Hidup memang memiliki banyak pilihan namun aku memilih jalan yang salah ,di usia ku yang masih sangat muda Aku lebih senang menghabiskan waktuku di luar rumah bersenang-senang bersama teman-teman ku.
aku sering mengajak sahabatku Anti untuk sekedar hangout bareng di luar mencari kesenangan kami sendiri. tanpa ragu aku sering membohongi orang tuaku terutama mama, jika keluar malam aku selalu beralasan pada Mama ingin belajar kelompok bersama Anti padahal sebenar nya kami hanya ingin bermain,mencari hal baru yang menarik perhatian kami. Aku membenci mama yang selalu saja ingin tahu urusanku dan mencampuri kehidupanku.
"kamu mau kemana Silfa,ini sudah malam". tanya Mama yang kepo.
" ingin belajar kelompok dengan Anti '.jawabku berbohong.karena sebenar nya aku sangat tidak menyukai pelajaran sekolah,jika ujian pun aku selalu menyontek pada teman-teman ku,jadi untuk apa juga aku repot-repot belajar kelompok bersama Anti.
aku langsung pergi meninggalkan Mama sebelum mama bisa memulai ceramah rohani nya padaku, Aku sangat bosan mendengarkannya hampir setiap hari.
di luar rumah kulihat Anti sudah menungguku di atas motornya, aku lantas menyapanya dan mengajaknya segera pergi dari depan rumahku. Aku sedikit iri dengan kehidupan Anti ,iya lebih berkecukupan dibandingkan diriku yang hidup dengan pas-pasan ,untuk makan sehari-hari saja sudah susah bagaimana orang tuaku bisa memberikanku sepeda motor seperti yang Anti miliki ,karena itu aku tidak mau mendengarkan orang tuaku yang hanya bisa ceramah tapi tak bisa memberikan aku materi yang cukup.
aku dan Anti terus berjalan tanpa tujuan menikmati udara malam yang dingin membuat bulu-bulu di seluruh tangan dan kaki ku merinding.
handphone milikku berdering, ternyata kakak kelasku Viksy yang menelepon, Iya mengajak ku untuk main ke rumahnya dan aku yang memang tak memiliki tujuan dengan senang hati aku langsung mengiyakan nya saja tanpa berpikir lagi.
aku dan Anti sampai di depan rumah besar berpagar putih, seorang pria berwajah tampan menyapa kedatangan kami dengan senyum manis nya.aku tak dapat mengalihkan pandanganku dari wajah tampan Viksy,sepertinya Viksy juga menyadari tatapanku padanya, ia tersenyum menatap balik padaku. untuk sesaat kami saling memandang hingga suara Anti menyadarkan kami kembali.
"sorry gue harus balik,barusan nyokap gue kirim pesan ,ade gue sakit". ucap anti sebelum dirinya pergi meninggalkan kan ku bersama Viksy.
Viksy mempersilakan aku masuk ke dalam rumahnya dan menyuruhku untuk duduk ,dengan malu-malu aku duduk di sofa. Viksy ikut duduk di samping ku dan terus menatapku hingga membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.
" kamu cantik banget". ucap Viksy membuatku tersipu malu.rumah Viksy terlihat sangat sepi aku mulai gugup pikiranku mulai membayangkan hal yang negatif. namun aku berusaha terlihat biasa saja di hadapan Viksy.
"dimana orangtua mu?" tanya ku sekedar berbasa basi untuk menghilangkan rasa gugup.
"mereka di luar kota,aku hanya sendiri di rumah karena aku anak tunggal".
mendengar nya aku semakin gugup saja,jantung ku semakin berdetak tak karuan.
" kamu mau menginap,temani aku di sini?"goda Viksy.
aku yang tidak memiliki pendirian akhirnya terayu oleh pesona Viksy,lagi-lagi aku berbohong pada mama jika menginap di rumah Anti.mama yang tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah menghadapi ku yang keras kepala.
aku hanya diam saat Viksy mencium bibir ku dan mulai memainkan lidah nya di mulutku.bahkan saat Vicky menjamah tubuh ku ,aku juga sangat menikmati nya.aku habiskan malam panas itu bersama Viksy.membiarkan Viksy merebut mahkota berharga milik ku.
sudah hampir satu bulan setelah kejadian itu sikap Viksy mulai berubah,tak ada lagi senyum ramah di wajah Viksy untuk ku seperti biasa nya.namun aku tetap tak ingin berpikiran jelek tentang nya.mungkin dirinya sedang tak baik-baik saja makanya bersikap seperti itu.
aku mulai khawatir saat waktu datang bulan ku sudah terlewat beberapa minggu,badan ku pun mulai terasa tak enak,aku juga sering merasa mual di pagi hari.
diam-diam aku pergi ke apotik untuk membeli tespack,sengaja aku menggunakan masker agar tak ada orang yang mengenaliku.
betapa aku terkejut melihat dua garis yang muncul di tespack milikku,aku menangis se jadi-jadi nya menyesali semua perbuatan ku selama ini,aku benar-benar binggung,tak tahu harus berbuat apa saat ini.aku mencoba menelepon Viksy berkali-kali namun tak ada jawaban,ponsel nya malah tidak aktif.tanpa berpikir lagi aku pergi ke rumah Viksy,aku melihat Viksy yang baru saja pergi meninggalkan rumah bersama seorang gadis menggunakan sepeda motor nya.aku segera menyusul nya dengan ojek yang sedang aku naiki.ternyata mereka pergi ke sebuah kafe,aku langsung berlari menghampiri mereka.
"Viksy".panggil ku dengan nafas sedikit ngos-ngosan.
Viksy tampak binggung melihat ku di sana,ia tak berani menatap ku.aku luapkan semua amarah yang ku pendam selama ini pada nya.
" aku hamil anak mu".ucapku akhirnya karena Viksy terus saja mengabaikan ku,sama sekali tak menghiraukan aku yang marah pada nya.
"jangan asal bicara,kita tidak pernah punya hubungan".elak Viksy
aku yang emosi refleks menampar wajah nya,aku tidak menyangka jika Viksy hanya seorang pria pengecut yang tak mau bertanggung jawab,aku menyesal pernah mengenal nya.air mata mengalir begitu saja dari wajah ku.
" bukan kah kau anak kelas satu yang nakal itu,sering bolos dan gonta-ganti pacar".kata wanita yang datang bersama Viksy.membuat hati ku semakin tercubit saja.
"aku memang nakal tapi aku hanya melakukan nya dengan Viksy" .kata ku membela diri.
aku pulang dengan perasaan kecewa,aku memukul-mukul perut ku dengan keras nya.aku tak sanggup lagi berhadapan dengan dunia luar.aku mengambil karter dari laci meja belajar ku.ku gores pergelangan tangan ku hingga terukir dengan darah yang bercucuran.
Tuhan mungkin masih sayang dengan ku,tak inginmembiarkan aku pergi dengan banyak dosa.keluarga ku membawa ku tepat waktu ke rumah sakit hingga nyawaku terselamatkan namun tidak dengan kandungan ku yang keguguran.
sekarang aku telah berubah menjadi orang yang lebih baik,mulai berbakti pada kedua orangtua ku,mendengarkan baik-baik setiap nasihat yang keluar dari mulut mereka.belajar dengan rajin untuk mengejar cita-cita ku.aku tinggal kan semua kebiasaan buruk ku bersama kenangan pahit di masa lalu.ku jadikan semua sebagai pelajaran berharga untuk hidup ku agar tak akan menyesal lagi di kemudian hari.