Cahaya bulan purnama dimalam yang sunyi, tak terdengar sedikitpun bisikan alam seperti biasanya, kini seorang gadis bernama Naura sedang asyiknya menscroll media sosial yang menjadi dunia kedua baginya.
Tak lama terdengar notifikasi bahwa seseorang mengirimkan pesan melalui DM pada Instagram miliknya, dengan cepat ia pun membuka pesan tersebut dan terkejut ketika membaca isi pesan tersebut dari seorang pria yang memiliki akun besar dengan jumlah followers yang sangat banyak, yang bernama @dylan_alfiansyah.
《Hai! Aku telah memfollow Instagram mu, bolehkah aku mendapatkan follbackmu, dan kalau boleh dengan intromu😊》 (Tulisnya Dylan)
Sontak Naura pun terkejut dengan senyumnya yang antusias membaca pesan tersebut berulang-ulang, karena dirinya masih belum percaya bahwa pria tersebut telah memfollow akun dirinya yang kecil dan meminta intro darinya.
《Hai juga!!, tentu saja aku akan memfollbackmu, terima kasih karena sudah mau memfollow akunku, namaku Naura asal Jakarta selatan, bagaimana denganmu?😊》 (Tulis Naura dengan cepat dan antusias)
Berjam-jam Naura menatapi pesan tersebut untuk menantikan jawaban darinya, sambil sesekali dirinya menscroll isi postingan seorang Dylan, dia pun memulai untuk menge-like semua postingan Dylan, dengan sesekali dirinya kembali keberanda untuk melihat apakah Dylan sudah menjawab DM nya tersebut.
Hingga ia terlelap tidur ponsel masih saja ada ditangan Naura, yang menantikan balasan pesan tersebut.
Hari telah pagi dengan cerahnya langit dan sinar matahari, Naura terbangun dengan antusias langsung memeriksa ponselnya, dan terlihat adanya sebuah pesan DM yang muncul dari notifikasi ponselnya.
《Hai Naura!, salam kenal, namaku Dylan asal Bandung tapi saat ini aku sedang berkuliah di Lost Angeles, senang bisa mengenalmu, semoga kita bisa lebih jauh mengenal satu sama lainnya ya😊》
Dengan cepat Naura pun menjawab.
《Tentu saja, aku juga senang bisa mengenalmu, kau sangat baik dan juga humble😁》 (Tulis Naura)
Tak lama Dylan pun mengirimkan balasan pesan tersebut.
《Jangan lupa makan, jangan lupa mandi, dan jangan lupa tersenyum hehehe😋》
Kebahagiaan mendebu-debu dihati Naura yang dengan girangnya berteriak dan antusias.
"Tahan Naura!...Tahaaann okeey!!...gak boleh kegeeran...gak boleh seneng dulu...dia pasti melakukan yang sama kesemua akun yang dia follow!!...tahan Naura!!!" (Teriak Naura dengan antusias)
Sejak hari itu mereka menjadi lebih dekat, dan bahkan dalam satu bulan kemudian mereka pun memutuskan untuk terikat sebuah hubungan yaitu menjadi sepasang kekasih.
Menjalin hubungan jarak jauh yang sangat manis dan juga penuh kebahagiaan telah berjalan hingga 3 bulan saat ini, setiap malamnya Dylan pasti menelphone Naura hingga Dylan terlelap tidur, dan setiap pagi kemudian siang, mereka selalu mengirimkan PAP foto mereka saat sedang melakukan aktifitas, walau mereka memiliki perbedaan waktu yang sangat berjauhan.
Tawa sering terdengar dari keduanya saat sedang bertelphone atau video call, tak jarang juga kadang Naura menceritakan tentang orang tuanya yang sering bertengkar.
Tiba-tiba Naura pun mengeluarkan kata-kata yang membuat Dylan terdiam mendengarnya.
