Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil anaknya.
"Hah... ini bohongkan ? Siapapun tolong katakan padaku kalau ini cuma mimpi !"
Di kamar mandi aku menangis setelah mengetahui kebenaran ini.
"Hiks... hiks..."
Aku melihat hp. Semua orang terlihat senang merayakan pernikahan mantan pacarku. Sedangkan hanya aku yang menangis sendirian dikamar mandi.
"Ini tidak adil. Seharusnya aku yang berada disana".
Aku langsung bergegas untuk pergi ke tempat pesta pernikahan mantanku.
Saat aku sampai disana. Aku melihat teman-teman ku sedang bergembira termasuk juga mantanku dan pasangannya yang baru saja menikah. Mereka semua sedang menikmati pesta dengan lagu yang memenuhi tempat itu.
"Rosa aku kira kamu tidak akan datang kesini".
""Yah aku menyempatkan datang karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Arlo".
"Oh kamu pasti ingin mengucapkan selamatkan kepadanya. Sebentar ya biar aku panggil si Arlo".
Orang yang tadi adalah teman baikku yang bernama Tata. Kami sudah menjalin pertemanan semenjak kelas satu SMA.
"Hai Rosa kudengar dari Tata kamu ingin berbicara denganku. Aku sempat sedih saat kamu bilang tidak sempat datang ke acara pernikahanku. Tapi ternyata kamu datang juga, aku sangat senang saat melihatmu disini. Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku ?"
"Um... ikut aku sebentar".
Aku menarik Arlo ketempat yang tidak ada orangnya.
"Arlo ada yang ingin aku bicarakan denganmu".
"Umh.. ya apa itu ?"
Aku menarik nafas dalam-dalam.
"Sebenarnya aku hamil, dan janin yang ada di perutku ini adalah anakmu".
Aku melihat wajah Arlo yang terlihat tenang, langsung berubah menjadi terkejut setelah mendengar apa yang aku katakan.
"Apa ? Kau pasti bohongkan. Bisa saja itu anakmu dengan orang lain !"
"Tidak ! Anak ini benar-benar anakmu. Aku tidak pernah melakukannya dengan orang lain selain denganmu".
Aku mencoba menyakitkannya kalau janin yang ada di perutku memang benar adalah anaknya.
"Bagaimana bisa ? Aku selalu memakai pengaman saat melakukannya denganmu. Bagaimana mungkin itu anakku. Kau pasti berbohong !"
"Tidak Arlo ! Ini benar-benar anakmu tolong percayalah !"
"Tidak tidak mungkin. Kau harus menggugurkan anak itu !"
"Apa ? Apa yang kamu katakan tadi ?"
"Aku ingin kamu menggugurkan anak yang ada di dalam kandunganmu ! Aku tidak ingin kebahagiaanku ini hancur hanya karena anak yang ada di perutmu".
"Apa ? Bagaimana bisa kamu tega mengatakan itu. Aku tidak ingin menggugurkan anak ini. Ini adalah anakku, darah dagingku. Bagaimana bisa aku tega menggugurkannya".
"Kalau kamu tidak ingin menggugurkannya maka aku sendiri yang akan menggugurkan anak itu !"
Aku ditarik menuju ke ruangan bawah tanah. Di ruangan itu aku dikurung oleh Arlo sendiri.
"Diamlah disini sampai aku datang kembali !"
Setelah itu Arlo menutup pintu dan menguncinya.
"Arlo ! Arlo ! Buka pintunya !"
Seberapa keraspun aku berteriak tidak ada jawaban darinya. Aku menangis sendirian di ruangan yang gelap dan dingin. Aku menyesal karena dulu telah mencintainya.
Tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu. Muncul seorang pria misterius yang datang menolong.
Pria itu langsung memegang tanganku untuk membawaku keluar dari tempat ini.
Sesampainya di jalan ia lalu melepaskan tanganku.
"Tuan anda siapa ? Kenapa anda menolongku ?"
"Kamu tidak perlu tahu. Yang lebih penting adalah kamu harus segera lari dari sini Dengan sifat Arlo yang seperti itu dia pasti akan tetap mengejarmu".
"Tapi tuan aku harus lari kemana ?"
"Lebih baik kamu ke luar negri. Apakah ada teman atau kerabat yang kamu kenal diluar sana ?"
"Ada, aku punya teman yang ada di Singapura".
"Bagus kalau begitu aku akan mengutus pengawalku untuk mengawalmu sampai ke bandara. Aku akan mengurus penerbanganmu menuju Singapura".
Pria itu segera memanggil pengawalnya untuk datang kesini. Saat pengawal sudah sampai dia segera membukakan pintu mobil untuk mengantarku ke bandara.
"Cepatlah waktu kita tidak banyak !"
Aku segera memasuki mobil itu. Setelah masuk sang pengawal kemudian langsung menjalankan mobilnya.
'Tuan siapapun anda aku berjanji akan membalas kebaikan yang telah anda berikan kepadaku'.
Pada malam itu aku membuat janji untuk membalas kebaikan tuan yang telah menyelamatkanku.
'Anakku meskipun ayahmu tidak menginginkanmu datang ke dunia ini, tapi ibu akan menjagamu dan akan selalu menyayangimu'.