#kaya "Jika dalam sekejap aku punya uang 200 milliar"
Malam itu suasana jalanan sangat sepi dan terlihat jika ada sebuah motor yang melintas dengan cepat di jalanan lintas provinsi yang menghubungkan antara provinsi Jakarta dengan provinsi Jawa barat.
motor itu dikendarai oleh seorang pria berusia empat puluh tahun seorang diri.
"Jalanan Puncak malam ini sangat sepi" ucap pria itu berbicara sendiri sambil mengendalikan motornya di jalanan berliku yang mulai menurun.
kabut cukup tebal dan jarak pandang juga semakin sedikit, motor itu mulai pelan namun terus melaju di keheningan malam.
"Apa itu, sepertinya sebuah tas" ucap pria itu sambil menghentikan laju motornya dan dia memutar balikkan motornya dengan cepat lalu melaju ke tempat dia sempat melihat tas itu.
Motor itu kini berhenti dan pria itu pun turun dari atas motornya lalu mengambil sebuah tas ransel yang tergeletak di pinggir jalan dan dia memeriksa isi tas yang cukup berat itu.
"Banyak sekali uang di dalam tas ini, sebaiknya aku mengamankannya dahulu sambil menunggu jika saja pemilik Tas ini kembali kesini." Ucap pria itu sambil berdiri dan menyimpan tas itu di atas motornya lalu dia meminggirkan motor nya.
Pria itu merogoh saku jaketnya dan mengambil sebungkus rokok dan sebuah koreknya.
Dia mengambil sebatang rokok lalu menyalakan rokoknya itu sambil duduk di atas motornya.
"Tas ini berisi sangat banyak uang bahkan uang ini semuanya pecahan seratus ribu rupiah, namun kenapa uang ini bukan uang baru dan anehnya tidak ada satupun data pemilik di dalam tas ini" ucap pria itu berbicara sendiri sambil menikmati rokoknya untuk menahan rasa dingin dan menunggu pemilik tas itu.
Dua jam sudah berlalu dan tidak ada satupun yang datang ke tempat itu, cuaca pun semakin dingin dan kabut putih pun semakin tebal.
"Sudah dua jam aku menunggu disini, tidak ada seorang pun yang melintas jalanan ini ataupun mendatangiku, jika aku menunggu terlalu lama bisa bisa aku membeku disini, jika aku tidak salah ada penginapan di dekat sini, sebaiknya aku kesana saja dulu, toh dengan uang sebanyak ini pasti nya pemilik nya akan sangat heboh dan berita pasti ku dengar di penginapan itu" ucap pria itu sambil menyimpan tas ransel itu di punggung nya lalu menyalakan motornya dan meninggalkan tempat itu.
Air hujan tiba tiba turun dengan cepat dan pria itu langsung berhenti lalu menggunakan jas hujan ponco milik nya.
"Sudah sangat dekat dengan penginapan namun malah hujan, sebaiknya aku segera kesana saja untuk beristirahat dahulu" ucap pria itu sambil kembali melanjutkan perjalanannya.
Motor itu memasuki areal parkir motor sebuah penginapan kecil dan langsung diparkir di sana.
Pria itupun masih menggunakan jas hujan ponconya lalu berjalan ke arah lobi penginapan itu.
"Maaf mba, apakah masih ada kamar kosong" ucap pria itu dengan ramah ke karyawan penginapan yang berjaga sebagai resepsionis di penginapan itu.
"Hanya tinggal satu kamar saja Pak, per malamnya tiga ratus ribu, pembayaran di awal ya pak, bisa saya pinjam ktp bapak dulu" ucap wanita resepsionis itu dengan ramah.
Pria itu kemudian memberikan ktpnya dan juga uang senilai tiga ratus ribu rupiah.
"Dengan bapak Arthur ya, nanti bapak bisa check out jam lima sore ya pak, jika bapak lewat jam enam sore maka akan kena charge satu malam lagi" ucap wanita resepsionis itu dengan ramah sambil mengembalikan KTPnya Arthur.
"Baik Mba" jawab Arthur dengan ramah.
"Mari saya antar ke kamar bapak Arthur" ucap wanita resepsionis itu sambil berdiri dan mengambil satu kunci kamar di belakangnya.
Arthur mengikuti wanita itu ke lantai dua penginapan itu dengan masih mengenakan jas hujan Ponco nya.
"Udara sedingin ini wanita ini masih saja menggunakan rok mini, apakah dia tidak kedinginan" ucap Arthur dalam hatinya sambil melihat goyangan pinggul wanita itu yang berjalan di depannya.
"Pak Arthur, ini kamar anda, handuk dan sabun juga lainnya sudah tersedia ya Pak, untuk sarapan akan kami antar nanti jam 7 pagi ya Pak dan apakah ada yang bapak perlukan" ucap wanita muda itu dengan ramah setelah mereka memasuki sebuah kamar penginapan yang memiliki sebuah tempat tidur dan ada dua kursi dengan satu meja disana.
