Di malam pernikahan mantanku, aku hanya bisa meratapi singgahsana didepan. Seharusnya aku yang berada disana bersama mantanku Edward tapi takdir berkata lain, ya dia disana bersama dengan Lucy akibat kesalahan satu malam yang menimbulkan nyawa kecil baru yang menunggu dikeluarkan 8 bulan lg.
Flashback
pada siang itu aq dan Edward pergi bersama setelah Edward menjemputku dikampus mengurus keperluan wisuda dan mengumpulkan tesis akhir yang telah kurevisi.
"Sayang mau makan apa kita siang ini?" kata Edward sambil menyetir mobilnya.
"Hm.... Gimana kalo makan iga penyet? Udah lama kita ga makan itu yang"Kataku sambil membalas chat di group.
"ok, apapun untukmu" ucap edward sambil mengelus kepalaku.
Oh iya kenalkan namaku Michelle usiaku 20 Tahun dan dia Edward, usia 28 Tahun kami sudah menjalin hubungan 2 Tahun. Edward merupakan anak dari sahabat papa n mama yaitu Mr Maxi hilton. Jika kalian menebak kami dijodohkan jawabannya adalah No kami menjalin hubungan karena entah kenapa kami saling jatuh cinta pada saat pertama kali bertemu diacara sweet seventeen Elena (adik perempuan dan satu2nya anak perempuan di keluarga itu). Edward merupakan anak kedua n untuk anak pertama, Eden aq tidak begitu mengenalnya karena memang tidak pernah bertemu secara langsung dan hanya pernah melihat wajahnya di foto keluarga.
Setelah 15 menit kami telah sampai di "Iga Penyet Super" restoran dengan desan interior yang sederhana favorite anak muda di kota S ini. Aq memilih duduk dekat taman belakang karena menurutku ini pas jika mau berselfie ria.
"Sayang kamu mau pesan apa? ada iga penyet, ada sup iga, ada otak penyet jg. wah semua kenapa keliatan enak" kataku dengan mata berbinar.
Edward hanya tersenyum geli melihat kelakuanku "pesanlah yang kamu sebutkan semua tadi aja" kata edward dengan santai. Akhirnya kami memutuskan memesan makan tersebut dan tidak lupa minuman 2 es teh manis.
Selagi menunggu makanan dikeluarkan seperti biasa aq akan mengajak Edward berfoto dl.
"Sayang ayo sini kita selfie dl" kataku sambil memegang pundak Edward dan Edward hanya mengikuti apa yang aq mau. Biasa aq akan memilih bentar foto mana yg akan ku upload di insta dan Edward membuka email membaca laporan dari sekretarisnya.
"Sayang malam ini aq ijin pergi y ke Sky Club, Harry baru balik dari negara A dan mengadakan pesta, kamu mau ikut ga yang?" kata Edward sambil memegang tanganku.
Aq meletakan hpku, biasa aq memang menemani Edward pada saat kumpul ama temannya atau jamuan klien tapi entah kenapa hari ini aq cukup merasa lelah "Yang aq ga ikut kali ini gpp kan? Aq cukup capek hari ini" balasku dengan tersenyum. Edward mengelus rambutku dan memandang mataku dengan lembut.
"Ga apa2 yang, apa aq ga usah ikut acara itu?" ya beginilah Edward dia selalu menjaga hatiku, dia tidak akan pergi tanpa membawaku.
"Pergi oh yang, aq percaya kok sayangku yang tampan ini pasti ga bakal aneh-aneh lagipula lama juga kan ga ketemu Harry" kataku sambil tersenyum.
"Baiklah kalau gitu aq pasti akan memberi kabar setiap saat" sambil mencium dahiku.
"Melting, Edward omg napa kamu selalu sweet ga kuat jantungku lama-lama" pekiku dalam hati.
Beberapa menit kemudian makanan yang kami order telah tiba, dan kami segera makan lalu membayarnya dan melanjutkan perjalanan pulang. sampai di rumah, Edward mampir sebentar untuk mengatarku dan berpamitan dengan mama
"Siang tante, Edward mau pamit dulu ya pergi ke kantor ada klien yang mau ketemu sore ini".
