Amanda berjalan-jalan sendirian di mall. Dia hanya ingin membeli beberapa barang dan akan segera pulang setelah itu.
"Apa itu Jack?" gumam Amanda.
Penglihatan Amanda tak salah. Dia melihat Jack terlihat mesra bersama seorang wanita.
"A-apa Jack mengkhianatiku?" setetes air mata mengalir dari mata Amanda. Namun air mata itu tertutup karena dia memakai topi. Amanda menahan air matanya. Dia segera membeli barang-barang yang dia butuhkan lalu menelepon sahabatnya.
"Ada apa?" tanya Olivia.
"Kita bertemu di tempat yang biasanya sekarang."
Beberapa menit kemudian, Amanda sudah berada di Live Cafe. Dia memesan americano dan teh susu yang biasa Olivia pesan.
Tak lama, Olivia sampai di kafe. Dia duduk di hadapan Amanda.
"Jadi ada apa kau tiba-tiba mengajakku bertemu?" tanya Olivia menyeruput teh susunya.
Amanda terisak, "Jack selingkuh."
"Apa?! Si brengsek itu?!" seru Olivia marah. Dia tak bisa menahan emosi saat mengetahui Jack selingkuh dari Amanda.
"Iya. Aku melihatnya bermesraan dengan wanita lain," jawab Amanda.
"Cup cup cup hapus air matamu," Olivia mengelap air mata Amanda dengan tisu.
"Kau tidak membutuhkannya, Amanda. Kalau dia menyelingkuhimu, berarti dia bukan laki-laki yang baik. Kau berhak memiliki yang lebih baik dari dia," ucap Olivia.
"Kau benar," Amanda tersenyum, "Aku berhak memiliki yang lebih baik darinya dan aku tidak butuh dia."
Keesokan hari
"Halo sayang," kata Jack begitu melihat Amanda, "Kau sangat cantik hari ini."
"Kita putus," kata Amanda tanpa basa-basi.
"A-apa?! Kenapa?"
"Karena aku ingin. Dan aku tak butuh kau lagi."