Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil anaknya. Friska baru mengetahuinya di saat dirinya sedang datang ke acara pernikahan sang mantan, saat itu ia merasa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Malahan saking tidak enak badannya itu, ia harus mengurung di kamar mandi. Dani, temannya yang setia membantunya untuk menunggu di luar.
Dani saat itu di minta oleh Friska untuk menjadi pacar pura-pura nya agar dirinya tidak terlalu canggung saat berada di pernikahan mantan. Dani yang sedari dulu mencintai Friska dalam diam merasa sangat senang hanya karena ajakan Friska kali ini. Baginya satu hari pacaran dengan Friska adalah satu hari yang paling membahagiakan.
Dani baik orangnya, sangat ramah dan humoris. Pekerjaan sekarang adalah manager di perusahaan percetakan. Semua orang mengenalnya, karena dia orangnya friendly. So, menyenangkan buat mereka untuk bisa berteman dengan Dani.
Friska masih berada di kamar mandi, wajahnya memperlihatkan raut wajah khawatir sambil dirinya memegang test pack yang sekarang menunjukkan dua garis merah di sana.
Musibah apa lagi ini...... Batinnya.
3 minggu yang lalu
Friska, seorang perawat di pusat kesehatan masyarakat. Berwajah cantik dan bertubuh montok, punya keberanian dan tanggung jawab yang besar untuk keluarganya. Hari ini ia ada janji dengan pacarnya Wisnu.
Wisnu, pemuda tampan dingin dan romantis. Keluarganya kaya, pekerjaannya juga jadi bos di perusahaan tekhnologi dan informasi. Ia mewarisi kekayaan ayahnya yang banyak, namun sayang ayahnya sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Dan ayahnya sudah mengetahui hubungan Wisnu dengan Friska dan ayah Wisnu merestui mereka dan tidak mempermasalahkan status mereka yang berbeda. Bagi ayah Wisnu, yang terpenting adalah kebahagiaan anaknya.
Tapi, ibunya Wisnu tidak menyetujui hubungan mereka. Nenek lampir bermulut pedas itu bernama Romah, usianya 51 tahun tapi masih awet muda. Biasalah, perawatan kan banyak duit. Romah lebih setuju Wisnu menikah dengan anak temannya, Lia. Dia gadis manja anak rentenir.
Pertemuan kali ini sangat dadakan, Wisnu tiba-tiba menelpon Friska untuk datang menemui-Nya di apartemen pribadinya. Di telepon suara Wisnu terengah-engah seperti sedang ada masalah, dengan terburu-buru Friska datang ke apartemen pacarnya itu untuk melihat kondisinya yang tidak tahu seperti apa.
Namun, saat setelah dirinya membuka pintu apartemen. Tangan kanannya segera di tarik oleh seseorang di kegelapan. Tubuh yang di peluk dengan begitu erat, Wisnu tiba-tiba bernafsu ia segera mencium bibir ranum Friska dan segera memasukkan lidahnya menjelajah. Wisnu menekan leher Friska agar ciuman mereka semakin dalam.
Friska yang baru tersadar dari godaan itu, mulai memberontak. Tapi nihil, tenaga Wisnu lebih kuat darinya. Ia pasrah karena tidak bisa melawan, ia hanya bisa mengikuti akut main Wisnu yang ganas.
Tangan Wisnu mulai menyusuri perut Friska, menaikkan ujung bajunya lalu mengelus perut rata itu dengan penuh birahi.
Ciuman mereka berdua terlepas, namun Wisnu mulai menurunkan ciumannya di area leher Friska. Wisnu sudah seperti iblis, ia penuh nafsu. dengan tenaganya ia mendorong Friska ke dinding dan mulai aksi bejatnya tersebut.
Keduanya terengah-engah, bercumbu dalam birahi. beberapa kali Wisnu menghentakkan miliknya dan mencium bibir Friska dengan sayang. Tangannya mulai menuntun Friska untuk berbaring di ranjangnya, kembali ia melakukan aksinya sampai beberapa ronde.
----------
Friska terbangun di pagi harinya ia merasa malu dengan apa yang telah ia lakukan kemarin. Sehingga dirinya pergi dari apartemen itu dan meninggalkan sepucuk surat di atas meja.
Wisnu tersadar apa yang telah ia lakukan pada gadisnya, ia menghancurkan beberapa barang yang ada di depannya. Mamanya Romah tiba-tiba berada di depan apartemennya sambil menatap tajam dirinya, menghadang jalannya dengan ribuan pertanyaan dari mama.
