....
Langit malam yang begitu mencekam. Suara guntur dan petir seolah ingin menyambar semua makhluk bumi.
Di sebuah kerajaan selatan terjadi sebuah pertikaian yang tidak bisa terelakkan.
"Larilah Putriku..!!" seru Raja yang merupakan ayahanda seorang Putri cantik bernama Aurora.
"Tapi Ayah...!"
"Cepat Aurora...!!! Dengar kata Ayahanda mu...!!" imbuh Sang Ratu kepada putri satu-satunya.
Mereka tidak rela apabila putri mereka menjadi korban akibat keserakahan kerajaan barat. Kerajaan Barat meminta Putri Aurora menjadikan istri ke tiga sebagai imbalan telah membantu Kerajaan Selatan pada saat krisis ekonomi.
"Alger...! Jaga Tuan Putri !!" Titah Raja Alexander Graham Kepada ksatria kepercayaannya.
Alger memberikan hormat "Baik Raja..!"
"Bawa ini bersamamu..." ucap Ratu kepada Aurora sambil memberikan liontin di lehernya.
"Pergilah Putriku...Carilah kebahagianmu...!" ucap Ratu dengan raut wajah yang begitu tegar.
"Ayah... Ibu... hiks... Jagalah diri kalian...Aurora mohon...!"
Cling.. clang... bbommm....
Suara riuh terus terdengar dari balik pintu kerajaan.
"Alger..!!!" Titah Raja.
Seperti mengerti maksud Sang Raja. Alger membungkukkan badannya seperti penghormatan terakhirnya untuk Sang Raja.
"Mari Nona...!" seru Alger dan memakaikan Aurora jubah besar berwarna coklat. Tidak lupa di sematkan tudung nya untuk menutupi wajah Putri Aurora.
Alger menuntun Aurora ke tengah hutan yang bersalju dengan sedikit berlari. Merasa mereka sudah lumayan jauh dari Kerajaan. dan aman. Alger menyuruh Aurora untuk beristirahat dan bersandar di sebuah pohon besar.
Tanpa mereka sadari. Ternyata Raja Barat dan dua pengawal nya mengikuti Aurora dalam diam.
pssstttt
Suara anak panah melesat dengan cepat dan tertancap tepat mengenai batang pohon di atas kepala Alger.
"Nona berlindung lah..!!" Seru Alger yang langsung menyembunyikan Aurora di belakang tubuhnya yang besar.
"Mereka hanya bertiga Alger..! Mari kita habisi mereka..!" Seru Aurora dengan berani.
Aurora merupakan sosok Tuan Putri yang pemberani. Dia belajar banyak ilmu pedang dan bela diri dari Ksatria Alger.
"Jangan Nona..! Ini sangat berbahaya..!" gumam Alger setengah berbisik.
"Aku akan mengalihkan perhatian mereka..Nona masuklah lebih dalam ke hutan ini..Nona akan menemukan sebuah kastil tua tidak berpenghuni.." bisik Alger.
"Tidak Alger..!!" Tolak Aurora. Dia tidak mungkin meninggalkan Alger sendirian menghadapi musuhnya.
Pssttttt.... tembakan panah tepat menancap di lengan kiri Alger.
"Putri AURORA Dengarkan aku sebagai gurumu..!!" suara berat Alger.
"Baiklah Uncle Alger..Aku mohon untuk tetap hidup..." Aurora pun langsung berlari dengan begitu kencang masuk ke dalam hutan yang begitu gelap. Mengikuti insting nya untuk terus berlari lurus.
Sedangkan Alger berusaha menahan dua pengawal kerajaan barat.
"Menyerahlah Alger...!! Dan serahkan Putri Aurora padaku..!! Hahahahah...!" Tukas Raja Barat dengan arogan.
Ternyata ada sosok mata yang menonton semua kejadian itu.
Aurora berlari sekuat tenaga sambil menangis namun dia tetap terkejar oleh salah satu pengawal.
Braakkk...
Aurora tersandung gundukan salju besar. membuat tudung kepalanya pun terjatuh. Lututnya berdarah akibat terbentur di batu.
Sosok yang memperhatikan Aurora dari jauh tertegun dan terpesona dengan kecantikan wanita yang dilihatnya. Dalam satu detik dia jatuh cinta kepada wanita yang di lihatnya.
"Hahahahhaha... menyerahlah Putri...!" Seru Raja Barat yang sudah berada di belakang pengawal nya.
"Mana Elgar..??!!!" Teriak Aurora dan mengarahkan pedang ke arah Raja Barat dengan berani.
"Hahahaha....! Tangkap dia..!!" Titah Raja ke pengawalnya.
Aurora pun terlibat adu pedang dengan sang pengawal.
Cling... pedang Aurora terjatuh dan tersudut. Namun tiba-tiba...
Brak...Brukk...Pssttt....
Suara pukulan terus berbunyi dan sayatan besar beberapa kali terdengar.
Aurora melihat dengan jelas sosok yang membasmi habis Sang Raja Barat dan pengawalnya.
