Poooss...!
Teriakan tukang pos
membangunkanku dari tidur siangku, aku yakin sekali surat kali ini untukku.
Ini pasti dari sahabatku, Dini. Aku dengan Dini sudah hampir setahun saling bertukar surat' awalnya kami berkenalan dengan tidak sengaja, pada awalnya aku mendapat surat tidak dikenal, saat aku cek ke kantor pos ternyata surat itu memang nyasar.
Surat itu dari Dini yang bermaksud mengirimnya kerumah neneknya kebetulan alamatnya hampir sama dengan alamat rumahku.
Semenjak saat itu kami menjadi teman pena, Dini dan aku mempunyai hobi yang sama yaitu
menulis.
Yup, ternyata benar surat itu dari Dini, segera saja aku membuka amplop yang berwarna biru. Aku dan dini sepakat jika memakai amplop yang berwarna biru jika saling berkirim surat.
23 Oktober 2007
Anna, tak terasa hampir setahun kita saling berkirim surat. aku sangat senang sekali kejadian yang kebetulan setahun yang lalu, menjadi kebetulan yang sangat indah bagiku
Oh, ya bulan depan aku berencana mengunjungi kotamu, aku ingin menghabiskan liburan dirumah nenekku, dan aku juga berencana mengunjungimu, aku sangat ingin bertemu kamu secara langsung
Sekian dulu yaa, aku menunggu balasanmu
Salam hangat,
Dini..
Waah, aku senang sekali membacanya, ternyata Dini akan mengunjungi ku bulan depan.
Segera saja aku bilang kepada ibuku tentang rencana Dini yang akan berkunjung kesini, setelah itu aku langsung menulis surat balasan kepada Dini.
27 November 2008
Diiniii, wah aku senang sekali kamu mau mengunjungiku, tentu aku bersedia, aku juga telah bilang kepada ibuku, ibuku juga senang aku harap nanti kamu akan menginap dirumahku selama beberapa hari, aku mempunyai segudang rencana
menarik untuk kita lakukan bersama.
Kamu akan kesini bulan depan kan?
itu berarti beberapa hari lagi.
Hati-hati di jalan ya Dini.
Salam hangat
Anna..
Tidak terasa hari ini hari terakhir sekolah sebelum liburan, berarti Dini akan kerumahku beberapa hari lagi, aku segera mandi dan berpakaian untuk pergi ke sekolah sebelum itu aku sarapan sebentar laou berpamitan ke orangtuaku untuk pergi
ke sekolah.
Kebetulan jemputanku juga sudah datang.
Akhirnya pengumuman dari sekolah yang aku tunggu-tunggu datang juga, sekolah akan libuh akhir tahun, teman-teman disekolahku sangat ramai, tidak salah lagi, mereka bercerita rencana mereka saat liburan nanti.
Tak terasa bel tanda akhir sekolah sudah dibunyikan, keadaan kelas makin ramai saja.
setelah mengucapkan selamat liburan kamipun naik mobil jemputan masing-masing.
Di tengah perjalanan aku teringat mimpiku tadi malam, di mimpiku aku melihat Dini memakai gaun putih yang indah dan tersenyum padaku, tapi makin lama sosok Dini makin jauh, aku mencoba mengejarnya tetapi tidak bisa.
Mengapa ya, aku bermimpi seperti itu
tadi malam.
"ah, mungkin aku terlalu senang Dini akan mengunjungiku" pikirku
"aku pulaaang..." teriaku.
"Tidak seperti biasanya, biasanya
ibuku selalu menyambutku saat aku pulang sekolah". ternyata ibuku ada diruang keluarga. disitu aku melihat ibuku menangis sedih.
"ada apa bu??" desakku.
ibuku menatapku, lalu berkata
"anna, ibu harap kau tabah".
"ada apa bu, ada apa??" tanyaku setengah berteriak, karena aku bingung apa yang sebenarnya terjadi.
"temanmu, Dini, telah mengalami kecelakaan pesawat" kata ibuku terisak-isak.
"apa?" kataku heran.
Lalu aku segera mengambil remote Tv yang tergeletak disitu dan segera menyalakan Tv.
Di Tv ditayangkan gambar yang sangat mengerikan
sebuah serpihan pesawat yang terombang-ambing di laut lepas.
Reporter di Tv mengatakan
pesawat itu telah meledak di udara, dugaan sementara tidak ada satupun korban selamat.
"tapi kan bu, belum tentu Dini ada didalam penerbangan itu" tanyaku cemas.
"tidak, anna. Nenek Dini tadi menelpon ibu, dan menyampaikan berita ini" jawal ibuku sedih.
Tidak terasa, air mata telah membasahi pipiku, aku tidak bisa mengatakan apa-apa, disekelilingku terasa berputar, dan tiba-tiba gelap.
Aku pingsan.
Tidak terasa sudah genap sebulan setelah kecelakaan pesawat itu jasad Dini belum juga ditemukan, diliburanku kali ini, aku merasa tidak bersemangat karena kejadian tersebut, keluargaku mencoba menghiburku, tapi itu sama sekali tidak membantu.
Poooss..!!
Teriakan tukang pos membuyarkan
lamunanku.
"aku malas untuk keluar, biar ibu saja yang mengambil suratnya" pikirku.
Pooooss..!!
"Uugghhh, mana sih ibu?" gerutuku.
Aku ingat, aku sedang sendirian dirumah, ibu sedang arisan RT.
segera saja aku berlari keluar untuk mengambil surat itu.
Ternyata pak pos mengantarkan sebuah kotak yang ditunjukkan kepadaku.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada tukang pos, aku masuk dan membuka isi dari kotak itu.
isi kotak itu adalah bungkusan plastik yang didalamnya ada kertas-kertas yang dijilid rapi dan sebuah yang berwarna... HIJAU.
Aku membuka isi dari surat itu dan
membacanya.
7 Desember 2008
Sahabatku Anna, saat kamu membaca surat ini, mungkin ini menjadi surat terakhir dariku, Maaf Anna aku, aku tidak bisa menepati janji ku untuk liburan bersama denganmu.
Anna aku ada satu permintaan, semoga kamu menyanggupinya. kamu ingat kan aku pernah bercerita kalau sedang menyelesaikan menulis novel,,,
Aku ingin kamu menyelesaikannya.
Nah Anna, meskipun kita belum pernah bertemu langsung, tapi kamu adalah sahabat terbaikku.
Dan aku minta maaf karena tidak bisa menepati janji. terima kasih ya Anna, kamu telah menjadi sahabatku.
Salam persahabatan
DINI
Air mata kembali membasahi pipiku setelah membaca surat itu, dan aku mengambil kertas-kertas yang dijilid itu, itu adalah naskah novel yang belum sempat diselesaikan oleh Dini.
"tentu Dini, aku bersedia dengan senang hati menyelesaikan novelmu, aku akan mengerjakannya sebaik mungkin, semoga kamu tentang di alam sana" kataku dalam hati.
Yah, memang, didunia ini memang banyak kejadian yang tak terduga.
Persahabatanku dan Dini diawali dengan kejadian yang tak terduga, dan diakhiri dengan kejadian yang tak terduga juga.
Dan juga di dunia ini tak ada yang abadi.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, entah cepat atau lambat.