"loh, kok ga mampir nyicip brownies buatan tante dl? Bentar tante ambilkan dalam kotak buat cemilan dikantor"kata mamaku sambil menuju dapur mengambil kotak bekal. "wah jadi repot tante" kata edward dengan senyum. "Ma, kasih yang banyak dia penggemar brownies mama malah kalo aq bawa biasanya aq cuma makan 1 biji sisanya dihabisi ma" ucapku keras dan Edward mencubit pelan pipiku " Yang kamu kok bocori rahasiaku sih" ucap Edward dengan mengerucut kaya anak kecil yg lagi ngambek. Mamaku datang membawakan Brownies " tante senang kok kalo ada yang suka brownies buatan tante, hati-hati dijalan ya jangan ngebut". "iya tante makasih ya maaf meroptkab, Bye Yang" ucap Edward sebelum dia melajukan mobilnya.
pada malam hari
" Yang aq otw dulu y ke Sky club, nanti aq kabari kalo sampai" chat Edward. "hati-hati dijalan ya, love you" kataku. saat ini aq lagi dikamar sambil nonton Netflix acara reality show love is a blind.
POV Edward
saat ini lalu lintas cukup padat karena memasuki tengah kota. "hmm.. hari ini padat sekali jalannya Michelle sedang apa ya?" Gumam Edward. Berapa menit kemudian mobil sudah sampai di parkiran Sky Club
Edward calling
"Halo yank, aq udah sampai kamu lagi ngapain?" tanyaku pada michelle
" Aq lagi nonton sayang, kamu jangan banyak minum ya di sana" jawab michelle dengan suaranya yang imut menurutku
"Iya aq janji, kamu jangan malam-malam tidurnya ya Yank"
selesai menelpon aq masuk ke Sky Club rasanya aneh memang pergi sendiri tanpa Michelle karena selz ama 2 tahun diriku selau ditemani dirinya. Aq menuju ruang Vip yang disewa Harry
"Hello Bro, lama g jumpa" sapa Harry sambil menepuk pundakku.
" I'm fine kataku" balasku singkat
ya beginilah kalo kami ketemu selalu membahas tentang bisnis, gebetan dll. Tanpa sadar aq telah minum cukup banyak karena kepalaku agak pusing baru kali ini aq melanggar larangan Michelle.
"Bro kayanya aq harus balik"kataku sambil berdiri memegang kepala
" Bro baru jam 11 santai aja atau lu isa tidur dikamar gua di club ini bro kalo lu merasa fly" Kata Harry. Kalian jangan heran Harry memang memiliki kamar khusus karena Club ini merupakan salah satu usaha dia.
Akhirnya aq memutuskan tetap tinggal tapi tidak minumn hanya mendengarkan mereka. Hingga pusing dikepalaku mulai bertambah aku memutuskan meminjam kamar Harry.
Beberapa dari mereka menawarkan bantuan untuk mengatar kekamar tp kutolak karena kamar itu berada di lantai VIP yang tidak mungkin sembarang orang ada disitu tanpa ijin Harry.
Aq segera menaiki lift VIP karena pandanganku mulai tidak jelas, semua yg kuliat kadang tampak banyak atau kabur. Sesampai diatas jalanku kurasa mulali semponyongan hingga tidak lama kudengar sebuah suara "Tuan ada apa? biar daya bantu" suara itu terdengar merdu tp aq belum bisa melihat jelas sumber suara tersebut yang dapat kurasakan hanya bau parfum vanila de noir khas seperti bau parfum Michelle.
Dapat kurasakan tubuh kecil itu cukup kesusahan membopongku masuk ke kamar Harry. Kualihkan pandanganku entah kenapa dimataku itu adalah Michelle yg menggunakan gaun hitam dengan belahan tinggi dan ketat yang menampilkan lekuk tubuh yang menggoda iman.
"Sayang kamu kok disini" kataku sambil memegang pipi sosok Michelle tersebut.
" Maaf tuan saya Lucy saya tadi membantu tuan" kata Lucy
Entah keberanian darimana atau akal warasku yang sudah terpengaruh oleh minuman tadi aku pun mencium bibir ranum menggoda tersebut.
"Tuan lepadksn saya, anda salah orang"kata Lucy dengan memberontak.
Aku tidak peduli dengan pemberontakn yang dilakukan sosok Michelle tersebut entah setan apa yang merasuki diriku yang aq inginkan adalah memikuki Michelle yang tampak mempesona malam ini.
Jeritan sakit, bunyi deritan kasur, desahan nafas yang beradu mengiringi malam itu hingga aq mencapai puncak surgawi yang pertama kali kurasakan pada malam itu dan aq tidur terlelap sambil memeluk sosok Michelle tersebut.
Pagi hari
hiks...hiks...
Edward terganggu dengan suara tangisan itu dia pun membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang ads dikamar tersebut sambil memegang kepalanya yang masih agak pusing pengaruh minuman yg dia minum kemarin. lalu
dia melihat kesamping sambil mengingat dimana dia saat ini dan matanya terpaku dengan sosok yang saat ini berada disampingnya dengan keadaan polos.
