....
Dunia sangat tidak adil padaku, aku sudah berumur 22 tahun, tetapi tidak ada seorang pria pun yang menyukaiku atau mendekati ku, ah aku singel dari bayi.
Namaku Ressa usiaku sudah memasuki 22 tahun namun sampai saat ini aku tidak mendapatkan pasangan ku, tidak ada seorang pria pun yang mendekati ku. bukan karena tampangku jelek, kalau soal wajah dan penampilanku bisa dibilang lumayan walaupun tidak cantik-cantik amat, namun masih bisa dibilang cukup untuk menarik perhatian laki-laki, kalau soal keluargaku,keluargaku adalah keluarga sederhana tidak kaya namun tidak miskin juga sih.
Disebuah kamar, terlihat Ressa yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, ia sudah berbandan cantik dan berpakaian rapi. setelah dirasa penampilannya udah oke, ia pun mengambil tasnya dan mulai beranjak keluar dari kamarnya. Ressa berjalan melewati ruang tamu, seperti biasa rumah sepi, semuanya sudah keluar untuk berkerja pagi buta.
Ressa pergi menuju kantornya mengunakan mobil sport hitam yang ia beli tahun lalu, setelah hampir dua puluh menit Ressa mengendarai mobil, akhirnya ia sampai di kantor nya, Ressa memarkirkan mobilnya ditempat parkiran kantor, lalu ia pun keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kantor, seluruh karyawan menyambutnya.
"Selamat pagi nona Ressa." Sapa salah satu karyawan.
"Pagi juga." Balas Ressa sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Setelah itu Ressa pun berlalu menuju ruangan kerjanya, pangkat Ressa di kantor tersebut adalah sebagai seorang asisten CEO, memiliki pangkat yang cukup dibilang tinggi tak membuat Ressa sombong, ia tetap berteman dengan karyawan-karyawan biasa.bahkan Ressa tidak memperbolehkan para karyawan memangilnya 'buk' atau pun 'nona' karena menurutnya sebutan itu tidak pantas untuk nya, namun banyak juga karyawan yang masih memanggil nya dengan sebutan 'nona' seperti tadi contohnya.
"Mari kita selesai semua berkas dan dokumen nya." Ucap Ressa semangat lalu mengambil beberapa dokumen dan berkas-berkas yang sudah tersusun rapi di meja kerja nya.
Ressa mulai mengerjakan tugas nya,tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 13.00 waktu makan siang.
TOKKK~
TOKKK~
TOKKK~
"nona Ressa...apa kau ada didalam."panggil seseorang dari luar ruangan Ressa.
"yah...aku ada didalam,masuk saja." sahut Ressa.
seseorang itu pun masuk kedalam ruangan Ressa.
"ouh kau ternyata Mia... ada apa kau mencari ku." tanya Ressa.
"haish kau ini,apa kau tidak lihat ini sudah jam makan siang,apa kau tidak kelaparan hah?."ketus Mia.
"hah,yang bener." ucap kaget Ressa Dan langsung melihat jam dinding nya.dan yang benar saja jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang (13.30).
Ressa: "yaampun aku benar-benar lupa dan tidak melihat jam.
Mia: "hm Yasudah ayok kekantin,masih ada waktu untuk makan siang."
Ressa dan Mia pun pergi menuju kantin kantor, di kantin. mia pergi untuk memesan makanan sedangkan Ressa menunggu di meja kosong dipojok.
"hah aku sangat iri pada mereka yang sudah memiliki kekasih." Ressa melihat sepasang kekasih yang sedang bermesraan lewat didepan nya.jujur saja ia ingin memiliki seorang lelaki yang mencintai dan menyayangi nya, namun itu hanya khayalan, nyatanya tidak ada satupun laki-laki yang mendekati nya.
Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Mia
kembali dengan membawakan nampan berisi makan yang mereka pesan tadi.
"hei kau kenapa, dari tadi ku perhatikan kau melamun saja,apa ada masalah?." tanya Mia membuyarkan lamunannya Ressa.