"Kau tahu Dylan?...aku sangat ingin kau ada disini...aku sangat membutuhkan pelukanmu saat ini...aku ingin...kau menghapus air mataku dengan tanganmu sendiri...dan aku ingin...kau berbisik ditelingaku...bahwa semuanya akan baik-baik saja!" (Ujar Naura dengan menangis menatap Dylan yang saat ini ada dihadapannya melalui Video call)
Perlahan Naura pun mengusap air matanya, dan tersenyum menatap Dylan.
"Tapi tak apa!...aku sudah terbiasa dengan ini semua...selama tanganku bisa menghapus air mataku sendiri...dan selama kau masih menelphone atau video call denganku seperti ini...aku sangat bersyukur memilikimu didalam hidupku" (Tersenyum Naura mengatakannya)
"Naura!...sebenarnya ini...yang aku ingin bicarakan denganmu...sejak beberapa hari yang lalu" (Ujar Dylan dengan perlahan menatap Naura)
"Ada apa?"
"Aku rasa...hubungan kita...sangat sulit untuk dilanjutkan..." (Ujar Dylan dengan tatapan sedihnya)
"Ke..kenapa kau mengatakan itu?!!...Dylan!!"
"Seperti yang kau katakan barusan...aku juga merasakan hal yang sama denganmu...disaat seperti ini...seharusnya aku ada disampingmu...seharusnya aku memelukmu dan menghapus air matamu...tapi itu semua tidak bisa kulakukan...karena jarak kita yang sangat berjauhan" (Ujar Dylan)
"Ta..tapi aku sudah terbiasa kok sama semua ini...aku tidak merasa terbebani dengan ini Dy...kamu jangan merasa bersalah!...bodohnya aku seharusnya aku tidak membahas hal ini!" (Ujar Naura dengan ekspresi bersalahnya)
"Tidak Ra!...semua yang kau katakan diawal benar adanya...kau mungkin memang merasa tidak terbebani...tapi aku?!...aku sangat khawatir setiap kali kau bercerita tentang orang tuamu...aku merasa tidak melakukan apa apa untukmu sejauh ini...dan jujur aku pun juga selalu merasa curiga setiap kali kau tak mengangkat telphone ataupun membalas panggilan telphoneku...aku tahu...aku posesive...aku egois...aku cukup maniak dalam hubungan kita...aku selalu marah kepadamu...aku selalu melarangmu berteman atau kumpul dengan siapapun...tapi jarak diantara kitalah...yang membuatku seperti ini!!" (Ujar Dylan dengan ekspresi sedihnya)
"Aku paham!!...aku ngerti kok semua yang kamu lakukan selama ini pasti karna kamu khawatir denganku...karna kamu sayang sama aku Dy...jadi aku mohon jangan membuat itu semua menjadi sebuah alasan untuk mengungkitnya saat ini...aku tahu arah percakapan kita saat ini!...dan aku gak mau melanjutkan percakapan ini!!" (Ujar Naura dengan matanya yang berkaca-kaca)
"Ra dengerin aku dulu!!...ini demi kamu!!...demi aku!!...dan demi kita!!!...kita harus memutuskan jalan yang terbaik buat kita saat ini juga!!" (Ujar Dylan)
"Tapi aku gak mau!!...aku gak mau apa yang saat ini ada dipikiran kamu!!...menjadi sebuah jawaban dari masalah kita saat ini!!...aku gak mau kehilangan kamu!!...aku gak mau kita putus!!!" (Bentak Naura dengan menangis)
"Naura!!...Naura kamu tenang dulu!!...kita harus membicarakan ini baik-baik!!...kamu dan aku...kita sudah sama-sama dewasa...kita sudah paham...apa yang terbaik buat kita!!...jika ini masih ingin dilanjutkan!!...maka akan semakin terasa menyakitkan nantinya!!...dan aku gak mau kamu tersakiti oleh keputusan itu!!!" (Ujar Dylan dengan cemas)
"Kalau kamu gak mau aku tersakiti dengan keputusan itu!!...kenapa kamu mengarahkan jawaban untuk mengakhiri hubungan kita Dy???...hanya karna jarak, kamu mau memutuskannya sampai disini??...lalu kenapa tidak dari awal saja kamu gak datang dihidupku???...kenapa kamu datang??...dan berakhir memutuskan untuk pergi???...kenapa harus ada kata HAI dan berakhir BYE???...itu semua kamu yang memutuskan Dy!!...kamu bahkan tidak pernah menanyakan apapun yang menjadi keputusanku!!!" (Teriak Naura dengan menangis)
"Sayang!!...aku mohon tahan amarah kamu!...kita bicarakan dengan baik-baik...okey!" (Ujar Dylan dengan perlahan)
Naura terdiam dan enggan menatap Dylan.
