Begitu banyak agenda yang bertubrukan di hari yang sama, membuat kepala Defaz merasa pusing, hingga nyaris dirinya melupakan hari yang penting. Defaz benar benar sedikit setres, bagaimana tidak, hubungannya dengan Mira tidak sehangat sebelumnya, bahkan Mira terkesan menghindarinya setiap kali Defaz berusaha mendekatinya. Mira terkesan acuh padanya. Tugas kuliah di akhir semester begitu menguras waktu dan energi, belum lagi keluarganya mengadakan acara hari pernikahan orang tuanya, dimana di hari tersebut Rima sahabat dekatnya Mira mengundangnya ke acara party yang sengaja di buatnya sebagai bentuk empati terhadap hubungan Defaz dan Mira. Rima dan beberapa sahabatnya membuat rencana untuk mempertemukan kedua sahabat dekatnya Mira dan Defaz yang sebelumnya selalu terlihat bersama, Rima dan sahabatnya mengetahui akan keretakan hubungan keduanya bahkan mereka mengetahui jika Defaz sudah berusaha keras untuk membujuknya sekedar bertemu dan berbicara dari hati ke hati, namun Mira selalu membuat alasan sehingga sampai detik ini hubungannya dengan Defaz masih kurang baik. Itulah sebabnya Rima dan beberapa sahabatnya sengaja mengadakan party.
Defaz benar benar di buat pusing, acara bersama keluarganya sangat penting, begitu halnya dengan acara Rima, dirinya sangat ingin bisa bertemu wanita yang sampai sekarang marah padanya, bukan karena party nya yang penting bagi dirinya, melainkan pertemuannya dengan Mira sangatlah penting.
" Ri,,, apa tidak party nya di pindah ke hari lain saja," sela Defaz yang saat itu berada di area parkiran kampus. Defaz berada di area parkir berharap Mira muncul di sana, sementara Rima sengaja mendatangi Defaz karena ada sesuatu yang akan di sampaikannya.
Rima yang baru saja sampai di area parkir dan langsung mendapat pertanyaan Defaz hanya terdiam dan mencari posisi yang tepat agar bisa berbincang dengan Defaz, setelahnya dirinya merasa nyaman Mira pun memberi jawaban menohok, " Ya gimana mau dipindah ke hari lain, coba saja kamu lihat agenda kampus, hampir tiap hari ada kegiatan, hampir tidak ada hari buat kita santai bukan,,, kegiatan kampus sama penting juga kan, tidak bisa kita tinggalkan, kalao sampai terjadi apa mau kita tinggal kelas," selorohnya.
Defaz terdiam, memang benar begitu banyak agenda kampus, belum acara diluar yang sama penting saling berbenturan. Apalagi acara keluarga sangat penting baginya, Defaz nampak pusing dirinya hanya bisa menggaruk garukan kepalanya.
Rima memahami hal itu, makanya dia hanya bisa menyimak sikap Defaz yang tak bersuara.
" Sekarang terserah kamu saja, bagaimana kamu membagi waktu agar bisa hadir di acara party nanti, itu juga kalao kamu mau hadir, kalao tidak ya tidak apa apa, artinya usaha bersama teman teman yang lain sia sia, secara ini party sebenarnya untuk mempersatukan antara kamu dan Mira!" beber Mira.
Defaz semakin kebingungan, dan galao. Hatinya semakin di buat tak menentu, apalgi beberapa kali dirinya pernah melihat Vino mendekati Mira bahkan sempat terlihat mengobrol, hatinya semakin remuk redam, ada rasa khawatir dalam dirinya juga rasa takut kalao sampai Mira menerima cinta Vino.
Sampai di hari dimana malam itu, orang tuanya mengadakan acara hari pernikahan, di rumah sudah nampak orang orang berdatangan, teman juga sanak saudara turut serta berdatangan memenuhi area ruangan keluarga. Defaz gelisah sesakali di liriknya jam tangan kemudian beralih pandangan ke arah jam dingding, seolah meyakinkan kalao waktunya berputar sama percisnya, dilihatnya ponsel,, ada pesan masuk yang dirinya abaikan dari tadi, dirinya bingung harus jawab apa.
