Malam yang dingin dan air hujan membasahi hari itu. Di malam itu aku sendirian, menatap langit yang berawan. Tanpa melihat bintang dan bulan yang bersinar dimalam itu.
Saat kau datang dan menyapa aku hanya melihat dirimu. Karena aku tidak mengingat dirimu lagi.
Maaf Siapa anda?
Dia hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa. Tapi aku tahu dia meneteskan air mata karena aku tidak mengenal dia.
Kenapa anda menangis?
Dia tetap tidak berkata hanya tersenyum dan menghapus air matanya.
Aku tidak apa-apa. Maaf jika aku menggangu dirimu.
Aku hanya terdiam tanpa berkata apa-apa. Tapi hatiku merasakan ada rasa sakit yang tidak bisa aku katakan.
Apa aku boleh tahu anda siapa?
Aku adalah orang yang pernah menyakiti hati kamu. Jadi kamu tidak harus tahu siapa aku. Karena itu sudah pantas untuk aku yang sudah dilupakan oleh kamu yang menyangiku tanpa berkata.
Aku hanya terdiam dengan rasa sakit itu saat dia mengatakan kalau aku pernah menyanginya. Saat itulah aku sadar bahwa dia adalah orang yang aku sukai dulu. Tapi dia tidak menyukaiku, karena ada gadis yang ia sukai jadi aku tidak mengatakannya kepada pemuda tersebut.
Aku ingat kamu siapa?
Maaf baru ingat kamu sekarang. Kenapa kamu ada disini, untuk apa kamu datang kepadaku sekarang
Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.
Apa itu?
Kamu mau tidak menikah denganku?
Aku hanya terdiam dan melihat ke arah dalam rumah.
Maafkan aku kita tidak bisa bersama. Karena aku sudah punya keluarga baru yang sudah terikat janji suci kepadaku. keluarlah dari rumah sosok pemuda yang tampan dan gagah menghampiriku.
Sayang siapa dia?
Dia adalah teman baikku.
Hati pemuda itu kembali meneteskan air mata.
Dan pergi meninggalkan aku dan suamiku.
Hati yang terluka karena orang lain akan kembali kepada orang itu.