Nama ku Alika, anak ke 6 dari 8 bersaudara, aku memiliki 5 orang kakak yang sangat menyayangiku, dan 2 orang adik, satu adik lelaki dan adik perempuan, adik perempuanku adalah anak bungsu dari ibu dan bapakku.
Nama-nama saudaraku adalah 1. Syakira 2. Samudra 3. Rohaina 4. Haryoto 5. Daryanti yang ke 6 adalah aku, ke 7. Nando 8. Hikmah.
Diantara 5 kakakku hanya satu orang yang masih lajang, yaitu kak Samudra. Entah karna apa akupun gak tau, 3x gagal menikah, hingga akhirnya ia memutuskan untuk melajang sampai dia benar-benar menemukan jodohnya.
Hidupku sangat sederhana, kadang juga kekurangan, pada saat aku berumur 10 tahun kak Syakira pergi ke luar negeri untuk menjadi TKW, meninggalkan suami dan dua orang anak yang saat itu berumur 4 tahun sedangkan anak bungsunya yaitu berumur 8 bulan, itu semua demi menghidupi keluarganya yang saat itu suami kakak ku sedang terlilit hutang pasca membangun rumahnya.
Saat itu keluarga kakakku baik-baik saja, belum ada tanda-tanda keretakan sama sekali, sampai kakakku di luar negeri selama 3 tahun hingga kembali lagi ke Indonesia keluarga mereka masih akur.
Kakakku pulang ke Indonesia, dan membangun rumah untuk kedua orang tuaku, yang letaknya di daerah Jawa Tengah, sedangkan dia sendiri sudah mempunyai rumah di daerah Jawa Barat.
Saat itu suaminya pun setuju untuk membuatkan tempat tinggal kedua orang tuaku, karena yang merawat kedua anaknya adalah orang tuaku, sedangkan uang gaji kakak ku tiap bulan di kirimkan pada suaminya yang ada di Jawa Barat, tapi kebutuhan kedua anaknya di tangguhkan pada kedua orang tuaku.
Setelah membangun rumah di Jawa Tengah, keluargaku kekurangan dana, hingga kami sepakat untuk meminjam pada Bank untuk menutup matrial dan para pekerja. Kakakku memutuskan untuk kembali lagi ke luar negeri, tapi sayangnya dia tak bisa lagi kembali pada majikan nya yang dulu, dia bisa keluar negeri tapi dengan negeri yang berbeda, terpaksa dia pergi lagi walau hati sebenarnya tak ingin meninggalkan keluarganya, aku sangat paham sekali keadaan kakakku saat itu, aku gak bisa bantu apa-apa karna aku pun masih belum bekerja.
Seiring berjalannya waktu, setelah sekian lamanya suami dari kak Syakira tak pernah datang mengunjungi kedua anaknya, akhirnya bapakku nekat mencari menantunya yang tidak ada kabar sama sekali, setelah di cari, usut punya usut, bapakku mendapati kabar bahwa menantunya sudah menikah lagi dan mempunyai seorang putra yang berumur satu tahun. Dengar kabar dari tetangga nya mereka sudah menikah selama dua tahun lamanya, tanpa sepengetahuan kak Syakira.
Begitu menyakitkan bukan? sungguh hatiku pun ikut tersayat saat itu, walaupun pada waktu itu aku masih berumur 15 tahun, tapi aku sudah paham tentang hati dan perasaan.
Singkat cerita, kak Syakira mendengar kabar perselingkuhan suaminya, dan langsung meminta talak, tapi suaminya gak mau untuk menceraikan kak Syakira, akhirnya terjadilah perdebatan sengit antara orant tuaku dan menantu bejatnya itu.
"Sampai kapanpun, aku sebagai seorang ayah tidak rela jika putriku di sakiti, di sana putriku banting tulang untuk menghidupi keluarga, untuk bisa menyekolahkan kedua anakmu, tapi kamu malah mengkhianati putiku." ucap bapakku dengan bersungut-sungut.
