Jika aku mempunyai uang 200 miliar, sudah jelas aku akan sangat senang. Seorang pemuda kampung sepertiku mendapatkan uang sebanyak itu. Aku sudah pasti akan mensejahterakan keluarga dekatku.
Membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Membanyar hutang mereka, tentu saja. Membeli rumah dan mobil baru, sudah pasti. Membayar pajak dan semua kewajiban yabg harus aku bayar, tidak akan aku lupakan.
Namun, aku tahu jika uang terus dikeluarkan semua akan habis. Jadi, sekarang ketika aku benar-benar mendapatkan uang 200 miliar, yang pertama aku lakukan adalah menginvestasikan setengahanya. Seperempatnya aku gunakan untuk memulai bisnis, dan sisanya aku gunakan untuk mensejahterakan keluargaku.
Dengan begini, aku bisa hidup enak dalam waktu lama. Begitu pula dengan keluargaku. Mereka bisa hidup sejahtera dalam waktu lama. Tidak hanya foya-foya di awal lalu menangis di akhir.
200 miliar memang terlihat banyak, tetapi juga sedikit jika dibanding dengan kekakyaan orang-orang terkaya. Jadi, dengan modal awal sebanyak ini, aku yakin bisa lebih kaya lagi. Asalkan aku berusaha, semua bisa tercapai.
Sekarang lihatlah, lima tahun setelah aku memiliki dua ratus miliar itu, aku sudah masuk menjadi sepuluh orang terkaya di negara ini. kekayaanku sekarang sudah menjadi satu triliun. Aku bersyukur memilih langkah yang tepat memanfaatkan uang tersebut