"Kamu harus meninggalkan wanita itu Wisnu?!!" Bentak mama.
"Gak ma, kita berdua saling mencintai toh papa juga merestui hubungan kami. Kenapa mama menolak bukannya mendukung?!!"
"Kamu tuh ya, dengerin mama. Kalau kamu gak nikah sama calon mantu pilihan mama. Mama akan pergi dari sini, sekalian mama bunuh diri."
"MAAA!!!!" Wisnu tak percaya dengan ucapan mamanya barusan, dengan angkuhnya Romah pergi dari apartemen Wisnu membiarkan anaknya berkecamuk dengan beban masalahnya.
Ia lalu kembali ke kamar dan mendapati sepucuk surat dari Friska.
Bagaimana jika dia hamil anaknya?
Segera dirinya pergi menemui Friska, namun nihil ia tidak menemukan Friska dimana pun. Seolah gadis itu hilang meninggalkan debunya saja.
2 Minggu sudah ia cari-cari dimana keberadaan Friska, sampai akhirnya ia terpaksa menerima pernikahan yang di buat oleh namanya. Terpaksa ia harus menikah dengan Lia, gadis tak ia cintai
-------
Wisnu, aku yakin 100% ini adalah anakmu. Tapi bagaimana pun juga, kamu akan menikah hari ini dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jika saja aku berani membatalkan pernikahanmu, tapi aku tidak bisa.
Hari itu, hari itu aku terpaksa pergi tanpa berpamitan. Aku malu dengan keadaan ku yang sudah tak perawan lagi, bahkan untuk menemui keluarga saja aku tidak bisa. Hari ini aku gunakan wajah orang lain, Dani membantuku untuk mendapat masker wajah ini.
Jika saja, aku bisa memberitahu mu mungkin kamu tidak akan menikah dengan gadis lain.
Tok Tok Tok
"Friska apa kau baik-baik saja." Dani.
"Iyah, tunggu sebentar." Segera Friska membersihkan diri, ia laku keluar dengan wajah manisnya. Sambil menggandeng tangan Dani, ia mulai pergi melihat ijab Kabul pengantin.
Semua orang sudah mulai berkumpul, di tempat mewah ini semua orang pun berdandan layaknya orang-orang kaya.
Friska merasakan sakit di bagian dadanya melihat Wisnu, mantannya menggandeng gadis lain menuju tempat ijab Kabul. Begitu duduk mereka di sana, Friska seolah di tusuk oleh ribuan jarum padanya. Ia duduk di salah satu kursi tamu di dampingi oleh Dani. Para ulama sudah mulai membacakan doa-doa, sampai akhirnya seseorang menubruk salah satu tamu yang sedang membawa minuman hangat. Tamu itu tidak bisa menahan guncangan hingga akhirnya minumannya itu terkena di wajah Friska yang kebetulan sedang mendongak ke arah panggung.
"Akhhhhh."
"FRISKAAAA." Segera Dani membantu Friska yang gelagapan sibuk mengambil tisu. Para hadirin undangan dan tamu segera mengalihkan pandangan mereka pada Friska. Semua orang iba dengan apa yang barus saja di timpa oleh Friska, Ijab Kabul terhenti. Wisnu pun terkejut setelah durinya mendengar nama Friska terdengar.
"Friska.." Gumamnya menatap Friska yang sedang sibuk membuka maskernya. Wisnu mulai menghampiri Dani dan Friska. Ia dibuat terkejut saat Friska berhasil membuat masker wajah miliknya.
"Friskaa...." Teriak Wisnu sambil berlari memeluk Friska.
"Wisnu." Gumam Friska yang sama terkejutnya dengan Wisnu.
Semua orang lalu mulai menatap mereka berdua, mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Di waktu itu juga Wisnu mengumumkan semuanya di hadapan semua orang yang ada di sana, bahwa Friska adalah kekasihnya dan ia lalu menceritakan kisah cintanya yang terhalang restu sang ibu.
Semua orang yang sempat mencibir kini mulai mendukung mereka, dengan membawa rasa malu Lia dan keluarganya pergi dari sana. Beberapa orang yang pernah tertipu oleh ayahnya Lia kini ia membalaskan dendam mereka di acara tersebut.
"Friska, ayo kita menikah."
THE END