Tidak ada satupun dari saudaraku yang ikut campur dalam urusan itu, karna mereka pun masing-masing sudah berkeluarga, hanya kak Samudra yang masih ikut tinggal di rumah orang tuaku yang saat itu dia pun sebenarnya sudah mengerti tentang perceraian, tapi dia hanya memilih diam, memendam semua kekesalannya dalam hati, hanya minuman keras yang selalu ia tenggak untuk menghilangkan rasa setres yang ia tahan selama ini, dengan cara itu barulah kakakku bisa meracau mengeluarkan semua unek-uneknya.
Akhirnya suami dari kak Syakira meninggalkan rumah, tapi dia pulang ke Jawa barat dengan membawa dendam kesumat dan berniat akan menghabisi keluargaku satu per satu.
Tiga tahun di luar negeri, kakakku pulang ke Indonesia, dia bahagia walau dia harus banting tulang untuk menghidupi keluargaku dan dua orang anaknya. Saat mendengar kepulangan kak Syakira, mantan suaminya malah mendatangi rumah orang tuaku dan meminta restu untuk rujuk kembali, orang tuaku tidak mengambil tindakan apapun, mereka menyerahkan semua keputusan nya kepada kak Syakira.
Kak Syakira menolak mentah-mentah ajakan rujuk mantan suaminya tersebut, dia sudah merasa sakit hati, danmeeasa di bohongi, selama ini dia mengirimkan uang untuk anaknya tapi malah di salah gunakan oleh mantan suaminya tersebut.
"Aku janji tidak akan mengulangi lagi perbuatanku, asalkan kita bisa rujuk kembali."
"Aku gak mau, sudah cukup rasa sakit yang selama ini kamu berikan padaku, aku gak mau lihat muka kamu lagi, pergi kamu dari sini."
"Baiklah kalo kamu gak mau, aku akan membawa puta pulang bersamaku."
"Tidak bisa, selama ini akulah yang memberi makan anakku, dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa kamu bawa, mari kita selesaikan semua nya di pengadilan."
Mendengar perkataan kak Syakira, mantan suaminya itu langsung diam seribu bahasa, lalu meninggalkan kak Syakira, tapi sebelum dia pergi, dia menghampiri Putra anak bungsunya, entah apa yang orang itu katakan pada Putra, hingga Putra nangis histeris bikin heboh orang sekampung, Puta ingin ikut dengan bapaknya.
Mereka jadi bahan tontonan oleh warga kampung, memperebutkan anak, tapi kemudian kak Syakira membisikan bacaan ayat kursi dan do'a lainnya, hingga Putra tenang dan tak sadarkan diri.
Entah setan apa yang orang itu bisikkan pada Putra hingga seperti itu.
Keadaan sudah mulai tenang dan orang terkutuk itupun pergi pulang ke kota asalnya di Jawa Barat.
Lambat laun tidak ada kejanggalan apapun, hingga kak Syakira memutuskan untuk kembali lagi pada pekerjaannya di luar negeri, saat itu kak Syakira menjadi SPG di luar negeri.
Hidup kami pun sejahtera, aku sudah bisa cari uang sendiri dan membiayai adik-adikku serta kedua ponakanku.
Tapi kesejahteraan keluarga kami hanya berjalan dua tahun saja, keluargaku mendengar kabar, jika kak Syakira mengalami sakit yang cukup serius, entah ini taldir atau buatan manusia dzalim yang memiliki dendam pada kak Syakira.
Akhirnya kami minta tolong pada orang pintar agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Kata orang itu ada, teman dari kakakku yang berasal dari Madura. Orang itu tidak suka dengan nasib kakakku yang saat itu menjadi karyawan teladan dan sangat di sukai oleh owner pemilik toko tersebut, dengar-dengar owner tersebut memiliki perasaan pada kak Syakira. Hingga wanita sirik tersebut mengirimkan penyakit pada tubuh kakakku dan mengalami penyakit serius, sampai akhirnya kedua orang tua owner tersebut tidak memberikan restu hubungan anaknya dan kak Syakira.
Itu tidak masalah bagi kak Syakira, karna bukan itu yang ia cari, kak Syakira datang dari Indonesia untuk mengadu nasib di negeri orang agar bisa menghidupi kedua anaknya. Jika bisa memilih, mungkin kak Syakira tidak ingin jauh dari keluarganya. Tapi dia bisa apa? hanya itu yang bisa dia lakukan. Dia hanya bisa pasrah pada sang kuasa.