"ah kau ini mengangetkan ku saja." kesal Ressa.
Mia hanya tertawa sambil meminta maaf, sedangkan Ressa terlihat sangat kesal pada Mia,hampir saja jantungnya pindah ke ginjal gara-gara dikagetkan oleh Mia.
Mereka berdua menghabiskan makanan mereka. setelah menghabiskan makanan mereka. Ressa dan Mia pun kembali ke ruangan kerja mereka.
Diruangan milik Ressa, wanita itu terlihat sedang sangat fokus dengan laptopnya dan beberapa berkas di atas mejanya.
disaat sedang fokus dengan perkejaan tiba-tiba saja Ressa merasa ada yang mengusap surai rambutnya, namun saat wanita itu berbalik kebelakang, dan melihat siapa yang membelai rambut...
"gak ada siapa-siapa." ucap heran Ressa lalu kembali menatap layar laptopnya.
lagi dan lagi Ressa merasakan ada yang menyentuh pipinya. jujur Ressa takut namun, ia memberanikan diri dan menyelesaikan pekerjaan.
Tak terasa kini jarum jam sudah menunjukkan pukul 18.00 namun Ressa masih dikantor, hari ini perkerjaan wanita itu memang sangat banyak, dan mau tidak mau dia harus menyelesaikan sampai selesai.
"akhh capek banget." Ressa meregangkan otot-ototnya yang terasa kebas akibat terlalu lama duduk. wanita itu mengambil tas nya dan keluar meninggalkan ruangannya.
tidak ada seorang pun dikantor hanya tersisa Ressa dan seorang satpam yang menjaga kantor.
"eh non Ressa." tegur satpam yang bernama pak Handi.
"baru selesai yah non?" tanya pak Handi.
"iya pak, tadi saya ada sedikit kerjaan yang harus diselesai jadi telat deh." jawab Ressa sambil cengengesan.
"hm kalau gitu saya pamit dulu yah pak, udah hampir malam."
"iya non, hati-hati dijalan." ucap pak Handi sambil tersenyum. Ressa hanya mengangguk lalu membalas senyuman pak Handi.
lima belas menit berlalu, akhirnya Ressa sampai dikediaman nya, wanita itu memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk nya lalu ia pun masuk ke dalam rumah, diruang tamu terlihat begitu sepi, Ressa melewati ruang tamu dengan wajah datarnya, wanita itu berlalu dari sana dan akhirnya sampailah ia dikamar miliknya.kamar yang bernuansa modern berwarna gelap. wanita itu merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya, lelah sekarang yang ia rasakan.
"hahh rumah ini akan selalu sepi." Ressa membuang nafasnya panjang, lalu wanita itu bangkit dari tempat tidurnya, ia mengambil handuk yang tergantung ditempat khusus, lalu Ressa masuk ke dalam kamar mandi. didalam kamar mandi Ressa mengisi bathtub nya dengan air, setelah dirasa cukup, Ressa pun langsung masuk ke dalam bathtub.
"sangat nyaman dan tenang." lirih Ressa sambil menutup matanya, merasakan dinginnya air membasahi tubuhnya.
'kau lelah... istirahat lah...~'
dengan cepat Ressa membuka matanya.
"siapa yang berbicara tadi." heran Ressa sambil melihat sekelilingnya.
"tidak ada siapa-siapa. lantas siapa yang berbicara tadi." tanpa disadari Ressa, bulu kuduk berdiri, dengan segera Ressa bangkit dari dalam bathtub lalu ia mengambil handuk nya dan melilitkannya di tubuhnya.
Ressa keluar dari dalam kamar mandi dengan terburu-buru. ressa masuk kedalam ruang ganti nya, terlihat sangat jelas bahwa Ressa sedang takut dan juga Heran akan kejadian aneh tadi.
Setelah beberapa saat berlalu, Ressa telah selesai dengan aktivitas nya tadi, rapi dan wangi, dan tentunya cantik.
