BAB 1 "Kekalahan Arthur"
Sebelum baca author minta like,coment,sama tambahin ke vaforit ya 😁🙏 biar author semangat nulisnya dan rajin up🥰👌
***SELAMAT MEMBACA😘***
Tahun 1820,Kastil keluarga Wilson.
Di luar kastil besar dan megah itu kini tengah terjadi pertempuran besar antara dua keluarga besar ras vampir.
Pertempuran dengan keluarga William itu, terjadi karena James pemimpin keluarga william,tak ingin tunduk pada kekuasaan dan aturan keluarga Wilson.
Mereka tidak setuju menjadi vampir yang hanya mengandalkan darah binatang dan di larang keras menghisap darah ras manusia.
"Pangeran, sebaiknya pangeran menyelamatkan diri, pangeran juga sudah terluka parah" Usul Vallen.
Vallen adalah tangan kanan kepercayaan Arthur.
"Benar kak, keluarga Housten juga sudah dalam perjalanan kesini. Mereka ingin memanfaatkan situasi." Imbuh Robert
Robert adalah Adik Arthur.
"Pemburu vampir keluarga Housten!! Mereka memang licik, menyerang disaat kekuatan kita melemah karena peperangan. Aku akan melawan Gerry Housten!!!" Tekad Arthur.
"Apa!!!" Vallen dan Robert sama-sama terhenyak kaget dengan tekad Arthur melawan pimpinan pemburu vampir keluarga Housten, Gerry Housten.
"Tidak kak! Jangan bertindak gegabah. Keadaanmu sekarang sedang lemah, kau tidak akan menang melawan Gerry." Cegah Robert.
"Meskipun aku lari, aku juga tak akan bisa lolos dari kejaran para pemburu vampir itu. Apalagi Gerry, dia tak akan pernah melepaskanku. Dan aku tak akan pernah meninggalkan para pengikut setiaku begitu saja dan melarikan diri sendiri." Tegas Arthur dengan tatapan mata yang tajam bak pisau yang siap menembus apapun yang di pandangnya.
"Vallen! Robert! Kerahkan semua pasukan yang tersisa untuk membantu di medan perang, aku akan menunggu kedatangan Gerry ke kastil ini." Titah Arthur.
"Baiklah jika kau itu keputusanmu, berhati-hatilah kak." pesan Robert sebelum dia dan Vallen melenggang pergi menuju ke medan peperangan.
Di sisi lain, Gerry sedang dalam perjalanan menuju ke kastil Arthur.
"Arthur Wilson!! Aku pasti akan mengalahkanmu kali ini." gumam Gerry.
"Kalian semua! Pergilah ke medan perang, habisi semua vampir itu!" Serunya pada semua pengikutnya.
"Baik!" Seru mereka serempak.
Gerry melanjutkan perjalananya menuju ke kastil Arthur, sedangkan pemburu yang vampir lain bergegas menuju medan perang.
"Sebentar lagi Gerry pasti akan sampai ke kastil ini." Gumam arthur.
Di medan peperangan saat ini...
"Kerahkan seluruh tenaga kalian!! Habisi mereka!!" Teriak Robert yang baru saja datang untuk menyemangati rekan-rekanya.
Kedatangan bala bantuan itu, membuat keluarga Wilson segera dapat membalikkan keadaan. Namun hal itu tak bertahan lama, karena sesaat setelah itu terlihat pasukan pemburu vampir dari keluarga Housten berdatangan.
"Cih..!! Sial..!! Para pemburu vampir itu sungguh akan merepotkan." Robert berdecak kesal melihat kedatangan keluarga Housten.
"Keluarga Housten!! Hari ini kita musnahkan ras vampir!" Seru Pemimpin pasukan keluarga Housten, Gerald Housten.
Akhirnya peperangan besar pun tak terelakkan, sudah banyak korban yang berjatuhan. Sungguh sebuah tragedi berdarah yang mengerikan.
"Robert Wilson! Aku akan membunuhmu hari ini..!" Ucap Gerald dengan sombongnya.
"Cih..!! Jangan membual, Gerald! Kau selalu kalah dariku selama ini." Balas Robert dengan senyum mengejek.
"Matilah!!!" Teriak Gerald.
Syuuut...! Syuuut..! Syuuut..!
Wushh...! Wushh..! Wushh..!
Anak panah pun Gerald tembakkan ke arah Robert,namun dengan kecepatan yang dimilikinya dengan mudah semua anak panah yang di tembakkan Gerald di hindari olehnya.
"Heh!!! Kau masih kalah cepat dariku Bocah!!!" Ejek Robert.
Gerald pun mengganti busur dan anak panahnya dengan busur dan anak panah suci yang terbuat dari perak yang merupakan kelemahan ras vampir.
Vampir yang terkena serangan dari senjata berbahan perak tak akan bisa menyembuhkan lukanya dengan cepat.
"Cihh..! Percuma kau gunakan busur dan anak panah itu, jika kau bahkan tak bisa mengenaiku dasar Bodoh!!! Sarkas Robert.
