Hei kamu cewek pendek berkacamata, yang waktu itu duduk diam sambil menggaruk kepala, dan mengeluarkan keringat dingin karena lupa mengerjakan PR yang semalam dikasih oleh guru.
Hei kamu cewek yang waktu itu memohon kepadaku agar tidak menyadarkan guru kalau ada PR.
Hey kamu …..
Hanya itu isi suratnya, tanpa lanjutan dan tidak akan pernah dilanjut, aku mendapatkan surat itu dari mamanya yang katanya surat itu ditulis kan dia untuk diriku.
Cewek yang dimaksud di surat itu adalah aku atau biasa yang dia panggil Gita. Dia yang aku maksud adalah Leo, orang yang menulis surat itu.
Mungkin dia menulis surat itu supaya dirinya bisa terlihat keren seperti orang yang ada di film-film. Menulis surat sebelum dirinya pergi, tapi sayang dia tidak menyelesaikan suratnya sebelum dia pergi.
Pergi dan meninggalkan selembar surat yang belum terselesaikan, entah apa maksudnya dengan meninggalkan selembar surat kepadaku.
Berhari-hari aku mencari tahu, apa yang ingin disampaikan dalam selembar surat yang tidak mempunyai lanjutan ini.
…..
Di hari Minggu aku duduk di cafe tempat favorit aku Dan dia, sambil meneguk secangkir teh panas dan mengingat kembali memori memori ku dengan dia, dan tanpa aku sadar air mata ini mulai menetes, dan langit sudah berwarna jingga.
Langit jingga ini membuatku ingat tentang kata-kata dia waktu itu.
‘aku suka langit jingga, kamu tahu kenapa?’ tanya dia.
'kenapa?’ balasku.
‘karena saat langit sudah berwarna jingga, maka matahari akan menghilang tapi belum sepenuhnya menghilang, dan bulan akan mulai menampakan wujudnya, tapi belum sepenuhnya nampak’.
‘apa maksudmu?’ tanyaku.
‘itu artinya jika ada seseorang yang berharga untukmu menghilang, percayalah dia tidak menghilang sepenuhnya, dia pasti masih ada dalam dirimu hanya saja kamu tidak menyadari itu’ jawab dia.
Waktu itu aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tapi hari ini aku menyadari apa yang dia maksud.
Dia pergi dengan meninggalkan selembar surat yang belum selesai, dan membuatku memikirkan apa lanjutan dari suratnya, di mana secara tidak langsung dia sudah membuatku setiap hari mengingatnya, hanya saja aku tidak menyadari itu.
Dia membuat dirinya masih tinggal dalam pikiranku.
Aku berjalan pulang dari cafe dengan tersenyum, sesampainya di rumah aku langsung mengambil pena untuk menulis sesuatu.
…..
Hei kamu, pintar ya buat surat kayak gitu biar aku mikirin kamu terus, aku tahu kok kamu sengaja kayak gitu biar aku selalu ingat kamu dan tak akan pernah lupakan kamu. Tenang aku tidak akan lupa sama kamu kok, bagaimana mungkin aku bisa lupa sama orang yang mengajarkan ku tentang rasanya dicintai Dan rasanya ditinggalkan. I LOVE YOU, bahagia di sana ya.
Dari:
GITA
Dibalik surat yang aku tulis, ada surat dari dia yang telah aku lanjutkan.
'hei kamu, jangan lupakan aku ya’.
Kusimpan surat beserta setangkai bunga di depan batu nisan nya. setelah itu aku beranjak pergi sambil memulai kehidupan baru tanpa dia yang akan datang.