"sudah selesai, tingal makan aja." ucap semangat Ressa lalu keluar dari dalam kamarnya.
sesampainya di ruang makan.
"mama mas_" kata-kata Ressa terhenti saat ia tidak melihat seorang pun diruang makan itu, wanita itu berdecak sebal lalu mengambil kunci mobilnya.
"cihh semua nya pada belum pulang." kesal Ressa sambil membuka pintu mobilnya, wanita itu masuk ke mobil, lalu menancap gas nya, mobil mewah itu telah meninggalkan kediaman itu.
beberapa hari berlalu, dikantor tempat Ressa bekerja sedang mengadakan acara penyambutan CEO baru berusaha. didalam ruang rapat.
didalam ruangan itu banyak sekali tim-tim kantor dari asisten CEO(Ressa), Direktur utama, menejer utama, menejer keuangan dan beberapa rekan kerja yang lain, semua berkumpul.
"kira-kira CEO yang kali ini baik gak yah."-ucap salah satu karyawan.
"gak tau."-balas sang temannya.
setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka dan mendatanglah seorang pria bertubuh tinggi, putih, hidungma mancung, pokoknya gantenglah...
"selamat datang tuan muda Watanabe haruto, selamat bergabung diperusahaan."- ucap mantan CEO yang namanya Dody.
"hm." balas haruto.
pria bernama haruto itu
terus melihat kearah Ressa yang sedang sibuk dengan ponselnya.
'kau milikku nona'- batin haruto sambil menaikan sebelah bibirnya membentuk senyum smirk .
"apa kau Ressa, asisten CEO?" tanya haruto dengan wajah datarnya.
Ressa yang berasa dipangil pun langsung menoleh kearah haruto, lalu ia membuat sebuah senyuman manis diwajahnya.
"Iyah pak." jawab Ressa.
"oh." haruto hanya ber-oh ria.
satu Minggu berlalu dengan sangat cepat...
hari Senin pagi, dikantor tempat Ressa bekerja, tepat di ruangan CEO.
"Ressa kesini sebentar." titah haruto yang masih subuh dengan beberapa berkas di tangannya. Ressa yang berasa dipangil pun langsung berjalan menuju meja sang atasan.
"ada apa pak?" tanyanya sopan.
"tolong bantu saya memeriksa berkas-berkas ini." titah Haruto dan mendapatkan anggukan kepala dari Ressa, Ressa mengambil beberapa berkas tersebut dan membawanya ke meja kerja nya.
disaat tengah-tengah sibuknya mereka memeriksa berkas tersebut.
"Ressa kamu mau tidak menjadi pacar saya." ucapan itu keluar dengan sangat ringan nya dari Mulut seorang Watanabe haruto, CEO dingin itu.
"hah?!."- Ressa langsung menoleh kearah haruto.
"mau tidak, menjadi pacar saya." haruto mengulang pertanyaan nya tadi.
jujur saja, Ressa memang menyukai haruto sejak haruto datang ke kantor itu..
namun Ressa sadar diri dan memilih untuk menghempas perasaan itu, tapi itu semua tidak mungkin, karena Ressa sudah terlanjur menyukai dan mencintai pria yang berstatus sebagai atasan nya itu.
Ressa masih bengong. dan akhirnya satu deheman dari haruto berhasil membuyarkan lamunannya.
"mau tidak."
"ma_"
"saya gak Nerima penolakan, mulai hari ini kamu pacar saya."-haruto.
Ressa yang mendengar itu hanya terpelotak kaget.
sejak saat itu mereka berdua pun berpacaran, walaupun Ressa tidak begitu mengetahui latar belakang pria yang sekarang merupakan pacarnya.
Sebenarnya haruto adalah hantu yang waktu itu berbisik ditelinga Ressa Waktu wanita itu sedang mandi. dan semenjak itu haruto menyukai Ressa dan menjelma menjadi seorang CEO.
moga suka sama cerpennya
maklumi jika ada salah di pengguna tanda bacanya atau sebagainya.
terimakasih