Suatu hari, sekolah Alisa di liburkan karena akan ada musim panas. Sekolah itu diliburkan kurang lebih selama dua Minggu.
Pada hari pertama, Alisa merasa bosan. Dia tidak tau harus melakukan apa. Bahkan di rumah juga ia hanya sendirian.
Hari keduanya, ia malah hanya tidur saja di rumah. Ia tidak makan sela seharian penuh.
Hari terus berganti hari. Sampai akhirnya hari ke sembilan liburan sekolah Alisa dikunjungi oleh tiga temannya.
Mereka bernama Clara, Adelin dan Lie.
Tiga teman Alisa mengajaknya untuk melakukan permainan sesuatu.
"Oh ya. Aku mendengar berita tentang sebuah permainan di medsos. Permainan itu sangat menantang!" ucap Adelin sangat bersemangat.
"Apa itu?" tanya Alisa sangat penasaran.
Adelin pun menjelaskan permainan itu dengan sangat detail.
Permainannya mudah, hanya perlu menutup mata dan menghadap ke arah tembok. Siapapun yang sedang bermain, tidak boleh menengok ke arah belakang. Dan siapapun yang melanggar, maka ia akan dibawa oleh hantu.
Permainan pun dimulai, Alisa yang hanya seorang penakut kecil itu kakinya terus bergetar menahan rasa takut.
Tak lama setelah dimulainya permainan, Alisa merasa pundaknya ada yang memegangi.
Awalnya Alisa berpikir itu hanya keisengan salah satu dari temannya.
Tetapi sentuhan tangan itu terus muncul berkali kali.
Alisa kesal dan akhirnya tak sengaja menengok ke arah belakang.
"Ti.. tidak." Alisa ketakutan.
Seketika Alisa menghilang di akhir dengan suara jeritan yang sangat keras.
Sontak tiga temannya itu terkejut dan akhirnya membuka penutup mata.
"Apa yang terjadi dengan Alisa?" tanya Lie merasa heran.
"Aku lupa tidak memberi tahu dia. Kalau saat permainan pasti akan ada yang menyentuh pundaknya." Adelin merasa bersalah.
"Apa maksudmu.. Alisa menghilang?" tanyanya lagi.
"Ya." jawab Adelin singkat.
Akhirnya setelah kejadian saat itu, mereka tidak pernah melihat Alisa lagi. Bahkan sosok misterius nya pun tidak pernah terlihat.