"Shit!! apa yang sudah aku lakukan semalam?" umpatnya dalam hati dia memcoba tenang dan mengingat apakah kejadian semalam itu nyata apa mimpi tapi melihat apa yang terjadi saat ini penampilannya yang naked dan juga bercak darah mengering diseprei dia yakin semua hal itu nyata. Edward hanya bisa mengacak rambut dan menarik napas dia harus segera menyelesaikan situasi ini itu yang ada dibenaknya.
" Maafkan aku... aku tau apa yang kulakukan tidak cukup dengan kata maaf" ucapnya dengan menyesal.
"Hiks.. Anda benar-benar bajingan! Anda merebut sesuatu yang seharusnya kupersembahkan untuk suamiku dimasa depan.. sekarang aku hanya wanita yang kotor hikss..." ucap Lucy sambil menenggelamkan wajahnya dilutut dan menahan amarah, rasa sakit akibat ulah Edward yang melakukan berulang kali semalam.
" Aku akan bertanggung jawab, aku mohon jangan menangis. Aku berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatanku" kata Edward. Biarpun saat ini dia berkata seperti itu tapi di hatinya dia juga memikirkan "Apa yang akan kukatakan pada Michelle? Aku hanya menyakiti hatinya atas perbuatanku.. arghhh bodohnya aku tidak mengingat laranganya" Batin Edward.
Lucy hanya bisa terdiam mendengar perkataan Edward dia masih syok dengan kejadian yang baru dia alami semalam. Semalam dia hanya ditugaskan mengambil data diruang kerja sebelah kamar tersebut dia tidak menyangka akan mengalami kejadian yang merubah hidupjya 180 derajat jujur dia belum bisa mencerna semua kejadian yang dialaminya saat ini dia hamua dapat meratapi nasib dan apa yang harus dikatakan kepada orang tuanya.
"Aku mohon kamu jangan diam aja, katakan siapa namamu? dan percayalah aku akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi padamu".ucap Edward yang merasa khawatir tidak mendapat balasan.
"Namaku Lucy hiks.." gumamnya pelan
" Baiklah Lucy, aku Edward bersihkan dirimu terlebih dahulu setelah ini kita akan membahas permasalahan kita"
Lucy dan Edward membersihkan badan mereka secara bergantian.
"Aku akan melamarmu katakan dimana alamatmu" ucap Edward. Lucy merasa kaget mendengar itu dan baginya itu sesuatu mustahil dia memikirkan perbedaan kasta dia tidak mau di cap wanita matre
"Anda tidak perlu melamar saya cukup jangan pernah nenemui saya atau membahas kejadian ini dimasa depan" ucap Lucy
" Bagaimana jika benih yang kutabur itu berkembang apa yang kamu akan lakukan? apalagi semalam aku melakukan berulang kali tanpa menggunakan pengaman" ucap Edward
"Aku akan merawat dia sendiri" ucap Lucy sambil menundukan kepala
"Dan aku bukannlah pria yang akan membiarkan darah dagingku berkeliaran tanpa status yang jelas" ucap Edward dengan yakin.
"Tuan apakah anda tidak memiliki kekasih? Bagaimana nasib kekasih anda jika tiba-tiba anda menikahi saya?" ucap Lucy.
mendengar ini Edward terdiam mengingat Michelle dan benar dia tidak bisa menyakiti Michelle, dia sangat mencintai Michelle.
Melihat Edward yang terdiam Lucy dapat menyimpulkan Edward memiliki kekasih dan sangat mencintainya dia dapat melihat dari mata sendu itu dia tidak mau menjadi orang ketiga
"lebih baik anda tidak melamar atau pun menikahi saya. Saya minta anda tidak menemui dan menganggap kejadian kemarin hanyalah one night stand" putus Lucy.
Setelah percakap ini Edward dan Lucy memang tidak bertemu tapi bukan berarti dia tidak mengawasi Lucy. Edward menyuruh anak buahnya tetap nengawasi Lucy agar dapat mengetahui keadaanya.
Setelah kejadian malam panas Edward selalu diliputi kesalahan dan bahkan tidak dapat tenang jadi dia cukup menghindar untuk sering berkencan dengan Michelle biarpun mereka masih makan siang karena Michelle yang menyusul ke perusahaan. Kalian pssti bertanya aps Michelle curiga perubahan Edward jawabannya adalah Tidak karena Edward menjelaskan banyak proyek baru yg baru masuk sehingga aktivitas diperusahaan padat.
