Lonceng Gereja berdentang merdu seperti pertanda bahwa seorang angel akan datang.
Rambut pirang terurai dengan kulit yang putih, seorang gadis berbaju maroon keluar dari Gereja tersebut, bernama Crishtina Angela.
Senyum manisnya terpancar jelas dengan langkah kaki yang pasti menuju kearah penjual bunga.
"Pak berapa harga bunga tulip ini?"
"Untukmu cukup Rp.75.000 saja"
"Baiklah ini pak..." (Tersenyum Angela menatap penjual bunga tersebut)
Suara musik-musik rohani, pernak-pernik natal yang bersejejer, membuat Angela semakin bersemangat mengelilingi karnaval yang menghiasi pasar raya tersebut.
Tak lama dikejauhan dirinya melihat seorang pria yang sedang menyanyi dengan dikelilingi banyak orang yang takjup akan suaranya yang sangat indah.
Sebuah nyanyian lagu yang berjudul Its you - Sezairi dia nyanyikan dengan diiringi gitar yang ada ditangannya, Angel pun tersenyum menatapi pria itu dan melangkah maju untuk mendekati pria tersebut.
Tepuk tangan dan sorakkan pun meramaikan selesainya pria tersebut bernyanyi, seketika Angel yang terpukau dengan nyanyian pria itu, Angel pun menyodorkan bunga tulip yang saat ini ia genggam.
"Happy Anniversary sayang!" (Ujar pria tersebut dengan tersenyum menatap Angel)
"Happy Anniversary sayang!!" (Tersenyum Angel sambil memeluk Akbar)
Dengan cepat Akbar pun membalas pelukkan Angel dengan tersenyum. berjalan keduanya dengan bergandengan, mengelilingi pasar raya tersebut, senyuman manis dan tertawa lepas terlihat pada bibir keduanya.
Mereka pun mampir disebuah taman yang menjadi tempat seringnya mereka bertemu, malam yang dingin Angel kini menyandarkan kepalanya pada bahu Akbar, dengan genggaman tangan yang tak pernah dilepaskan dari keduanya.
"Kau lihat bintang itu?" (Ujar Akbar sambil menunjukkan sebuah bintang)
"Heem aku melihatnya...kenapa?"
"Cahaya bintang yang saat ini kita lihat adalah...cahaya yang bersinar di ribuan atau bahkan jutaan tahun yang lalu...dan kemungkinan tentang adanya dia sampai saat ini adalah sebuah pertanyaan yang hanya bisa diketahui oleh sang penciptanya...sama seperti kita!" (Ujar Akbar dengan menatap tangan Angel yang ia genggam)
"Maksudnya?"
"Maksudnya adalah...apa yang saat ini terlihat pada hubungan kita...adalah takdir yang digariskan oleh sang pencipta sejak dulu...begitupun juga akhir dari hubungan kita...apapun yang menjadi akhir dari semua ini...adalah keputusan yang telah diputuskan oleh sang pencipta sejak dulu...jadi...aku ingin kau mengingat satu hal dariku Angel!...apapun akhir dari kisah kita...kita sudah sama sama melakukan semua yang bisa kita lakukan...kita sudah bertahan sejauh ini dan itu artinya hubungan kita...adalah hubungan terkuat yang pernah kita jalani!!...aku tidak ingin ada kata penyesalan...dan kata yang menyakitkan untuk awal maupun akhir yang tak pernah kita inginkan!"
"Sayang!...kenapa tiba-tiba kamu bahas ini?...bagaimana kita bahas tentang perayaan tahun baru nanti saja heem?" (Saut Angel dengan mengelus genggaman tangan Akbar)
Akbar pun tersenyum dan memeluk Angel.
"Aku sudah siapkan segalanya untuk hari itu!" (Tersenyum Akbar mengatakannya sambil memeluk Angel)
Hari demi hari berlalu dengan kebahagiaan seperti biasanya, dan tentu saja juga dengan cemohan orang-orang terdekat mereka, tentang hubungan mereka yang sangat tak mungkin tersebut.
