poenix kecil terbangun setelah jatuh dari dunia dewa. "hum?" membuka mata perlahan, tapi ternyata tangan dewa macan putih menimpa tubuh poenix kecil sehingga ia susah tuk terbangun
poenix kecil mencoba menggeliat untuk melepaskan diri dari tangan besar dewa macan putih. "akhirnya" pinta poenix kecil dengan bernapas lega.
setelah beberapa saat..
dewa macan putih menatap poenix kecil yang sedang memakan makanan yang ia panggang. "apa" tatapan poenix bertanya pada dewa macan putih.
karena malah bicara seolah ia menggunakan bahasa isyarat ke poenix kecil *"kau yang membuat kita jatuh, maka kau harus bertanggung jawab. berikan makanan yang kau makan itu"* maksud dari bahasa isyarat dewa macan putih.
poenix kecil mendekat dan menyuapi dewa macan putih, dewa macan putih pun membuka mulutnya "aa" dan.. *hap*
poenix kecil melihat dirinya dan sambil bergumam. "titik itu dan garis itu bagian sini. ya! pasti ini kakak" bergumam secara tidak jelas.
dewa macan putih hanya bisa menatap poenix kecil dan memakan makanan yang dibuat poenix.
keesokan harinya..
poenix kecil tertidur lelap dipangkuan dewa macan putih, melihat hal itu dewa macan putih langsung melempar tubuh poenix kecil agar menjauh darinya.
namun ternyata poenix kecil terus kembali dan menggelinding ke arah dewa macan putih dan bergumam "dingin sekali..dingin" gumamnya, setelah dia ada disamping dewa macan putih lagi lagi dia bergumam "terasa hangat" gumam poenix kecil. setelah beberapa saat poenix kecil bangun karena suara.
mendengar sorak sorai dari kejauhan, poenix kecil menarik tangan dewa macan putih. "ayo kita kesana" menarik tangan dewa macan putih dengan girang senang. namun dewa macan putih merasa ada yang mengawasinya dengan menggunakan kekuatan orang itu ketakutan dan keluar dari persembunyiannya.
"maafkan aku karena telah mengintip" sambil sesekali melihat wajah dewa macan putih dan poenix kecil. setelah itu mereka menuju pemukiman yang padat, poenix kecil dan dewa macan putih berjalan dan berkeliling pemukiman.
namun disisi lain Suzaku ( kakak poenix kecil ) menyuruh dewa naga kuning melacak keberadaan poenix kecil, dengan kekuatannya ia bisa melihat poenix kecil sedang bersama dewa macan putih.
"sungguh aneh wilayah daerah ini mengapa begitu banyak segel iblis?" tanya dewa naga kuning, "bagaimana ada tempat seperti itu..wilayah siapa ini .sungguh tidak bisa diandalkan!" pinta Sezaku sebal.
"Suzaku bukankah ini wilayahmu bagian selatan" menatap Suzaku dengan wajah pasrah. "ee..ta..tapi mengapa aku merasa familar dengan wajah manusia itu ya.." pinta Suzaku mengelak.
kembali pada poenix dan dewa macan putih.
sesekali poenix kecil meminta mainan dan merengek ke dewa macan putih, sebelumnya menolak dan setelah itu ia membelikannya.
namun tetap saja dewa macan putih selalu menjauhi keramaian karena ia tidak suka.
mereka tertidur disebuah tempat, seperti rumah tua . poenix kecil menggeliat ingin pergi, " mau pergi kemana?" wajah dewa macan putih yang sudah berkeringat karena mimpi buruk.
"aahh itu.." pinta poenix kecil ragu, *brak brak* suara dari jendela ada seekor burung yang terbang dan ternyata itu adalah kakak poenix (suzaku). "burung itu yang menggangguku" menunjuk Suzaku, "dia bukan kakakmu dia adalah iblis yang kejam dan jahat!" teriak Suzaku menyuruh poenix kecil menjauhinya.
dewa macan putih tertegun dengan ucapan Suzaku itu, dewa macan putih mengira pasti dia akan jauh dari poenix kecil. namun ternyata poenix menyentuh tangannya, "kakak...aku tidak enak badan" nada suara mulai melemah.
seketika dewa macan putih langsung menggendong ia kembali ketempat ia bisa mengembalikan kekuatan poenix kecil
setelah beberapa saat..
poenix kecil terbangun dari tidurnya, ia menggigit tangan dewa macan putih karena kelaparan. ia langsung menarik tangannya dengan aura kebencian. "kakak!"pinta poenix kecil kesal.
"aku bukan kakakmu!" teriak dewa macan putih mengancam, "ta..tapi. aku merasa bahagia didekatmu" pinta poenix kecil dengan polosnya.
seketika dewa macan putih terdiam, "makanlah" memberikan tangannya.
*nyam nyam*.."sebenarnya..aku sudah tahu dari awal, walau penglihatanku buruk, aura membunuh dan dinginnya sangat terasa" batin poenix kecil
setelah itu mereka tertidur lelap dibawah pohon..
kibasan angin menghembuskan rambut poenix dalam sekedip mata poenix berubah menjadi bentuk remaja. poenix kecil bermain setelah terbangun dari tidur lelapnya, "menjauhlah darinya!" Suzaku memperingatkan.
dari kejauhan poenix kecil tersenyum kepada dewa macan putih, dan dewa macan putih balik tersenyum pada poenix. "apakah aku sudah gila? aku tidak salah lihatkan! seorang pembunuh berdarah dingin yang kejam itu tersenyum?" pinta Suzaku tidak percaya, "namun walau ia tersenyum mengapa rasanya ia sedih?" menatap dewa macan putih.
sudah beberapa tahun mereka tinggal didunia manusia, "nak mari makan" salah satu manusia ( bibi feng ). "aah.terima kasih!" mengambil camilan, namun ia tiba tiba terhenti.
"ini" pintanya sambil memegang tangan bibi feng, "ini ya biasa sudah sering terjadi" pinta bibi feng dengan tenang. "maaf tidak bisa membantu" pinta poenix kecil dengan sedih, " tidak seharusnya aku yang membantu dan melindungimu. dewa macan putih ingin pergi dari tempat itu..
"Bai" pinta poenix kecil dengan sedikit teriak. "oh iya sudah lama kalian tinggal tapi mengapa aku tidak tahu nama kalian?" tanya bibi feng. namanya Xi" menatap bibi feng.
"Xi yang artinya membawa kebahagiaan"