Vivian adalah seorang gadis cantik, usianya akan genap 20 tahun pada malam tanggal 15 mei, tepatnya pada malam ini. Ia berasal dari kalangan keluarga biasa.
Setiap bulannya Vivian selalu bermimpi kedatangan seorang pria yang sangat tampan, sayangnya pria tampan tersebut bukan seorang manusia melainkan ular. Yang selalu membuatnya merasa takut, karena ular tersebut memintanya menjadi seorang istri.
Dalam mimpi vivian, pria ular itu mengatakan akan datang padanya saat umurnya genap 20 tahun. Namun vivian tidak menghiraukan kata-kata dalam mimpinya itu, ia selalu fokus pada pekerjaannya yang menumpuk.
Akhir-akhir ini vivian selalu merasa ketakutan, karena mimpinya itu terlalu sering muncul. Kadang ia berpikir apakah benar mimpinya itu akan menjadi nyata, atau hanya bunga tidur saja?.
Vivian sudah mencoba mengunjungi peramal beberapa kali, tapi kata peramal itu, mimpinya itu hanyalah bunga tidur saja. Yang membuat vivian percaya pada ucapan siperamal gadungan itu.
Malam ini adalah malam ulang tahun vivian, usianya akan genap 20 tahun. Namun karena terlalu letih bekerja vivian lupa pada ulang tahunnya sendiri ia tertidur sangat pulas bagaikan orang yang tak bernyawa, padahal ia sudah menghabiskan seluruh gajinya hanya untuk membeli deseret ulang tahun.
Beberapa menit lagi tepat jam 12 malam, tiba-tiba angin berhembus kencang dan langit menjadi sangat hitam. Suara berisik membuat vivian terbangun dari tidurnya.
Tapi siapa sangka saat ia terbangun, ia melihat sosok pria yang sangat tampan bagaikan malaikat itu.
" Apakah ini mimpi atau nyata kenapa tubuh ini sangat menggoda". Ujar vivian sembari memegang wajah pria tampan itu.
" Apakah kamu puas pada suamimu ini? ". Ucap Curtis merasa bangga pada dirinya.
Ucapan curtis membuat vivian tersadar dan merasa kaget karena ada sosok pria tampan yang sedang berbaring di ranjangnya.
" Si.. siapa kamu ". Tanya vivian yang kaget
" Aku? aku ini suamimu, lalu siapa lagi? ". Jawab curtis dengan santai
Vivian yang kaget dengan ucapan curtis tidak bisa berkata apa-apa. Ia merasa heran karena selama ini ia tidak pernah pacaran, walaupun ia adalah seorang primadona kampus.
" Tug.. tunggu aku tidak pernah pacaran, apalagi memiliki suami! lalu apa ini kenapa tubuhku terasa geli, dan apa ini licin-licin? ". Ucap vivian sembari melihat tubuhnya.
Saat vivian melihat kebawah tubuhnya, ia sontak kaget karena di atas tubuhnya ada ekor ular.
" Aghhh... ada ular ". Teriak vivian yang kaget.
" Tentu saja itu ekorku ". Ucap curtis sembari mengelurkan lidahnya.
Vivian tidak bisa berkata apa-apa seketika ia pingsan karena syok. Tapi curtis membuat vivian sadar kembali menggunakan kekuatannya itu.
Saat vivian sadar ia bertanya pada pria itu sebenarnya siapa dirinya dan untuk apa ia datang pada vivian.
Curtis pun mengatakan segalanya, bahwa ia adalah suaminya. Mereka sejak lahir sudah ditakdirkan untuk menjadi pasangan. Ia juga menceritakan identitas aslinya bahwa dirinya adalah seorang raja ular, tidak ada yang ia tutupi dari vivian.
" Tidak! tidak bagaimana mungkin su.. suamiku adalah seorang raja ular? ". Teriak vivian yang tak percaya dengan kenyataan
" Mau bagaimana lagi, kita sudah ditakdirkan untuk menjadi suami istri, bukankah aku sudah memberitahumu dalam mimpi ". Ucap curtis dengan tenang.
Vivian tidak percaya dengan ucapan curtis, ia hanya menganggap ucapan curtis hanyalah bualan belaka.
Demi membuat vivian percaya pada dirinya, curtis membawa vivian ke dunia lain. Dan memperlihatkan bukti bahwa mereka sudah menjadi suami istri sejak baru lahir, bahkan dikehidupan sebelumnya mereka adalah pasangan.
Vivian mau tak mau menerima kenyataan itu satu persatu.
Beberapa bulan kemudian vivian mulai jatuh hati pada curtis, karena sikap curtis yang lemah lembut dan romantis membuat hatinya yang beku itu menjadi mencair. Ia mau menerima curtis sebagai suaminya serta tinggal bersama selamanya di dunia lain.
Dari sinilah cerita mereka dimulai, kehidupan yang penuh lika-liku dan munculnya orang ketiga pada hubungan mereka yang ternyata adalah suami kedua vivian. Sanggupkah mereka melewatinya?
Bersambung...