Disaat hari Jum'at dan hari Minggu adalah hari yang special bagi masing-masing dari mereka, doa yang terucapkan sangat keras disetiap ibadah mereka, untuk memohon agar cinta bisa sekuat iman mereka kepada sang pencipta, genggaman tangan Angel, dan Akbar yang menadahkan tangannya, mereka menangis didalam doa-doa yang mereka panjatkan.
"Tuhan!...aku sangat mencintainya...tolong jaga dia...biarkan aku menebus dosaku sendiri dengan kesetiaanku kepadamu...tapi tolong!...jangan pisahkan kami yang berbeda...walau rasa cintaku padanya tidak lebih dari rasa cintaku kepadamu...tapi aku sungguh-sungguh mencintainya...Amen!" (Ujar Angel didalam doanya)
"Ya Allah!...hamba hanyalah ciptaanmu yang lemah...hanya ada satu keinginanku saat ini ya Allah...aku menginginkan dia...untuk menjadi ibu dari anak-anak ku...untuk menjadi permata duniaku...dan untuk menjadi siti Aisha didalam hidupku...bila mungkin...satukan kami ya Allah...walau hamba tahu ini adalah sebuah kesalahan...tapi hamba benar-benar mencintainya walau tak sedalam imanku kepadamu...Aamiin!" (Ujar Akbar didalam doanya)
Terlihat seorang Pendeta datang menghampiri Angel yang sedang terduduk menangis pada halaman Gereja, Angel pun menceritakan semuanya tentang hubungan ia bersama Akbar kepada Pendeta tersebut, yang kebetulan Pendeta itu adalah pamannya.
Tangis Angel semakin terisak-isak ketika ia sedang bercerita semua yang telah menjadi pertanyaan dan masalah yang ia pikirkan tentang hubungan mereka selama ini.
Begitupun dengan Akbar saat ini, seorang Ustad datang menghampiri Akbar yang telah selesai sholat pada sebuah Masjid.
Tatapan sedih Akbar mendengarkan semua yang dikatakan Ustad tersebut, tentang semua yang ia tanyakan yaitu hubungan antara ia dan juga Angel.
Keduanya pun pulang dengan langkah kaki yang layu, dan tatapan mereka yang sedih.
Semalaman mereka terus-menerus memikirkan semua yang dikatakan Pendeta maupun Ustad yang mereka temui tadi siang, Angel hanya menangis sambil membuka sebuah album foto yang berisikan semua kenangan ia bersama Akbar selama ini, begitupun dengan Akbar, dia menangis sambil menatapi foto ia bersama Angel pada sebuah bingkai yang ada disamping kasurnya.
Hingga tibalah malam pergantian tahun baru, semua pernak-pernik cantik telah menghiasi sebuah taman, tak lama Angel dan Akbar pun sampai ditaman tersebut.
Angel yang berpakaian cantik berwarna merah, dan Akbar yang berpakaian rapih berwarna putih.
Keduanya saling menatap, namun tidak dengan senyuman, melainkan tatapan sedih dari masing-masing mereka.
Langkah kaki Angel dan Akbar perlahan menyatukan mereka yang kini sudah saling berhadapan.
"Angel"
"Akbar"
Ujar keduanya dengan bersamaan, seperti memahami apa yang terlihat dari tatapan mereka, seketika Angel pun memeluk Akbar dengan menangis.
"Aku mohon jangan akhiri ini semua!!" (Ujar Angel dengan menangis)
Akbar terdiam dengan menahan tangisnya didalam pelukan Angel.
"Aku yakin kita bisa hidup bersama dengan perbedaan ini!!...dan aku yakin...cinta kita lebih kuat dari apapun!!...jadi aku mohon!...jangan akhiri ini semua!!" (Ujar Angel dengan menangis dan memeluk Akbar)
Perlahan Akbar pun melepaskan pelukan Angel kepada dirinya, dan menatap Angel dengan kesedihan yang teramat mendalam.
