Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil. Seketika tanganku bergetar memegang sebuah testpact yang ku beli sore tadi.
Garis 2? Ohh Tuhan apa yang harus aku lakukan!
Aku bingung, takut, sedih, menyesal, semuanya campur aduk.
Aku harus bagaimana? anak ini tidak bersalah tapi aku tidak mungkin melahirkan tanpa suami, pasalnya ayah bayi ini akan menikah dengan perempuan lain beberapa jam lagi.
Apa yang aku lakukan? kenapa aku seceroboh ini!
Aku benar-benar bingung, aku hanya bisa menangis dan merutuki diri ku sendiri.
Namun aku tambah tidak tahan saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.00 itu artinya 2 jam lagi ayah dari bayi ini akan menjadi suami perempuan lain.
Apa aku harus memberitahunya? Tapi....
1 bulan yang lalu.
**Flashback.
"Apa?" Teriak ku kepada Jimmy, aku benar-benar terkejut dengan perkataan yang baru saja dia ucapkan.
"Ka-kamu akan menikah dengan perempuan lain?"
"Aku terpaksa Sal, aku tidak bisa menolak perjodohan ini" Kata Jimmy sambil menatapku dengan sendu.
"Kenapa? kenapa tidak bisa" Lanjut ku dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu tau sendiri kan kalau aku tidak pernah bisa menolak permintaan orang tua ku" Balas Jimmy.
"Hanya itu?" Tanya ku tak habis pikir.
Jimmy hanya mengangguk.
"Brengshake kamu Jim, kamu tau kan gimana pengorbanan aku selama ini buat kamu? setelah semua yang aku berikan! dan sekarang dengan teganya kamu bilang kamu ingin menikahi perempuan lain? kamu punyak otak gak sih!" Bentak ku sambil berurai air mata.
"Aku tau dan aku minta maaf" Balas Jimmy sendu.
"Maaf?" Aku menatap nya geram.
"Apa cukup hanya dengan kata maaf?" Lanjut ku.
Jimmy menggeleng.
"Memang tidak cukup Sal, tapi aku benar-benar tidak bisa melanjutkan hubungan kita" Tambah Jimmy.
"Aku gak mau!" Balas ku.
"Maaf Sal, tapi mulai sekarang kita udah gak punya hubungan apa-apa lagi, tolong kedepannya kamu gak usah hubungi aku lagi" Ucap Jimmy tanpa perasaan.
"Semudah itu kamu ngomong Jim!" Balas ku.
"Maaf tapi aku harus pergi" Timpal Jimmy.
Jimmy pun langsung pergi meninggalkan ku yang mematung tak percaya sambil beruraikan air mata.
"Hiksss.... apa hubungan yang sudah bertahun-tahun aku jaga ini harus berakhir dengan cara seperti ini?" Ucap ku lirih.
**Back to.
"Aku harus pergi, aku gak boleh berdiam diri disini, aku harus mendapatkan keadilan untuk anak ini! karena dia juga berhak melihat dunia!" Ucap ku dengan tegas.
Aku langsung lari menuju Garasi.
Tidak ingin semuanya terlambat, aku pun mengendarai mobil ku dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama, 30 menit kemudian aku pun sampai di tempat akan dilangsungkan acara pernikahan mereka.
Tanpa berpikir panjang aku langsung berlari menuju kamar dimana pengantin pria berada.
Brukk!
Aku membuka pintu dengan sangat keras, itu pun membuat mantan pacarku terkejut.
"Salsa?" Ucapnya sambil mengernyitkan dahi.
"Iya aku Salsa, kenapa? kaget?" Balas ku.
"Kamu ngapain kesini?" Tanya nya panik.
"Nih liat sendiri" Aku pun memberikan testpact garis 2 itu kepadanya.
"Kamu hamil?" Tanya nya dengan wajah panik.
"Iya dan kamu harus tanggung jawab" Balas ku.
"Kamu gila ya! ini malam pernikahan ku, mana mungkin aku bisa bertanggung jawab" Ucapnya sambil mencengkeram kuat kedua bahu ku.
"Lalu bagaimana dengan anak ini?" Tanya ku sambil menatapnya tajam.
"Gugurkan!"
/Plakk!
Aku tidak tau kenapa, tapi saat kata itu keluar dari mulut Jimmy hatiku sangat sakit sehingga aku menamparnya.
"Kamu gila!" bentak ku.
"Kamu yang gila, kalau kamu ingin membesarkan anak itu sendiri silahkan saja! aku tidak akan pernah bertanggung jawab" Ucap nya.
Aku hanya terdiam mematung mendengar kata-katanya, air mataku terus mengalir.
Betapa bodohnya aku, kenapa aku bisa memberikan hal paling berharga milikku kepadanya.
Entah mendapat keberanian darimana, dengan tangan gemetar aku meraih gunting yang ada di meja rias.
/Setttt.
Darah segar pun mengalir dari perut Jimmy, ya aku menusuknya dengan gunting tersebut.
"Kamu tidak mau bertanggung jawab terhadap ku, jangan mimpi untuk bisa menikahi wanita lain dan bertanggung jawab atasnya!" Ucap ku sambil menusuk lebih dalam.
"Arggghhh! hentikan Sal, kamu benar-benar sudah gila" Rintih nya kesakitan.
"Aku memang gila! dan aku tidak akan menggugurkan bayi ini, dia tidak salah apa-apa, dia juga berhak melihat dunia! sedangkan kamu sudah terlalu lama melihat dunia, jadi lebih baik kamu mati saja! karena dunia juga sudah tidak sudi menampung manusia seperti kamu!" Ucapku sambil menusuk lebih dalam.
"Uhukkk!" Darah segar pun mengalir dari mulutnya.
/Brukkk!
Jimmy pun terjatuh ke lantai, sayang sekali malam pernikahan yang seharusnya megah dan meriah harus jadi malam yang kelam bersimbah darah.
Aku pun langsung pergi dari ruangan itu, entah Jimmy masih hidup atau tidak aku tidak peduli, yang jelas aku sedikit lega karena dia tidak jadi menikah malam itu.
Untuk bayi ini, Ibu akan menjagamu sampai kamu bisa melihat dunia.
Ibu tidak akan melimpahkan kesalahan yang Ibu buat kepadamu, Ibu akan membesarkan mu walaupun tanpa sosok seorang Ayah.
Untuk Jimmy kalau kamu masih hidup, aku akan selalu jadi mimpi buruk untuk mu!
End.