Kau bertanya bagaima rasanya mendapatkan 200 milyar?.
Perasaan itu seperti gelembung sabun, terlihat cantik saat dilihat, tapi menghilang ketika di sentuh.
“Tuan tolong tanda tangan di sini dan juga di sini.” seorang lelaki tua menyodorkan sebuah berkas padaku. Dia adalah pemilik sebuah apartemen yang baru saja aku beli dengan uang 200 milyar.
“Bagaima anda memiliki uang sebanyak itu?, Anda terlihat masih sangat muda.” ucapnya saat menyerahkan bukti kepemilikan lahan dan bangunan.
Aku hanya melempar senyum padanya, “Hanya memukul sebuah jekpot.” jawabku sambil menatap gedung sepuluh lanta dengan 100 kamar.
Semuanya adalah milikku, dari kerja kerasku sendiri. Semua di mulai saat aku masih duduk di bangku SMA, aku mulai berinvestasi. Sampai saat aku kuliah lalu bekerja menjadi pelayan restoran, sebagian dari gaji yang aku dapatkan aku sisihkan untuk membeli saham.
Hingga suatu hari aset yang aku kumpulkan melambung tinggi menyentuh angka yang tidak perna terbayangkan sebelumnya. Semua yang aku kumpulkan selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.
“Walaupun begitu aku tidak akan membuang uang yang sudah susah payah aku dapatkan begitu saja. Aku kembali menginvestasikan semua uang itu dengan membeli apartemen mewah.”
Aku akan menciptakan lebih banyak gelembung lainnya.