"Aku tahu!...dan akupun juga merasakan hal yang sama...tapi Angel...itu semua tidak menutup kenyataan!!...bahwa sesuatu yang berbeda...tidak akan pernah bisa menyatu!" (Ujar Akbar menatap Angel dengan kesedihan)
"Tidak!!...itu tidak benar!!!...aku yakin!!...dan aku sangat yakin!!...bahwa kita bisa saling melengkapi perbedaan itu!!...perbedaan bukanlah hal besar Bar!!...kamu bilang cinta kita kuat!!...kamu bilang kisah kita sudah ditakdirkan!!!...tapi kenapa sekarang kamu menyerah?!!!...kenapa???" (Ujar Angel dengan nada tingginya)
"Bukan aku yang menyerah Gel!!!...tapi perbedaan kita!...aku tahu cinta kita kuat...dan aku tahu kisah kita sudah ditakdirkan...tapi lebih dari itu adalah cinta dan juga takdir kita!...tidak ada apa-apanya dengan kepercayaan dan iman kita!!...cinta kamu dan aku...lebih besar kepada tuhan kita!!...sujudku dan genggaman tanganmu...lebih kuat dari pada takdir kita!!...walau kita satu tujuan dan satu Amin...tapi Iman kita sampai kapapun tidak akan pernah sama...tidak akan ada diantara kita yang mau menyerah dengan Iman kita!!...dan tidak akan ada diantara kita yang mau melepaskan tuhan kita!!...sampai kapapun...sebelum salah satu Iman kita ada yang menyerah...itu akan selalu menjadi momok akhir dari pembicaraan kita!" (Ujar Akbar sambil menggenggam tangan Angel dengan tatapan sedihnya)
Seketika Angel pun melepaskan genggaman tangan Akbar dengan kasar dan menangis terisak-isak.
"Selama Kiblat menjadi arah kupulang...dan selama Salib menjadi penenangmu...Cinta bukanlah hal yang hebat untuk kita...dan bersatu bukanlah hal yang benar untuk kita!...itu...yang ku tahu tentang kita dan yang harus kita lakukan!"
Tiba-tiba terdengar lentusan kembang api menggema pada langit-langit malam dengan cantiknya berwarna warni.
Suara tangisan Angel tersamarkan dengan suara letusan kembang api tersebut, dan tatapan sedih Akbar tersamarkan dengan cahaya kilapan letusan kembang api.
Perlahan Akbar pun memeluk Angel dan berkata.
"Percayalah...demi Allah...aku sangat mencintaimu Angel!!...dan demi Allah...aku mengakhiri ini semua bukan karna keinginan pribadiku!!...tapi ini semua...demi Allah ku!!" (Ujar Akbar dengan menangis memeluk Angel)
Tangisan Angel pun semakin terisak-isak dan memeluk Akbar lebih erat lagi.
"Aku sangat mencintaimu Akbar!!...Tuhanku adalah saksinya!!" (Ujar Angel dengan menangis terisak-isak dipelukan Akbar)
Perlahan Akbar pun melepaskan pelukan dirinya kepada Angel, genggaman kuat Angel pada tangan Akbar, seakan mengatakan tak ingin ini menjadi akhir dari takdir mereka.
Tangisan yang tak lagi bisa meluluhkan hati Akbar, dan tatapan pasrah Akbar menutupi betapa terlukanya ia melepaskan pelukan dan genggaman tangan itu.
Suara dentang Gereja⛪ dan Suara Adzan🕌
Hitungan Tasbih dan kalung Rasario
Tangan yang menggenggam dan tangan yang menadah
Mengarah Kiblat dan Mengarah Salib
Untuk Yesus, tolong jaga dia, cintai dia, dan jangan hilangkan dia dari bumi, Amen🙏🏻.
Untuk Allah, tolong lindungilah dia, sayangilah dia, dan jangan hilangkan dia dari dunia yang kau ciptakan, Aamiin🤲🏻.
Dan untuk Cinta, tolong sampaikan kepada Tuhan kami, bahwa ia telah menyerah oleh Amin yang tak se Iman, dan bahwa kepercayaan kami lebih kuat dari Cinta itu sendiri.
~END~