chengcai berpesan pada Chengcai, jika Chengcai suka beladiri jadilah juara dunia. Ia menyampaikan bahwa hidupnya keras, sehingga membuatnya juga bersikap keras kepada Chengcai. Ia sebenarnya sangat sayang pada Chengcai, namun tak tahu cara mengungkapkannya. Dalam situasi itu, Chengcai menyadari bahwa ayahnya sebenarnya sangat menyayanginya. Tidak lama setelah itu, Ayah Chengcai meninggal.
Keesokan harinya Ayah Tom menemani Tom menemui polisi yang meminta uang penutup mulut pada Tom. Saat menerima uang tersebut, polisi tersebut marah, karena uangnya palsu. Ayah Tom pun menyatakan bahwa, uang tersebut sama seperti kedua polisi tersebut, karena mereka berdua juga palsu. Akhirnya polisi gadungan itu ditangkap. Tom bahagia karena ayahnya akhirnya menunjukkan kepeduliannya padanya.
Jerry pada akhirnya bahagia karena ayah, ibunya, dan Tom hadir pada pertunjukkan di sekolahnya.
Chengcai pun mewujudkan pesan ayahnya agar menjadi juara dunia pada kejuaraan beladiri.
Serunya film ini adalah karakter setiap tokoh dimunculkan 2 sisi. Tidak ada yang baik mutlak, maupun salah mutlak. Sehingga kita diajak untuk mencoba memahami setiap orang secara lengkap, baik atau buruknya sikap seseorang, selalu ada alasannya. Denganmemahami alasannya, kita bisa berusaha mencari titik temu antara keinginan kita dan keinginan orang lain. Khususnya antara orang tua dan anak, serta guru dan siswa.
I not stupid too. Jerry, Tom, dan Chengcai bukanlah anak yang bodoh, bukanlah anak yang nakal. Mereka tampak bodoh karena orang dewasa hanya melihat kekurangan mereka saja tanpa memandang kelebihan yang mereka miliki. Mereka nakal bukan tanpa sebab, namun karena kebutuhan psikologi yang tidak dipenuhi oleh orang tua atau guru mereka, kebutuhan untuk didengarkan, kebutuhan untuk dianggap, kebutuhan untuk dipercaya.
SELESAI