Sudah 1 bulan setelah kejadian tersebut. Saat ini Michelle wisuda, edward dan kedua orang tuanya datang untuk mengucapkan selamat. Mereka semua memutuskan untuk makan di sebuah restoran. Sebenarnya acara makan ini juga bujan sekedar acara makan tapi membahas bagaimana jika Edward dan Michelle bertunangan dan segera menikah menikah mengingat Michelle sudah menyelesaikan pendidikannya. Ditengah pembahasan kedua orang tua tersebut tiba- tiba telepon Edward berbunyi dan dia mengangkatnya. " Apa yang terjadi?? Baiklah aku akan segera menuju ke rumah sakit" ucap Edward dengan panik saat itu dan dia langsung meninggalkan kedua orangtuanya, michelle serta kedua orang tua michelle.
mereka hanya bisa saling pandang hingga akhirnya memutuskan mengikuti kemana Edward karena ada Kata-kata Rumah sakit.
Saat ini Edward tidak dapat memikirkan apa-apa. Ya pikirannya hanya Lucy. Telepon yang dia terima merupakan telepon dari anak buah yang mengawasi Lucy. Lucy pingsan dan mengeluarkan darah mendengar info yang diberikan dipikiran Edward hanyalah kondisi perempuan tersebut.
Setiba di RS, Edward berlari menuju gawat darurat dia tidak mengetahui Michelle, kedua orang tuanya dan kedua orang tua Michelle mengikutiny sejak dari restorant pikirNnya benar-benar kalut saat ini. setibanya di unit gawat darurat dia hany bisa menyakan dokter yang kebetulan berada diluar saat itu
"Dokter apa yang terjadi dengan Lucy" ucapnya panik
"Siapa itu Lucy" pikir Michelle serta yang lainnya
"Pasien saat ini sedang mengalami pendarahaan karena rahim yang lemah serta kecapekaan, nyonya Lucy membutuhkan penangan agar bayi tersebut selamat" ucap dokter tersebut.
Mendengar itu Edward membulatkan matanya dan berkata" Dokter saya mohon selamatkan wanita dan anak saya tersebut, saya tidak peduli dengan biaya saya mohon selamatkan mereka" mohon Edward
mendengar kata anak Michelle dan lainnya mebulatkan mata " Anak saya" itu yang dipikiran mereka semua saat ini.
Edward menoleh kebelakang dan hanya bisa mematung.
Deg..
"Sayang..." ucapnya dengan ragu ragu.
Tanpa aba-aba Mr Hilton memukul wajah Edward " Apa yang kamu lakukan sebenernya? kenapa kamu melakukan ini kepada kami son?" seru Mr Hilton dengan amarah.
Saat ini Michelle hanya bisa mematung dan masih memikirkan apa yang baru di dengar apakah ini nyata atau mimpi
"Maafkan aku dad, aku melakukan kesalahan pads saat acara Harry saat itu aku mabuk dan tanp sengaja memperkosa Lucy" ucap Edward dengan menudukan kepala dengan suara penuh penyesalan
Michelle merasakan dunia mendadak berputar menjadi gelap, badannya terhunyung kebelakang dan hanya memikirkan semua kejadian 1 bulan ini dimana Edward yang biasanya akan selalu menemuiny mendadak jarang dan itu semua jelas Karena apa.
Mrs Hilton menangis memikirkan nasib yang menimpa Edward, dia hanya dapat terdiam sambil terseduh tanpa bisa memikirkan situasi apa yang saat ini terjadi.
Michelle yang merasa hampa atas kejadian tersebut hanya bisa beranjak pergi tanpa berpamitan dirinya saat ini hanya ingin menenangkan diri dari situasi yang sedabf terjadi begitupun dengam kedua orang tuanya.
Mr hilton yang masih menenangi istrinya.
"honey aku gagal mendidik anakku aku tidak tahu apa yang harus kulakuan pada Michelle aku menyayanginya seperti anakku tapi aku juga tidak dapat egois memaksa kehendak agar Edward bersama Michelle sementara ada 1 nyawa yang membutukan kasih sayang kedua orang tuanya" isak Mrs Hilton. Edward yang mendengar itu hanya isa terdiam dan merenungkan perbuatannya biarpun itu bukanlah direncanakan tetap saja dia melakukan kesalahan yang tanpa sadar menyakiti hati orang-orang yang dia cintai.
Setelah kejadian itu Edward melamar Lucy dan mempertanggung jawabkan perbuatannya dia tidak mau meninggalkan Lucy yang saat ini mengandung.
Back to now
pov Michelle
Rasanya menyedihkan melihatnya di atas sebenarnya ada rasa rela tapi rasa tidak tega meningat bayi dalam kandungan tanpa orang tua lengkap itu mebuat Michelle memaksakan dirinya.
