Suatu pagi, terlihat seorang gadis cantik sedang menanti kendaraan tumpangan di bahu jalan yang sepi oleh para pengguna jalan, karena efek hari Ahad.
Ah, sudah sejam menanti gojek lewat, tapi gak ada satu pun yang lewat. Mau pesan gojek online, tetapi kuota gak ada, sad banget, sih, nasib gue, pikir gadis yang bernama Ariana itu sambil bersandar di batang pohon trumbesi yang menaungi halte bus.
Dari jauh terdengar sayup-sayup bunyi musik dangdut koplo dengan susulan suara knalpot motor jahat.
Ariana yang mendengar suara itu sontak bangkit dan secepat kilat memasang pose muka kasihan, agar para pengendara merasa iba melihatnya.
"Stop!" teriak Ariana saat mata menangkap sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah menyala melintas dengan kecepatan di bawah rata-rata.
Spontan sang pengemudi menginjak rem, mobil berhenti tepat di depan Ariana, dan mata sang pengemudi terhipnotis oleh kecantikan gadis tersebut.
Cantik juga ini gadis, kalau dijadikan mangsa semalam di penginapan pasti makin uwuw! Pikiran kotor sang pengemudi mobil menjalar ke rongga atma.
"Ada apa, Nona? Perlu bantun?" tanya sang pengemudi mobil yang bernama Zhiran.
"Ya, aku butuh tumpangan untuk ke daerah pertokoan yang ada di pusat kota sana," katanya seraya mengedipkan mata dan menampilkan lengkungan senyuman khas.
"Oh, boleh, sih. Tetapi kamu harus temani aku makan dulu," ujar sang sopir seraya membuka pintu mobil. Lalu, menyuruh gadis itu masuk. "Duduklah!" katanya.
"Baiklah!"
Mobil mewah itu pun melaju di jalanan aspal yang terpanggang raja siang.
"Berhenti di depan, ya, Bang. Aku mau beli sesuatu. Setelah itu aku temani kamu makan dan tidur. Wkwkw, bercanda aja, Bang. Tetapi kalau menemanimu aku bersedia kok, Bang." kata Ariana.
"Ya." Zhiran menghentikan mobil di depan toko.
Ariana masuk ke dalam toko itu, dia membeli sebuah dot bayi, susu Dancow cokelat, dan setablet pil CTM. Lalu, dia kembali ke mobil mobil menemani si Zhiran makan siang di Solaria.
Singkat cerita, setiba mereka di sana Zhiran memesan dua gelas jus lemon dan dua piring nasi goreng Italia.
Usai makan, Zhiran mengajak Ariana ke penginapan yang tak jauh dari Mall Muara.
Di dalam kamar penginapan itu, Zhiran merayu Ariana untuk melayani dirinya di ranjang. Dengan senang Ariana melayani lelaki bernafs'u liar itu. Tetapi ada syaratnya, Zhiran harus minum susu dulu sebelum mereka berhubungan di atas ranjang.
Sebelum membuat susu untuk Zhiran, Ariana masuk ke toilet sebentar. Lalu, dia membuat susu dan memberikan pada Zhiran.
Kemudian mereka melakukan adegan ranjang, jari jemari Zhiran merayap di batang leher Arina. Kemudian kecupan mendarat di pipi gadis itu, Ariana menikmatinya.
"Bang kasih slow dong, ya?!" ucap gadis itu saat mendorong Zhiran ke ranjang. Lalu, dia mendarat di dada lelaki perkasa itu dan mengikat kedua tangannya.
Zhiran tersenyum, tapi matanya mulai kabur pelan-pelan dan terlelap, ketika Zhiran tersadar. Zhiran periksa dompet dan HP sudah tak ada. Bahkan ketika dirinya ke parkiran mobil pun tak ada. Akhirnya dirinya pun menangis dan melaporkan perkara itu ke polisi, serta memberikan foto Ariana pada polisi yang menangani kasus itu.
"Dia adalah buronan polisi selama setahun ini dan dia adalah lelaki yang menyamar jadi wanita!" kata polisi yang melihat foto Ariana.
Mendengar ucapan sang polisi itu Zhiran pun pingsan.
Tamat.