Akhirnya kak Syakira berhenti dari pekerjaan nya, dan pindah kerja ke toko lain, Alhamdulillah tidak ada apa-apa lagi, dan dia hidup bahagia setelah bertemu dengan seorang pria dan menikahinya di sana serta menerima semua kekurangan kak Syakira, menanggung semua biaya pengobatan rutin kak Syakira yang tergolong mahal.
Setelah menikah kak Syakira pulang ke Indonesia bersama suaminya tersebut. Kami kesulitan untuk berkomunikasi dengan suami kak Syakira karna dia gak bisa berbahasa Indonesia, tapi untungnya ada kak Syakira yang menjadi translate nya.
Mendengar kabar itu, mantan suami kak Syakira menjadi panas, dan dia sudah mewanti-wanti anaknya agar selalu memberikan update kabar pada dirinya, kita semua baru tau jika kedua anak kak Syakira sering menghubungi bapaknya, aku sih gak masalah karna mereka masih ada hubungan darah, tapi yang tak habis pikir kedua anak kak Syakira malah mengadu yang tidak-tidak, sungguh sangat di sayangkan, sifat dari kedua anak kak Syakira menurun dari bapaknya, beda jauh dari ibunya.
Mereka melapor setiap kejadian apapun, kami sebagai saudara sangat menyayangi mereka, kami hanya ingin mendidik mereka supaya kelak jadi anak yang berguna, tapi apa yang kami dapatkan, mereka hanyalah benalu, apa yang kita sampaikan padanya malah dianggap seperti memarahi, sehingga iaengadu pada bapaknya.
Bapaknya ingin mengambil rumah yang dulu di buatkan dari hasil kerja kak Syakira, padahal rumah itu bukan sepenuhnya dari hasil kerja kak Syakira semua, ada uang bapakku, kak Haryoto dan uangku juga untuk perbaikan dapur. Tidak ada sepeserpun uang dari mantan suami kak Syakira.
Kak Syakira kembali lagi ke luar negeri bersama suami barunya, mereka hidup bahagia di sana.
Tapi inilah awal mula peperangan mistis di mulai.
Penyakit kak Syakira semakin serius, hingga dia harus cuci darah seminggu dua kali, tapi untungnya suami kak Syakira sangat sabar dan mau menanggung semua pengobatannya.
Pada akhir Maret 2018 kak Syakira memutuskan untuk pulang ke Indonesia, dia berniat melakukan pengobatan di Indonesia, karena dia juga tidak tega dengan suaminya yang sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk dirinya.
Kak Syakira juga ingin merayakan idul fitri di kampung halamannya, menikmati hari-hari puasa bareng keluarga, dan dia juga ingin merasakan kemeriahan idul fitri di kamlung halaman.
Begitu banyak kejanggalan yang kak Syakira alami, tapi sebelumnya adikku yang bungsu juga mengalami saki-sakitan selama satu tahun, dia tidak bisa melakukan aktifitas apapun.
Setelah banyak ikhtiar dan berdo'a, Alhamdulillah adikku sembuh dan sudah bisa melakukan aktifitasnya kembali.
Tapi kemudian di ganti oleh kak Syakira yang keadaannya mulai memburuk, banyak sekali kajadian mistis yang ia alami, kak Syakira bilang padaku, jika banyak makhluk tak kasat mata yang mengelilingi tubuhnya, ada yang menempel di punggungnya, ada juga yang membekap mulutnya dan ada juga yang berusaha mengunci tangan kak Syakira, hingga kak Syakira tak bisa bergerak sedikitpun, lantunan ayat suci aku bacakan, jujur pada saat itu akupun merasa hawa mistis yang sangat menyeruak di rumah orang tuaku, hingga aku mengatakan pada orang tuaku dan semua saudaraku agar jangan berhenti melantunkan ayat-ayat suci, makhluk kiriman itu sengaja membuat kita lengah, cukup lama kak Syakira menderita, hingga ia sembuh sebelum idul fitri, dan merayakan idul fitri bersama.