Robert berniat menyerang balik Gerald sebelum dia menembakkan panahnya, karna jika bertarung jarak dekat Gerald tak akan bisa menggunakan panahnya.
wushh..! Bugh!!!
Sebuah pukulan telak mengenai dada Gerald dan membuatnya terpental.
"Uhukk!! Sial!! Aku masih saja tak bisa mengimbangi kecepatanya..!?" Gumam Gerald.
"Kau ingin membunuhku..!?" Ejek Robert.
Robert berjalan pelan menghampiri Gerald yang sudah terluka.
Jlebb...
Serangan tak terduga dari arah belakang Robert.
Sebuah pedang perak tertancap di pundaknya,ternyata itu adalah, Rebecca Housten yang berada di belakangnya.
"Aaah!!!" Teriak Robert kesakitan, tanpa fikir panjang dia langsung mencabut pedang itu dan mejauh dari Gerald.
"Sial!!" Gumam Robert.
Korban semakin banyak yang berjatuhan di ketiga belah pihak.
Di kastil keluarga Wilson saat ini...
"Arthur Wilson!! Akhirnya kita bertemu lagi." Gerry berjalan mendekat ke arah Arthur.
"Aku memang sedang menunggumu Gerry." Jawab Arthur datar.
Prok!!! Prok!!! Prok!!!
Gerry bertepuk tangan mendengar jawaban yang Arthur lontarkan.
"Sungguh keberanian yang menakjubkan! Kau sudah terluka parah tapi masih sengaja menungguku disini." Ucap Gerry dengan senyum sinisnya.
"Aku pernah katakan padamu, keluarga Wilson tak pernah membunuh manusia." Kata Arthur.
"Cihh..!! Bohong!!! Kau membunuh Adikku..! Arthur Wilson!!" Amarah Gerry terpancing kala mengingat mendiang Adik kesayanganya Liona Housten.
"Bukan aku yang membunuhnya, aku sangat mencintainya, bagaimana mungkin aku tega membunuhnya." Sanggah Arthur.
"Cinta!! Kau bilang kau mencintainya!! Omong kosong!!!"
Sergah Gerry.
"Kau ingin mengubahnya menjadi vampir, dan saat dia menolak kau membunuhnya!! Itukah yang kau sebut CINTA!!" Amarah Gerry memuncak mendengar kata-kata Arthur.
"Aku benar-benar tak membunuhnya Gerry, Saat aku datang Liona sudah terbaring di sana." Arthur menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
#Flashback..
Di sebuah pondok kecil di tengah hutan Liona Housten sedang duduk menunggu kedatangan kekasihnya yang tidak lain adalah Arthur Wilson.
Mereka sering bertemu di tempat itu agar keluarganya tak mengetahui pertemuan mereka,namun sebenarnya Gerry dan Orang Tua Liona mengetahui hubungan mereka berdua dan sudah sering memperingatkan Liona untuk menjauhi Arthur.
Hari itu, Liona mendapat surat dari arthur untuk mengajaknya bertemu, namun yang tidak dia ketahui adalah orang yang mengirim surat itu bukanlah Arthur, tapi James.
James mengetahui kedekatan Arthur dan Liona, jadi dia berencana menghabisi Liona dengan menjebaknya, mengundangnya datang ke pondok itu atas nama Arthur dan membunuhnya agar Arthur yang di salahkan atas kematian Liona.
Setelah James membunuh Liona, dia mengirim surat atas nama Liona pada Arthur untuk datang ke pondok itu, namun sesampainya di sana Arthur hanya menemukan tubuh Liona yang sudah terkulai lemas tak bernyawa.
Dan tentu saja keluarga Liona menyalahkan Arthur atas kematian Liona dan tak mempercayai apa yang Athur katakan.
#Off..
"Hari ini aku akan membalaskan kematian adikku!!!" Tekad Gerry.
Akhirnya perkelahian antara mereka berdua pun terjadi.
Peekelahian yang sangat sengit karena keduanya adalah orang terkuat di keluarga masing-masing.
Namun karena Arthur sedang terluka dia pun akhirnya berhasil di lumpuhkan oleh Gerry.
Gerry membawa pergi tubuh Arthur yang sudah tak sadarkan diri...
nih author kasih visualnya arthur🤭🥰 Aduduh😱 kalo mamang vampirnya model begini mah kaga ada yang nolak digigit juga🤣🤣🤣

mamang Gerry nih liatinya gitu amat dah🤭 kan kk rose jadi malu diliatin kaya gitu🙈🤣

dedek Robert,kalo modelnya ginian saha mau digigit? hayoo ngakuu🤣🤣🤣 jangan bilang ga mau padahal aslinya ga mau nolak ye kaaan🤣🤣

***BERSAMBUNG***
Kemana Gerry membawanya pergi?
Klik Next ke bab selanjutnya ya 😘🥰
Jangan lupa bagi kk rose mood booster ya😘
Like,comment,setangkai mawar yang membuat kk rose bahagia🤣🤣😘