" Faz acara sudah mau di mulai, Mira bahkan sudah hadir, sekarang dia bersama Rima dan teman wanita lainnya," Zidan mengiriminya pesan.
" Acghhhh,,, pusing ," gerutunya.
" Sayang, kenapa kamu hanya diam saja dari tadi, ibu lihat dari tadi kamu seperti gelisah, ayo bergabung, tuh di sana saudara saudara kita sudah berkumpul, bahkan ada sepupuh mu yang nanyain kamu, cepet samperin kesana, jangan sampai kamu tidak menemui tamu tamu di ruangan keluarga," sahut ibunya, yang kemudian meninggalkan Defaz anaknya, karena ada seseorang yang memanggilnya.
" Iya Bu, Defaz kesana," selorohnya dengan hati penuh penyesalan. Defaz ikut berbaur dengan para tamu orang tuanya, juga sahabat dan para kerabatnya hingga waktupun semakin larut, acara hampir selesai.
Dering ponsel berbunyi hampir tak terdengar, di angkatnya ponsel tersebut dari Zidan.
" Faz lu lupa ya hari ini ada party buat lu, kenapa kamu tidak datang," ucap Zidan dari balik telepon.
" Maafin gua Zi,,, juga buat teman teman yang lain, acara nyokap bokap gue belum selesai, ini sekarang sepertinya sebentar lagi mau selesai, gua gak apa apa kan datang terlambat," jawab Defaz sedikit tegang.
" Lu kesini, kita kita udah pada bubar kali, dari tadi acara party udah selesai, Mira saja sudah pulang, gua kan udah dari tadi kirimin lo pesan, dari beberapa pesan gue yang dikirim, tak satupun yang elo balas," celotenya lagi.
" Maaf lo kan tao , dirumah gue lagi ada acara, jadinya gue sibuk juga gak ada waktu buat lihat pesan lo apalagi membalasnya," Defaz berusaha meyakinkan diri kalao dirinya beneran sampai lupa waktu.
" Ya sudah kita kita sebenarnya ngertiin juga, tapi ya sedikit kecewa karena ini kan party sebenarnya buat lo ma Mira, tapi ya sudah lah, gue juga mau pulang ni," sahut Zidan mengakhiri telponnya.
Defaz menghela napas berat, dirinya seakan melupakan hari yang paling penting dalam dirinya,.
" Tak apalah, kesempatan tuk bisa bertemu Mira hilang, paling tidaknya aku tidak membuat ayah ibuku kecewa," guman hatinya .
Lain halnya Dengan Mira, dirinya sangat bahagia karena Defaz tidak nampak hadir di acara party nya Rima, sebenarnya dirinya enggan menghadiri acara yang dibuat Rima kalao keberadaan Defaz hadir di tengah tengah mereka, namun begitu dirinya mengetahui kalao orang tua Defaz mengadakan acara hari pernikahan mereka, Mira berpikir Defaz tidak akan mungkin meninggalkan acara orang tuannya karena itu sangat penting, makanya dirinya mau hadir di acara party nya Rima, rupanya benar saja apa yang jadi prediksi dirinya benar adanya, Mira tersenyum senang, dirinya pun bisa tertidur dengan lelapnya setelah pulang dari acara Party.
Pagi hari saat Mira terbangun , dirinya menyempatkan diri mengecek ponselnya, satu jam sebelum dirinya terbangun, rupanya ada pesan masuk.
" Mira cantik,, jangan lupa ya hari ini kita ketemu di taman," vino.
Sontak Mira kaget di buatnya, dirinya lupa kalau Vino mengajaknya bertemu di hari itu.
" Kenapa aku bisa lupa kalao hari ini mau bertemu vino," gerutunya.
" Sepertinya aku tidak bisa keluar rumah hari ini, mana aku capek lagi belum lagi acggghhh ," Mira menghentikan ucapannya kali ini dirinya yang merasa pusing, jika semalam dirinya merasa senang, justru di pagi hari, dirinya di buat pusing, karena lupa dengan hari dimana dirinya dan vino sudah membuat janji.