Di malam pernikahan mantan, aku hamil
Namaku Arazey Shakespeare. Di umurku yang terbilang masih muda aku hamil anak dari mantanku-Kair. Aku tidak tau harus berbuat apa lagi. Aku tidak mungkin bilang hamil anaknya kepada Kair kan? Oh ayolah aku tidak mau merusak pernikahannya. Tetapi apakah aku mampu merawat 'dia' tanpa sosok sang ayah?
Setelah lama berfikir, aku memutuskan pergi ke ruang makeup untuk bertemu Kair. Sesampainya disana aku melihat Kair duduk sendirian di depan cermin sambil bermain handphone.
"Kair," panggilku membuat Kair menoleh.
"Ada apa, Arazey? Apakah kau butuh sesuatu?" kulihat Kair berdiri dan mengisyarakatkan ku untuk masuk dan duduk di sofa sebelah kanannya. Setelah aku duduk, aku sedikit ragu harus mengatakannya. Dengan penuh keberanian aku tegakkan tubuhku dan aku angkat daguku untuk mengusir rasa gugupku.
Setelah itu aku berkata, "Aku hamil anak kamu, Kair." Ucapku dengan cepat. Walupun ucapan ku cepat, Kair dapat dengan jelas mendengar apa yang aku ucapkan tadi. Kulihat dirinya terkejut karena apa yang aku ucapkan tadi.
"Tidak mungkin. Ke..kenapa bisa? Bukannya waktu itu aku suruh kau minum obat pencegah hamil? Kenapa malah sekarang kau tiba-tiba hamil?!"
"Aku tidak tau. Beberapa hari lalu aku merasa mual dan muntah secara terus menerus, kukira itu karena aku masuk angin. Tetapi saat aku cek ke dokter dua hari lalu, ternyata aku dinyatakan hamil dua minggu." Akupun menjelaskan secara rinci apa yang aku alami dan saat aku di nyatakan hamil dua hari lalu. Kulihat Kair mengusap wajahnya dengan kasar tanda akan ke frustasian.
"Bagaimana kau yakin bahwa itu anakku?" tanyanya dengan nada frustasi.
"Aku sangat yakin, Kair. Aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain selain kau."
"Ck kenapa kau baru bilang. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Tentu saja kau harus menikahinya, Kair!" Seorang wanita cantik dengan gaun pengantin masuk kedalam ruangan dan duduk di sofa sebelah kiri Kair. Dapat ku tebak wanita ini pasti adalah Rose, calon istri dari Kair.
"Kita batalkan pernikahan kita dan kau nikahi Arazey." ucap Rose dengan santainya
"Tapi, bagaimana dengan orang tua kita? Mereka akan malu karena aku menikahi wanita lain disaat aku akan menikah denganmu,"
"Mudah saja. Sini biar aku bisikan sesuatu." Kair dan Arazey mendekat untuk mendengar apa rencana Rose. Setelah mendengar rencana Rose, Kair dan Arazey mengangguk setuju sambil tersenyum senang.
"Dan setelah itu kau bisa menggantikan ku di atas pelaminan. Tenang saja, semua akan aku atur," ucap Rose dengan bangganya.
"Terimakasih Rose. Mmm aku mau bertanya, kenapa kau membantuku untuk menikah dengan Kair? Sedangkan kau sangat mencintainya." dengan muka polosnya Rose menjawab, "Siapa bilang aku mencintainya? Aku dan Kair dijodohkan oleh kedua orang tua kami. Ck cuman karena aku selalu meminta dibelikan coklat kepadanya mereka beranggapan aku dan Kair pacaran dan akhirnya kami dijodohkan." sinis Rose tertuju pada kedua orang tuanya.
"Sudahlah kisah lama tidak perlu diungkit lagi. Sekarang kita lakukan rencanamu, 15 menit lagi pernikahan akan dimulai." ujar Kair sambil melirik jam tangan mahalnya.
Dan tiba waktunya untuk pernikahan. Awalnya semua berjalan dengan aman sampai dimana pengantin mengucapkan janji sucinya tiba-tiba bunyi alarm kebakaran berbunyi. Sontak orang-orang yang ada disana berlarian kesana-kemari menyebabkan keadaan menjadi ricuh. Tidak cukup sampai disitu lampu ruangan yang awalnya menyala tiba-tiba mati dalam sekejap.
