Empat Purnama berlalu, pernikahanku berjalan dengan lancar. "Alhamdulillah" kata itu yang ku ucapkan atas pernikahanku dengan suamiku. meskipun saya dengan beliau menikah dengan proses ta'aruf, akan tetapi kami dapat saling mengenal dan memahami satu sama lain.
Seorang yang ku kenal datang ke rumahku. Beruntung ada suamiku yang sedang ada di rumah. Suami ku lebih suka berwira usaha sendiri ketimbang kerja ikut orang atau bekerja di sebuah institusi, sehingga kedatangan orang yang aku kenal itu tidak menimbulkan fitnah. Ya.... Dia adalah mantan pacarku, kami sepakat berpisah karena berbeda keyakinan kepercayaan. Selama proses pacaran kami dapat menjaga batasan-batasan kami, karena kami tahu bagaimana endingnya hubungan ini.
Syukur aku ucapkan, ketika Dia menyerahkan sebuah kartu undangan pernikahan mantan pacarku Dia juga menyapa ramah suamiku, dan meminta kami datang ke pernikahannya untuk memberikan doa restu, dan tentu saja suamiku menyambutnya dengan antusias.
Entah mengapa pas waktu pernikahan mantan pacarku, tiba-tiba saja badanku terasa lemah tak bertenaga, mendadak mual gak jelas. Dengan sigap suamiku mengajakku ke dokter, ketika setelah mendengar penjelasan dari dokter, aku baru sadar kalau aku sudah telat datang bulan, senyuman lebar terlihat jelas di raut wajahku dan suami.
Alhamdulillah ternyata aku sudah hamil dan usia kehamilanku sudah berjalan 5 minggu.
Ketika pagi harinya aku hubungi mantan pacarku, aku ucapkan kata maaf karena tidak dapat menghadiri resepsi pernikahannya, namun tetap aku sematkan doa agar pernikahannya sakinah mawaddah wa Rohmah.