"Yang kuputuskan ini...itu semua demi kebaikan kamu dan aku...sama sekali tidak ada niat untuk melukai salah satu diantara kita...walau ini berat buat kamu...dan tentu saja buat aku juga!!...tapi Ra...ini benar-benar tidak bisa kita lanjutkan lagi...pertama...waktu ditempat kita berdua berada saat ini saja sudah sangat jauh berbeda...14 Jam Ra!...kamu siang dan aku malam...kamu malam dan aku siang...kita selalu mengucapkan dua sapaan yang berbeda di setiap harinya...kamu bilang good morning...dan aku bilang good night...kamu pergi berkuliah...dan itu waktunya aku untuk tidur...begitupun sebaliknya!" (Ujar Dylan dengan tatapan sedihnya)
"Apakah baru sekarang kamu mempermasalahkan jam telphone kita Dy??...kenapa kamu tidak membahasnya sejak awal?...jika kamu merasa keberatan untuk menelphoneku setiap malamnya kamu!!...kamu juga harus tau Dy...setiap kali kamu telphone...aku memprioritaskan kamu dibandingkan semua aktifitas yang seharusnya aku jalani dipagi ataupun siang hari!!!...kamu gak akan tau bagaimana aku mengorbankan banyak waktu untuk kamu Dy!!...dan sekarang!!...sekarang lihatlah!!...kau mempermasalahkan jam telphone kita??!!...kamu egois Dy!!!" (Ujar Naura dengan nada tingginya)
"Bukan hanya kamu Ra!!!...aku juga memprioritaskan kamu dari segala-galanya!!!...bahkan jam tidurku aku berikan padamu semuanya!!...apakah kamu juga tidak bisa mengerti dan memahami ku Ra??!!...aku juga mengorbankan waktuku hanya demi kamu Ra!!!...sekarang siapa yang egois hah?!!...siapa yang egois Naura??!!" (Saut Dylan dengan nada tingginya)
"Okey fine!!...aku yang egois!!...aku yang salah!!...dan aku yang gak bisa memahami kamu!!...ini semua salah aku Dy!!!...salah karna aku menganggap bahwa hubungan kita lebih kuat dari sekedar waktu dan juga jarak!!!...kamu mau kita putuskan??!...okey Fine!!...if you wanna go!!...Go!!!...Go Dy!!!...and don't back anymore!!!" (Teriak Naura dengan menangis terisak-isak)
Naura pun mematikan panggilan Video Call mereka dan menangis terisak-isak.
Terlihat Dylan yang membanting semua barang-barang yang ada dikamar dirinya, dengan kekesalan yang sangat jelas terlihat dan terdengar dari suara teriakannya.
-----------------------------
Jarak dan waktu adalah parameter Cinta yang bisa menjadi pengukuran, sebesar apa cinta yang mereka miliki, dan sekuat apa cinta yang mereka jalani.
Namun dibalik itu semua, sejatinya perasaan Egoislah yang mampu menghancurkan Cinta tersebut, bukan jarak ataupun waktu.
Egois karna ingin kehadiran seutuhnya secara fisik.
Egois karna tidak ingin berbagi waktu dengan yang lainnya.
Egois karna takut kehilangan kepercayaan.
Dan egois karna menganggap dirinya yang sudah terlalu banyak berkorban.
-------------------------------
~END~