"Jika boleh saya ingin memesan kopi pahit saja mba untuk menghangatkan tubuh saya ini" ucap Arthur dengan ramah sambil tersenyum ke wanita muda itu dan melangkah ke arah meja itu untuk membereskan bawaannya karena dia membawa dua tas di pundaknya.
"Baik Pak, nanti akan saya antarkan kebetulan saya sebentar lagi selesai shift saya" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Makasih mba" ucap Arthur sambil tersenyum dan memberikan satu lembar uang seratus ribuan ke wanita muda itu sebagai uang Tip karena sudah mengantarnya ke kamar itu.
"Makasih juga pak, sebentar saya siapkan dahulu kopi nya" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat.
"Boleh mba nanti mba masuk saja ya, saya mau membersihkan badan saya dahulu sudah seharian saya di atas motor soalnya." ucap Arthur sambil membuka jas hujan Ponco nya dan menyimpannya di kamar mandi yang ada di sebelahnya.
Wanita muda itu kemudian meninggalkan kamar itu dan langsung menutup pintu kamar itu.
Arthur sengaja tidak mengunci pintu kamar nya karena wanita muda itu akan kembali ke kamarnya.
Dia kemudian menyimpan tas yang berisi uang dan tas pakaian miliknya di dalam lemari kamar itu dan menguncinya lalu menyimpan kuncinya di laci meja samping tempat tidur nya.
Dia kemudian memasuki kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya di kamar mandi karena bagian bawah celananya kini sudah basah terkena air hujan.
"Syukurlah disini ada air panas jadi aku bisa mandi air panas" ucap Arthur sambil menyalakan shower air panas dan mengatur suhunya.
Lima belas menit sudah arthur dalam kamar mandi itu dan dia kini sudah selesai dengan menghangatkan tubuh nya di bawah shower air panas itu.
"Haissssss aku lupa bawa handuknya" ucap Arthur sambil keluar dari kamar mandi itu tanpa sehelai benang pun.
"Wah kopinya sudah datang namun kenapa dia tidak menunggu ku, ya sudahlah nanti saja bayarnya" ucap Arthur sambil membuka lemari dan menggunakan pakaiannya.
Waktu terus berlalu dan kini sudah jam setengah sepuluh pagi, Arthur sendiri sudah di rumah makan penginapan itu sejak jam setengah delapan pagi suntuk mendengarkan jika saja ada obrolan tentang tas yang ia temukan semalam namun tidak ada satupun pembicaraan mengenai tas itu.
"Baiklah aku sebaiknya melanjutkan perjalanan ku" ucap Arthur sambil mengambil kedua tas ranselnya dan berjalan ke arah parkiran motor.
Arthur meninggalkan penginapan itu dan melanjutkan perjalanan nya ke kota Bandung.
"Karena tidak ada yang mencari tas ini, maka sebaiknya aku ke Bank saja mumpung masih ada yang buka" ucap Arthur yang kini berhenti di depan sebuah Bank swasta terbesar di kota Bandung.
Dia kemudian memarkir motornya dan melangkah masuk ke dalam Bank itu.
"Permisi Pak, jika saya ingin membuka deposito kemana ya" ucap Arthur dengan ramah ke security bank itu.
"Mari pak, jika anda ingin membuka deposito bisa langsung ke ruangan khusus saja" ucap security bank itu dengan ramah sambil membawa Arthur ke salah satu ruangan.
"Silahkan duduk dulu pak, saya akan memanggil karyawan nya" ucap security bank itu dengan ramah.
Tidak sampai lima menit pintu ruangan itu terbuka dan terlihat jika ada seorang wanita muda yang memasuki ruangan itu dengan membawa beberapa berkas di tangan kanannya lalu duduk di depan Arthur.
"Siang Pak, apakah bapak ingin membuka deposito di bank kami" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Benar mba, ini semua tabungan saya, dan saya ingin menyimpannya sebagai deposito saja di Bank ini" ucap Arthur sambil menyerahkan tas ransel besar yang berisi uang dan langsung diperiksa oleh wanita muda itu.
"Baik Pak, silahkan isi form ini dulu dan saya akan menghitung uang ini" ucap wanita muda itu sambil berdiri dan menggeser mesin penghitung uang yang ada di dekatnya.
Wanita muda itu kemudian mulai menghitung semua yang ada didalam tas ransel itu sedangkan Arthur mengisi formulir yang diberikan.
"Semuanya ada pas 200 miliar pak, apakah bapak ingin mendepositokan semuanya atau memasukan sebagian ke tabungan bapak" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Deposito satu tahun saja mba semuanya dan ini sudah saya isi semuanya" ucap Arthur sambil mengembalikan formulir itu beserta ktp dan buku tabungannya.
Satu jam untuk Arthur berada di dalam Bank swasta itu dan kini dia sudah keluar dari Bank swasta itu.
"Semuanya dua ratus miliar, dan aku mempunyai waktu satu tahun untuk mengurus semua administrasi untuk semua keperluan ku menjelajahi dunia ini dengan motor kesayangan ku" ucap Arthur sambil mendekati parkiran motor untuk mengambil yamaha tenere miliknya.
"Tamat"