Suasana yang tenang, dengan dentingan piano yang klasik pada sebuah Cafe, lampu yang berwana kekuningan membuatnya tampak elegan, terduduk manis Clara dihadapan laptopnya saat ini, berada di Cafe tersebut.
Skripsi yang saat ini ia buat telah menyita banyak waktunya untuk bersenang-senang, beberapa hari ini ia memang selalu datang ke Cafe itu hanya untuk mendapatkan ketenangan dalam mengerjakan skripsi akhirnya.
Namun semua ketenangan itu menghilang ketika seseorang datang dengan senyuman manisnya menatap Clara.
"Hai!...bolehkah aku duduk bersamamu disini?...karna tidak ada tempat kosong di Cafe ini...sepertinya kau datang sendirian" (Ujar seorang pria dengan tersenyum menatap Clara)
"Silahkan" (Ujar Clara tanpa memperhatikan pria tersebut)
Pria tersebut pun duduk dihadapan Clara dan terus-menerus menatapi Clara dengan tersenyum, lama kemudian Clara menyadari adanya tatapan dari pria tersebut kepada dirinya.
Untuk pertama kalinya Clara pun melihat kearah pria tersebut, dan tatapan keduanya pun tertabrak.
"Kau terlihat sangat fokus dengan tugasmu...apakah kau sudah makan?...kau harus tetap menjaga pola makanmu...nanti kau bisa sakit" (Bisik pria tersebut dengan tersenyum menatap Clara)
Clara hanya terpaku diam menatapi pria tersebut.
"Pelayan!..." (Ujar pria tersebut sambil mengangkat satu tangannya kearah pelayan Cafe tersebut)
"Aku sudah makan!!" (Saut Clara dengan cepat)
"Heem baiklah...tapi aku ingin memesan untuk diriku sendiri!" (Tersenyum pria tersebut menatap Clara)
Clara terdiam dengan rasa malunya, dia pun menarik laptopnya lebih dekat, dan membungkukkan tubuhnya agar wajahnya tertutup oleh laptop miliknya.
"Sial!...ini sangat memalukan!" (Bisik Clara dengan ekspresi malunya)
"Apakah kau mengalami kesulitan?"
"Ti..tidak!!...aku bisa mengerjakannya sendiri!!" (Ujar Clara dengan gugup)
"Kau yakin bisa mengerjakannya dengan wajahmu yang sangat dekat dengan laptop seperti itu?!...hahahaha kau sangat menggemaskan!" (Ujar pria tersebut dengan tertawa dan mengusapkan kepala Clara)
"Apa yang kau lakukan??...siapa kau??...kenapa kau seperti ini kepadaku??" (Saut Clara dengan cepat menjauhkan tubuhnya dari meja makan)
"Apa maksudmu?...aah iya...kenalkan namaku William!!...dan kau?" (Ujar pria tersebut sambil mengulurkan tangannya dihadapan Clara)
"Namaku Clara!...jika kau tidak ada keperluan lainnya...kau bisa pergi...jujur saja kau telah mengganggu ketenanganku untuk mengerjakan tugasku!" (Ujar Clara dengan tatapan tegasnya)
"Benarkah aku sudah mengganggu ketenanganmu?...kalau begitu baguslah...itu artinya kau ada ditanganku saat ini!" (Tersenyum smirk William menatap Clara)
"A..Apa maksudmu?"
"Tidak!...itu bukan apa-apa...tapi jika kau mau...aku bisa merubahnya penuh dengan arti" (Tersenyum William)
Sejak saat itu keduanya pun semakin dekat, dan sering bertemu pada Cafe tersebut.
Perlakuan manis, kata-kata manis, dan tatapan manis William kepada Clara, telah mampu membuat Clara merasa istimewa.
Genggaman tangan, pelukkan manis, dan ciuman dipipi yang manis William kepada Clara, telah menjatuhkan Clara kedalam cinta yang mendalam.
Sampai-sampai dirinya merasa bahwa untuk pertama kalinya ia benar-benar merasakan dicintai oleh seseorang.
Hingga beberapa hari kemudian, tiba-tiba William tak lagi terlihat datang ke Cafe tersebut, semua pesan dan panggilan telphone Clara kepada William tak pernah kunjung ada jawaban darinya.
Rasa cemas menggelapkan pikiran Clara yang semakin membuatnya overthinking, rasa takut menenggelamkan perasaan Clara yang semakin membuatnya sesak.
Redup ekspresi Clara setiap harinya menantikan kedatangan William diCafe tersebut, tak jua ia melihat William, Clara telah kehilangan semangat dirinya yang dulu, perasaan tenang pun juga hilang, terasa besarnya kekosongan itu membuat dirinya enggan melakukan banyak hal.