Lima hari setelah idul fitri, penyakit kakakku kambuh, hingga ia menghembuskan nafas terakhir di dalam mobil saat ingin menuju rumah sakit, ia meninggal di pangkuan kak Rohaina, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya kak Syakira berpesan, "Aku titip kedua anakku yah, tolong jaga mereka dan didik mereka dengan baik." setelah itu ia tersenyum dan menghembuskan nafas terakhir.
Tidur dengan damai, tidur untuk selamanya, dan tidak merasakan sakit lagi, itulah akhir penderitaan kak Syakira.
Waktu terus berjalan, tetapi setelah kepergian kak Syakira, kedua anaknya malah menjadi berandalan, dan sering mabuk-mabukkan serta mengkonsumsi obat terlarang. Kita sebagai keluarga yang mereka punya berusaha untuk menasehati mereka, tapi mereka malah melawan dan mengadu pada bapaknya.
Tahun berikutnya, kakakku yang bernama Daryanti mengalami sakit yang sulit untuk di percaya, padahal sebelumnya dia sangat sehat, dan hampir tidak pernah mengalami sakit, tapi entah kenapa kali ini dia pun mengalami sakit yang cukup parah.
Sudah berbagai macam cara pengobatan di jalani, dari mulai terapi, pengobatan tradisional serta bolak balik rumah sakit di jalani kak Daryanti, hingga tubuhnya mulai kurus. Dia sering bilang juga banyak makhluk astral yang menampakkan wujudnya, tapi hanya dia saja yang bisa melihatnya, akupun tak bisa melihat apapun.
Hingga pada 24 Maret 2019 kak Daryanti menghembuskan nafas terakhirnya, dengan meninggalkan seorang putri serta suaminya. Putrinya masih kecil masih kelas 3 sd.
Sebelum di makamkan kak Daryanti mendatangi seorang pelayat yang memang memiliki indra ke enam. Beliau berpesan.
"Tolong sampaikan pada kedua orang tuaku titip Alisia yah,"
Orang itu hanya menjawab anggukan saja, tapi mata batinnya berbicara,
"Iya, pergilah dengan tenang, insya ALLAH anakmu kelak akan menjadi anak yang sholehah." ucap sang pelayat tersebut.
Selepas kepergian kak Daryanti, orang tua ku mendapat saran dari tetangga yang mempunyai kenalan dukun, akhirnya si dukun itu datang ke rumah ku dan kami pun mengetahui jika kedua saudaraku meninggal karna setan yang di kirim oleh mantan suami almarhumah kak Syakira.
Selepas itu, hidup kami kembali damai, tidak ada gangguan mistis atau apapun, tapi semua itu hanya berjalan sebentar, hari berganti hari bulan berganti bulan tahun pun berganti, pada tahun 2020, kakakku yang bernama Samudra sering kali sakit-sakitan, sering bolak balik juga ke rumah sakit, entah apa pemicunya para medis hanya bilang bahwa kak Samudra mengalami sakit komplikasi, tapi yang di rasakan oleh kak Samudra adalah, dia sering sekali mengalami rasa sakit yang begitu hebat di dadanya, jantungnya juga sering sekali berdetak kencang seperti laju kereta.
Kami semua tidak bisa banyak berbuat apa-apa, hingga pada saat itu aku, anak almh kak Syakira menetap di rumah orang tuaku bersama anak dan suaminya, dia sudah menikah dan mempunya seorang putra yang berumur satu tahun, tapi kehidupannya masihbsering mengkonsumsi obat-obatan terlarang, hingga saat itu anaknya mengalami kejang, matanya mendelik seperti mau keluar, nangisnya pun tidak meneluarkan suara, makanya ibu ku menasehati ponakan ku, agar tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, tapi ponakanku tak terima dan mengatai ibu ku dengan kata-kata binatang, adik lelaki ku yang bernama Nando mendengar semua perkataan ponakanku, hingga dia marah dan ingin menghajar ponakan ku tersebut, aku yang saat itu berada di dalam kamar sedang memainkan ponsel segera keluar, karna keadaan nya pun sudah mulai ricuh, Nando sudah memegang parang, dan berancang-ancang mengejar ponakanku.
