Aku sudah cukup lama tak mendengar kabar darinya setelah kami putus. disaat karierku diatas puncak sungguh aku hanya fokus untuk jadi yang kompoten dalam pekerjaanku sekarang.
Aku pulang dari kantor terlalu malam,dan mendadak mobilku mogok ditenggah jalan yang sunyi.aku keluar dari mobil dan sialnya,hujan turun.
"Ayolah!"
Aku tak tahu harus minta tolong pada siapa,tolonglah!?
lalu,ada mobil lain mendadak berhenti dan aku tak begitu jelas.dia menyuruhku masuk kedalam mobilnya.dan aku sempat tak dengar.langkah kakiku pun masuk begitu saja kedalam mobilnya
Aku baru sadar ini bukan mobilku dan dia masuk kedalam mobilnya. aku mengenali orang itu..
"Aku sudah menyuruh anak buahku untuk menderek mobilmu kebengkel jadi,tak perlu cemas."
"Kau.."
"Aku mengantarmu pulang karna kasihan.jangan salah paham."
"Terima kasih."
***
Aku tak tahu harus bicara topik yang seperti apa,dia sendiri basah kunyup.sesampai dirumah,aku menyuruhnya masuk dan menunggu hujan reda.
"Aku ambil handuk dan pakaian ganti."
"Ya!"
Kami berdua nampak canggung satu sama lain.sudah lama tak saling angkat telpon,malah bertemu lagi dengan cara seperti ini.
Aku menunggu hujan selesai. dan aku melihat dia tak pakaian baju yang kuberi.
"Kenapa tak pakai baju?"
"Baju ganti yang kau berikan padaku,salah ukuran."
"Oh,tunggu! Aku baru buat teh hangat.minumlah dulu."
"Maaf merepotkanmu."
"Oh,tak apa-apa!"
Aku berlari kekamar dan langsung bergegas mencari baju yang sesuai ukuran tubuhnya.syukulah ada,dan aku keluar menuju ruang tamu.
Aku lihat dia tertidur pulas disofa,itu kebiasaan dulu,ketika kami masih pacaran.
aku nostalgia sebentar..
***
Satu tahun yang lalu..
Aku masih Anak SMA yang cukup polos soal punya pacar. dia cukup cuek untuk masalah pasangan,dan ketika kami baru jadian.
dia tak begitu romantis dan tak peka pada perasaanku sebagai gadisnya.hari itu,juga hujan dan kami ada tugas kelompok disekolah.
tugas memasak berkelompok berdua.aku sudah putuskan untuk buat kue,dan dia beli bahannya.
"Kau kehujanan,cepat pergi ke kamar mandi dan kuambil dulu baju gantimu."
"Aku taruh diatas meja bahannya."
"Ya."
Setelah,aku bergegas turun kelantai bawah.dia tertidur pulas dan dia juga sudah membuat adonan kuenya.
nampak dia sedikit berantakkan.pasti belum mandi,ada sisa tepung diwajahnya. aku perlahan membersihkan wajahnya.tubuhnya cukup seksi,otot perutnya cukup seksi.
dia seorang atlet renang,basket dan atlet bela diri juga.jadi,wajar lekuk otot disetiap tubuhnya sangat menarik mata.
banyak yang ingin mendekatinya,tapi aku selalu berdiri disampingnya dan mengatakan kepada siapapun yang menggodanya.
bahwa aku kekasihnya.dia tetap saja cuek dasar berhati es beku.
aku merasa ngantuk dan rebahan sebentar disebelah sofa yang satunya.tapi,dia mendadak terbangun.
"Kau bangun,tidurlah lagi.aku akan ambil air hangat."
"Boleh aku memeluk tubuhmu,aku sangat dingin,tubuhku kurang hangat."
Aku pikir orang ini bercanda dan aku ingin berdiri,tangannya langsung menarik tanganku hingga jatuh kepangkuannya.
aku merasa canggung dan binggung,aku cari alasan untuk menyelesaikan tugas sekolah.dia membuatku tak bisa berdiri.dekapannya cukup kuat sesaat kepalanya bersandar dibahu kiriku.
dia memelukku dari belakang dan cukup erat.
"Kau harusnya mandi dulu,aku takut nanti kau sakit."
"Kau pasti repot jika aku tak selesaikan,lagipula itu tugas kelompok."
"Aku belum membuatnya ke open.biarkan .."
dia mendadak berbisik dan satu kecupan menempel dibibirku,meski hanya satu detik.itu cukup buatku membisu.
setelah itu,aku terbangun dan melihat kue sudah siap dihiasi.
"Kau tak bangunkan aku.curang,dasar payah!"
"Ada,cepat hiasi kuenya.aku akan mandi,nona payah."
***
Setelah satu tahun lamanya,
kami berpisah hanya untuk masalah pribadi.dan aku senang dia masih seperti dulu.
"Pagi!"
"Pagi!"
"Kau yang bawa aku kekamar."
"Ya! tak boleh..hm!"
"Kau menggodaku."
"Lihat mobilmu sudah dibereskan,ini!"
dia menunjukkan foto mobilku dan sudah bersih seperti baru beli.
***
Aku sangat berterima kasih dan dia tak mau terima uangku,cukup aku memaafkannya.
"Kau harus kerja,Boss!"
"Gito!"
Aku sudah cukup lama tak memanggil namanya.
"Ya,Cassie!"
"Lihat kantorku,mau!"
"Kau yakin,"
Aku menarik tangannya dan memaksanya masuk kekantor.
Setidaknya, kami bisa jadi teman dan rekan kerja.jika waktunya,kami kembali maka itu bonus kesabaranku menanti dia kembali padaku.
(Tamat)
***
Tentang Penulis:
Ahoy guys!!
Hey, Aku udah lama gak nulis cerpen dan lagi kepengen.moga bisa dapat bingkai setelah event ini.jangan lupa baca novel-novelku dan like juga cerpen ini.
oh,ya! aku cuman bisa nulis sampai disini dan sampai jumpa di cerpen berikutnya
semangat membaca dan jangan lupa tersenyum simpul baca karya cerpenku.
bye