"Michelle, maafkan anak mommy ya" Sapa seorang wanita cantik yang selalu menyayangiku dengan mata sendunya.
" Aku ga apa kok mom, anak tersebut berhak mendapat orang tua lengkap" ucapkan terlihat kuat meskipun rasa sesak di dada tidak dapat kupungkiri. Kejadian tersebut seolah mengejekku selama ini aku hanya menjaga jodoh orang lain.
"Mommy yakin Michelle pasti bertemu laki laki yang baik" ucap wanita tersebut sambil mengelus rambutku
"Amin, mom aku kesana dulu ya mau nyemil kue" ucapku sambil tersenyum
Sebenarnya aku hanya menghidari tatapan kasian dari kerabat Edward yang mengenalku.
aku menuju tempat kue hanya dengan makan manis-manis membantuku membuang setres. Tidak kuhitung berapa banyak kue yang kucicip saat ini. Pada saat aku mengambil ice puter aku tersandung dengan kaki tamu lain mengakibatku limbung kupejamkan mataku.
Burghh...
"kok ga sakit ya? empuk" pikirku dalan hati
kubuka mataku perlahan dan kupandang dada lapang seseorang saat ini kucoba berdiri.
"sayang kamu ga apa2?" ucap mommy edward saat ini menghampiriku
"Michelle apakah kamu luka nak?" ucap mamaku
" Aq ga apa kok mom dan ma " ucapku sambil membetulkan gaunku
"Terima kasih ya nak eden sudah menolong Michelle" ucap mama
"Eden?" batinku dan kuarahkan pandanganku ke depan ini pertama kali aku bertemu dengan Eden kesannya berbeda dengan Edward. Edward kesannya friendly dan lembut tapi Eden kesan dingin dan jangan lupa tatapan matanya yang tajam. Jika Edward masih memiliki rupa khas orang asia berbeda dengan Eden yang khas orang Eropa seperti Mr Hilton.
"No problem aunty, itu cuma kebetulan aku mau mengambil es buah dan kenapa aq ditubruk seekor rhinosaurus" ucap eden sarkas.
"what? sapa itu rhinosaurus" kataku. Jujur mendengar kata dari eden rasanya ya pingin mulut itu kukasih cabe rawit level 100.
"kenapa? ga terima? ga sadar tuh badan berat nidih diatasku?" Ucap eden santai
" Sudah kok kalian jadi ribut gini sih? Eden perkenali ini anak dari sahabat daddy n mommy. dan Michelle ini Eden anak Mommy yang paling sulung" ucap mommy memotong perdebatan kami.
kesan pertama kenal dengan Eden ialah dia sangat menyebalkan ga ada lembut lembutnya "Gila ya nih cowok, ganteng sih ganteng tapi astaga Tuhan mulutnya itu kalo udah ngomong kok ga sebanding sama mukanya, jangan sampai dapat jodoh kaya dia, isa gila aku yang ada" batinnku sambil memadang Eden.
"Ngapain liat-liat? jangan bilang kamu naskir" Ucap Eden dengan narsisnys
" Enak aja naksir lagipula aq punya mata ya fungsi emang buat liat kali huh... jangan khawatir kamu bukan seleraku" ucapku ga terima
" Siapa juga yang selera ama Rhinosaurus bisa remuk aku yang ada kalo nikah ama cew modelan kaya kamu" ucap Eden dengan muka datarnys
"Argghh bisa gila lama-lama kalo kumpul ama cow modelan gini" batinku dalam hati dan ingin meranjak pergi
"Eh Rhino jangan main kabur aja liat nih hasil perbuatanmu jasku kemejaku kena tuh semua es putermu, tanggung jawab dong" ucap Eden
Karena aq sebel reflex ya jas kubuka n kemejs hampir kubuka kancingnya kalo tidsk dihentikan
"eh Rhino lu jadi cew ganas amat mau maen buka baju aja emang kslo mau maen ga liat tempat Y" bisik Eden ditelinga yang membuatku sadar kita menjadi tempat perhatian dan mukaku tanpa terasa sudah memerah karena malu akhirnya kulepas peganganku dari kemeja Eden dan kabur ke balkon.
Ya itu awal mula aq bertemu dengan Eden dan menjadi awal pertemuan selanjutnya dimana tanpa sadar hal itu membuatku melupakan Edward dan memulai hari yg baru. Bahkan tanpa sadar aku jatuh cinta dengan Eden cowo menyebalkan yang mengisi hari-hariku dengan hal baru n semangat baru.