Melihat semua itu aku segera melerai dan menghadang Nando agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, hingga kak Samudra yang mendengar keributan yang pada saat itu sedang sakit dan berada di rumah kak Rohaina, dia usahakan berjalan dan menghampiri kami.
Sekilas dia mendengar pertengkaran kami, dan dia pun mengancam pada ponakanku.
"Jangan macam-macam, kamu di besarkan oleh kedua orang tuaku, harusnya kamu gak ngomong kasar dengan kedua orang tuaku, mereka mendidik kamu supaya kamu berada di jalan yang benar. Jika macam-macam akan aku bunuh kau."
Aku pun menghalangi kak Samudra, walau aku tau dia sedang sakit, dan dia pun tak punya tenaga untuk melawan, berjalan saja dengan tertatih, apalagi untuk membunuh, itu semua hanya ancaman belaka, yang tidak akan terjadi, karna aku paham semua sifat saudara-saudaraku.
Tapi ponakanku beranggapan lain, dia pergi meninggalkan rumah dengan penh rasa dendam, dia menelpon bapaknya dan mengadu yang di lebih-lebihkan, hingga bapaknya mengirimkan pesan melalui sosial media.
"Kamu ingin membunuh anakku, apa kamu sudah siap?" itu pesan yang masuk di medsos milik kak Samudra.
Kami sih gak takut, karna kami masih memiliki ALLAH yang maha mengetahui.
Selepas kejadian itu, banyak sekali gangguan mistis yang dialami kak Samudra, kami sudah ikhtiar kemana-mana, hingga ada tetangga yang menyarankan untuk datang ke pesantren yang terletak di arah selatan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, para santri dan ketua mendatangi rumah orang tuaku, dan benar saja banyak setan dengan berbagai wujud mengganggu kak Samudra, sumpah demi apapun, aku sangat kasian sekali dengan kak Samudra saat itu.
Penangkal yang dulu di letakkan oleh dukun ternyata hanya akan mengundang para setan jahat datang ke rumah itu, hingga penangkal itu kalah dan meledak menjadi gosong, kita salah, harusnya dulu jangan minta tolongnsama dukun, tapi harusnya minta tolong dengan ustad dan para kiyai, begitu bodohnya kita, jadi percaya aja sama dukun hingga harus membayar tinggi dukun tersebut.
Tapi semua terlanjur, kak Samudra sudah tidak bisa melawan dan kita semua hanya pasrah menyerahkan takdir pada sang kuasa.
Kak Samudra banyak mengalami gangguan mistis, ada banyak setan yang mengganggu nya, ada yang memecuti tubuhnya, mencekik lehernya, membungkam mulutnya, hingga dia tidak bisa berkata apapun dan tak bisa menelan air seteguk pun, begitu menderitanya kak Samudra kala itu.
Hingga ajal menjemput dia pada 11 Juni 2021, banyak bekas seperti aniaya di tubuhnya, bekas merah melingkar di lehernya, bekas seperti sabetan membekas merah di pinggang dan pinggul nya, begitu janggal kematian kak Samudra, tapi bagusnya dia meninggal di hari jum'at pukul 06.50 pagi. sebelum jum'atan beliau sudah selesai di makamkan.
Malam harinya hujan syahdu mengguyur desaku, suasananya begitu tenang, tanpa adanya petir maupun guntur, sekian lama tak ada hujan akhirnya hujan juga, tenang banget suasananya.
Selepas itu keluargaku menyerahkan rumah itu pada ponakan ku, karna kami pun tidak ingin berurusan lagi dengan gangguan tersebut, dan menurut kiyai yang menangani keluargaku target selanjutnya adalah Nando, makanya ibu ku segera menjual rumah itu dan memberikan uangnya pada ponakan ku, uang itu di bagi 3 karna memang dalam rumah itu ada uang kami.
Semoga saja selepas kejadian ini tidak ada lagi gangguan mistis yang menimpa keluargaku.
Semoga kami semua selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Aminnn
end...
*****
Cerita ini diambil dari nara sumber terpercaya, ini adalah kisah nyata yang dia bagikan.
Terima kasih. 🙏