"Dimana dia saat ini?...kenapa dia tidak terlihat lagi?...dan kenapa...dia tidak membalas pesan ataupun panggilan telphoneku lagi?" (Ujar Clara sambil jalan disebuah taman)
Suara hembusan angin dan hempakkan dedaunan yang ada ditaman tersebut, telah membuat Clara sedikit lebih tenang.
Tak lama tiba-tiba sebuah Es krim hadir dihadapan Clara dengan tangan seseorang yang memeganginya.
"William!!" (Ujar Clara saat melihat es krim tersebut dengan antusias)
Saat Clara menatap kearah wajah orang tersebut, rupanya orang itu bukanlah William.
"Wiliam?...aah namaku Axel!...dikejauhan aku melihatmu sedang bersedih...karna itu...aku membelikan ini...un..untukmu!" (Ujar pria tersebut dengan canggung)
Tanpa berfikir Clara pun mengambil Es krim tersebut dan memakannya tanpa memperdulikan ia telah belepotan saat memakan es krim tersebut.
"Heem...di..dimulutmu...ada..." (Canggung Axel mengatakannya)
Perlahan Axel pun mengelapi bibir Clara yang tampak belepotan oleh bekas es krim yang ia makan saat ini.
Seketika Clara pun menangis dan menjatuhkan kepalanya dibahu Axel, tampak Axel yang sangat terkejut dan cemas melihat Clara yang menangis, dirinya hanya bisa terdiam sambil menepuk pelan pundak Clara.
"Air mata itu tidak pantas jatuh dari matamu!...apakah yang kau tangisi saat ini...pantas mendapatkan air matamu yang berharga itu?" (Bisik Axel dengan mengusapkan pundak Clara)
Sejak hari itu Axel dan Clara pun menjadi lebih dekat.
Perlakuan hangat, kata-kata hangat dan tatapan hangat Axel telah membuatnya tersadar bahwa semua hal yang manis akan terkalahkan dengan sesuatu yang hangat.
Kini dirinya benar-benar merasa beruntung bukan lagi istimewa yang kapan saja bisa tergantikan, dan untuk pertama kalinya ia merasakan dihargai dan dijaga oleh seseorang yang mampu membuatnya nyaman lebih dari apapun.
Berjalan keduanya ditaman tersebut, terlihat senyuman kebahagiaan Clara berada dipelukan Axel, sesekali keduanya bercanda ria hingga tertawa lepas.
Namun kebahagiaan itu dan ketenangan itu menghilang kembali, ketika tiba-tiba saja William hadir dihadapan Clara yang saat ini berada dipelukkan Axel.
Tawa dan senyum Clara menghilang dan berubah menjadi ekspresi sedih, dengan keterkejutan dirinya melihat William tiba-tiba hadir dihadapan dirinya, dengan senyum manis yang sama saat untuk pertama kalinya mereka bertemu di Cafe.
"Clara!..kau disini rupanya!...maaf aku tidak datang ke Cafe dan membalas semua pesanmu...karna...beberapa hari ini aku kehilangan ponselku itu...dan aku..." (Ujar William dengan tersenyum)
William terhenti berkata-kata ketika dirinya melihat Axel menggenggam tangan Clara.
"Kemana saja kau selama ini?" (Ujar Clara dengan ekspresi sedihnya)
"Aku...a..aku..."
"Kenapa kembali?"
"A..apa?...Clara maafkan aku...aku..."
"Terima kasih!"
"Terima kasih?"
"Terima kasih karna sudah mengajariku banyak hal!...terima kasih karna sudah menyadarkanku banyak hal!...dan terima kasih...karna sudah membuka mataku dengan jelas!" (Ujar Clara dengan tersenyum)
"Apa maksudmu Clara?...Clara aku kembali!!...aku kembali untukmu!!...kenapa kau mengatakan hal itu??"
"Kata-kata manis, perlakuan manis dan senyuman manis mu...telah dilelehkan oleh kehangatan yang dia berikan padaku!...aku menyadari bahwa...hal manis...akan selalu kalah dengan kehangatan...dan keistimewaan...akan selalu kalah dengan penghargaan dan juga kenyamanan!" (Ujar Clara sambil memeluk Axel dan menatap William)
"Clara!!"
"Satu kalimatku untukmu William...teruslah meng-Ghosting...sampai kamu akan menyadari...bahwa yang meng-Ghosting akan selalu berakhir tersakiti...bukan menyakiti!!!...aah iya...satu lagi kalimat untukmu...Terkadang...seseorang sengaja menghilang agar dicari...tapi mereka lupa...bahwa yang hilang...akan selalu bisa tergantikan!!!" (Ujar Clara dengan tersenyum menatap William)
~END~