"OMG I shouldn't have come here"
"Tolong! Gaun mahalku melorot"
"Aduh gimana ini kalau sampai aku tidak bisa keluar dari sini aku akan mati. Dan aku tidak bisa bertemu lagi dengan Jaemin"
"Tenang wae, ngopi heula bari ngadahar kuaci"
"Gwencana Gwencana"
Memanfaatkan kericuhan, disaat itulah Rose dan Arazey bertukar posisi. Pendeta yang sudah mengerti langsung menikahkan mereka dalam keadaan gelap gulita. Kair dan Arazey mulai mengucapkan janji suci pernikahan dan setelah itu Kair mencium kening Arazey. Bertepatan dengan itu lampu ruangan tiba-tiba menyala kembali. Semua orang terkejut karena pengantin wanitanya berubah.
Tiba-tiba suara MC terdengar, "Selamat kepada Kair dan Arazey karena telah resmi menjadi suami istri. Oke selanjutnya kita panggilkan pengantin yang kedua, Rose dan William."
Pintu terbuka menampilkan Rose dengan seorang pria tampan berkulit sawo matang dengan tato bergambar ular melilit pedang pada bagian lehernya. Kedua pasangan itu mulai berjalan beriringan dengan diiringi keheningan. Sesampainya di pelaminan, Pendeta mulai membacakan janji suci pernikahan untuk Rose dan William. Janji suci mereka ucap dengan lancar tanpa hambatan sekarang William mencium kening Rose sebagai tanda cinta seorang suami kepada istrinya.
"Selamat untuk Rose dan William karena sudah sah menjadi sepasang suami dan istri. Ayo dong tepuk tangan yang meriah untuk mereka jangan diam-diam saja seperti Limbad." dengan kakunya para tamu undangan bertepuk tangan. Tiba-tiba ayah dari Rose yaitu Tuan Oceano berteriak, "Apa maksud dari semua ini Rose!!"
Dengan tenang Rose menjawab, "Sebelumya aku minta maaf karena membuat kalian panik. Sebenarnya Arazey mengandung anak Kair, dan semua ini adalah rencanaku untuk membuat menikahkan mereka."
"Lalu kenapa kau juga ikut menikah Rose? Bukannya adegan ini tidak ada dalam rencana kita?" tanya Kair pada Rose.
"Hehehe sebenarnya aku juga sedang hamil. Dan anak yang aku kandung adalah anak William." dengan lugunya Rose menjawab pertanyaan Kair disertai cengiran polosnya.
"APA!!"
Tuan Oceano memijit pelipisnya karena pusing dengan ulah putrinya. "Sudah berapa minggu kau mengandung, Rose?"
"Hmm sekitar 7 minggu lebih." seperti tertimpa beton 1 ton, Tuan Oceano bertambah pusing atas jawaban yang dilontarkan Rose.
"Berarti semenjak kau belum dijodohkan dengan Kair?" angguk Rose menjawab pertanyaan sang ayah.
"Maafkan kelakuan putraku, Ano." Itu adalah suara dari Tuan Decker ayah dari Kair. Terlihat beliau menundukkan kepala merasa bersalah.
"Tidak apa Dec. Aku juga minta maaf karena ulah putriku acara ini menjadi kacau."
"Apakah kita masih menjadi teman?"
"Tentu saja. Teman?" Tuang Oceano menjulurkan tangannya dan dibalas oleh Tuan Decker.
"Teman..."
Walaupun kedua keluarga merasa malu karena ulah kedua anak mereka, mereka juga bangga karena mereka berani bertanggung jawab atas apa yang diperbuat mereka. Dan ini kisah akhirku dimana setelahnya aku hidup bahagia bersama suami dan anakku.
_Tamat_
_෴෴෴෴_
Like dan Komennya kakak agar saya lebih semangat lagi untuk membuat cerita-cerita lainnya😸💜
Jangan lupa baca chat story saya yang berjudul
The Queen Mafia
bay bay bay👋😸