Setelah sosok pria yang begitu rupawan dan sangat tampan itu selesai membasmi dua musuhnya tanpa perlawanan. Pria tersebut jalan mendekatinya.
Tubuh Aurora bergetar ketakutan. Bagaimana tidak. Pria yang ada di depan nya ini telah membunuh dua orang hanya dalam waktu sepuluh detik.
"Hai Nona...perkenalkan namaku Louis...!" ucap Louis dengan senyuman terindahnya.
Namun penglihatan Aurora mengabur dan ... Brukkk.. Aurora pingsan. Dengan cepat Louis menahan tubuh Aurora. Dan menggendong nya ala bridal menuju kastilnya.
****
"Uhmmm..." Aurora mengerjapkan matanya. Dengan samar dia melihat dirinya berada di bawah langit-langit yang begitu asing.
"Sudah bangun..?" suara seseorang mengejutkan Aurora.
Dengan cepat Aurora bangun dan duduk melihat asal suara tersebut.
"Siapa kamu..!!" seru Aurora.
"Kamu tidak mengingat namaku..?" ucap Louis dan berjalan mendekati Aurora di pinggir ranjang.
Deg deg deg
Jantung Aurora berdetak begitu cepat. Dia sudah terpesona dengan pria di depannya ini dari tadi pada saat di hutan. Namun karena terlalu gelap. Aurora tidak dapat melihat wajah Louis dengan jelas.
Namun sekarang, Garis wajah Louis begitu jelas di bawah cahaya lampu. "Dia sungguh tampan..."gumam Aurora dalam hati.
Aurora merasa tersihir dengan suara dan tatapan mata Louis.
"Aku Louis... Putri Aurora.." ucap Louis dengan lembut dan menggoda.
"Dari mana kamu tahu namaku...?" balas Aurora dengan lebih tenang.
"Tentu saja aku tahu nama wanitaku.." ucap Louis dan melesat mendaratkan bibirnya ke bibir Aurora.
Mata Aurora membulat karena terkejut dengan gerakan tiba-tiba Louis. Tapi tubuhnya tidak menolak. "Apa dia menggunakan sihir..?" batin Aurora asal tebak.
Tidak menerima penolakan dari Wanita yang membuatnya jatuh cinta dalam satu detik. Tentu saja membuat Louis begitu senang dan memperdalam ciumannya.
Hingga dalam kebisuan malam. Aurora dan Louis menyatukan cinta mereka dengan penuh gelombang cinta dan hasrat. Suara desahan mereka saling bersahutan. Seperti sepasang kekasih yang begitu merindu melepas segala curahan cinta mereka hingga terlelap karena kelelahan.
Hingga...."Aaaaaaaaa.....!" Teriakan Aurora menggema satu kastil.
Sontak membuat Louis terbangun dan sadar kenapa Aurora saat ini berteriak ketakutan. Dirinya saat ini sedang dalam mode beruang coklat.
Louis berdiri dengan santai dan berjalan lalu membuka pintu kamarnya.
Cekleekk...
"Nona...! Anda baik-baik saja..?" seru Alger dari balik pintu dengan penuh balutan perban di badannya.
Aurora langsung saja melupakan ketakutannya pada beruang yang didepannya melihat Alger masih hidup dan hendak bangun namun langsung di cegah oleh Louis.
"Jangan Bangunn..!!" seru Louis dan berdiri menutupi tubuh Aurora.
"Whattt The...!!! Kamu bisa bicara ..??" seru Aurora.
"Ckkk... Tentu saja..!! Pakai pakaian mu terlebih dahulu..!" ucap Louis menyadarkan Aurora.
"Hahh.? Maksud kam..! Aaaahhhh..!" seru Aurora bingung dan terkejit ketika melihat dirinya sedang polos dan begitu banyak tanda merah disekujur tubuhnya. Dengan cepat Aurora mengambil selimut tebal dan membungkus dirinya dengan rapat.
Louis sedikit menyingkir dan berbicara kepada Alger.
"Masuklah Alger..!" seru Louis.
""Baik Pangeran Louis..!" ucap Alger dengan sopan.
"Louiss ..??" Beo Aurora bingung.
Loius mengambil handuk besar dan menutup tubuh bagian bawahnya. Dan dalam tiga detik dirinya sudah kembali menjadi sosok yang sangat tampan. Menjadi sosok yang di kenal Aurora semalam.
"Louisss...???!!" jerit Aurora yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Perkenalkan Nona...Beliau adalah Pangeran Louis Maverick....Beliau yang menyelamatkan saya dan Nona Aurora semalam.."
"Jadi aku jatuh cinta dengan Seekor beruang..? Ehh Seorang Beruang..?" Batin Aurora yang ikut bingung harus menyebut Loius Seekor atau Seorang.
"Aku pasti sedang bermimpi kan ..??" seru Aurora.
Louis datang mendekati Aurora dan menarik tengkuk lehernya kemudian menciuminya dengan begitu lembut.
Kemudian Berbisik.."Apa dengan ini bisa menyadarkan mu sayang..?"
End.....
Semoga suka di Cerpen Pertama Mama yang Abal-abal ini ya 😆😆