Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil.
Inilah aku aku sadari ketika aku sendirian di rumah besar ini.
Sungguh kesepian rasanya. Mantan pacarku bersenang-senang dengan istri barunya, sedangkan aku sendirian di rumah ini. Tidak ada orang yang menjagaku dalam kondisi seperti ini. Sungguh perasaan yang kesepian….
<>
Esok harinya, aku memutuskan untuk menemui mantan pacarku. Rumahnya tidak jauh, tepat berada di depan rumahku ini.
"Permisi!" teriakku memanggil.
"Iya, ada apa?" Seorang wanita langsung membukakan pintu untukku.
Aku sudah bisa menebak bila dia adalah istri baru dari mantan pacarku. Wanita ini memang sedikit lebih cantik dari diriku, tapi dia sangat kejam untuk meninggalkanku untuk wanita lain.
"Apakah suamimu ada?" tanyaku.
"Dia, ya? Dia sedang pergi. Palingan sebentar lagi akan kembali," jawabnya.
Tak lama setelahnya, tepat ketika dia menjelaskan itu, tiba-tiba suara pria yang sangat familiar bagiku karena tak lain pagi dia adalah mantan pacarku datang menyapa dari belakang.
"Yo, met pagi. Beberapa hari ini tidak ketemuan. Ada urusan apa?" tanya pria itu dengan suara ramah tanpa rasa bersalah.
"Aku mau bilang, kalau aku hamil, Mas!" teriakku padanya.
"Em…." Dia memikirkan sesuatu. Sesuatu balasan untuk kata-kataku tadi. "Ya, bagus. Ada masalah apa memangnya?"
"Kamu tidak ingin merawatku selama aku hamil?"
"Kenapa pula aku melakukannya? Aku memang mantan pacarmu, tapi kita sudah putus 3 tahun yang lalu. Kami sendiri itu sudah menikah dengan laki-laki lain, 'kan? Lalu itu anak dari pria itu. Aku sama sekali tidak bisa menemukan keterlibatanku di sini, sih."
"Ya-Yah, kau tahu, 'kan? Suamiku sedang ada bisnis ke luar kota, dia berangkat malam tadi, jadi aku sendirian. Aku ingin kamu merawatku selama beberapa waktu."
"Aki, sih, tidak masalah jika merawatmu sebagai teman dan tetangga yang baik. Tapi…, bukan berarti kamu harus mendatangi rumahku seakan aku harus bertanggung jawab jawab dalam hal ini."