Pagi hari di Hotel Garnet,semua jurnalis meliput sebuah kalung legendaris yang di bawa dari Jerman kalung itu bernama "Weißer Schwan Juwel".sementara itu di kantor aku menonton liputan di televisi bersama adikku yang sedang menyiapkan hidangan.
"hm..apa kakak akan pergi kepameran nanti sore?,,aku ikut boleh kan😊"tanya Yuki
"tidak,aku sudah diajak Rai untuk pergi bersama😌"jawab Nara sambil makan
"hah..baiklah😔"kata Yuki yang kecewa dan melanjukan makan
Sore hari aku bertemu dengan Rai Furuya,dia adalah seorang karateka sekaligus kapten klub karate internasional.kami sudah bersama sejak kecil sampai lulus SMA,tapi kami tetap berhubungan walau jarak kami sangat jauh.
"kenapa permata itu dinamai Aquamarine,padahal itu lebih mirip permata Safir?"tanya Rai sambil melihat kalung
"itu karena-"sebelum aku selesai bicara,tiba-tiba seorang pria berlari menghampiriku dan memintaku untuk ikut denganya pergi ke Hotel Gernet.
Tak lama kemudian kami sampai di Hotel Garnet,ternyata orang yang memangilku untuk datang adalah tuan Zen,dia seorang konglomerat.
"maaf,jika saya menganggu kalian berkencan.."kata tuan Zen
"eh..bu-bukan,kami hanya teman saja😅"saut Nara yang terlihat gugup
"tapi kenapa tuan memangil Ai?"tanya Rai,sebenarnya(Ai)adalah pangilan kusus yang dibuat Rai.dia mengambil huruf (A) dari nama "Nara"sedangkan huruf (i) diambil dari "Minori".
Lalu tuan Zen menunjukan sebuah surat,aku pun membuka surat tersebut.tak disangka surat itu adalah surat ancaman yang berisi (aku akan mengambil Weißer Schwan Juwel).
"kapan surat ini datang?"tanya Nara
"surat ini datang setelah liputan pagi tadi.."jawab tuan Zen,tiba-tiba suara Evakuasi darurat terdengar dan semua orang berlarian.lalu kami pergi ke ruang Operator sementara tuan Zen sudah pergi menuruni tangga darurat.
"apa yang terjadi?"tanya Nara kepada salah satu staf
"aku menerima pesan dai kepolisian,disini ada Bom,jadi kalian juga harus pergi"staf itu langsung pergi.Rai menarik tanganku dan berlari menuju tangga darurat,tapi ditengah jalan ledakan terjadi.Rai manarik tubuhku agar tidak terkena kobaran api
"kau tak papa,Ai?"tanya Rai dan aku mengangukan kepalaku.lalu kami lanjut berlari menuruni tangga darurat,tetapi lantai yang ada dibawah telah terbakar dan tidak ada jalan keluar.
Kami pun pergi keatap gedung.saat kami sampai diatas ledakan terjadi lagi,kami terlempar dan lengan kiriku terluka.untung saja Rai menemukan tali,dia mengikat disalah satu tiang dan kami pun turun bersama.tak disangka tali itu hampir terputus
"Rai talinya akan putus!!"kataku
"Ai,jangan lepaskan tanganmu dariku..."suara Rai yang begitu tangguh membuatku tenang.tali pun terputus dan kami terjatuh,tapi Rai melindungiku dengan tubuhnya.setelah itu tim medis menghampiri kami dan menbalut lukaku.sedangkan Rai,dia tidak kunjung bangun jadi Rai dibawa kerumah sakit.hal ini membuatku gemas akan sang pelaku,Tak lama kemudian Inspektur Isamu datang.
"syukurlah kau tak papa,ada hal yang inggin aku bicarakan.."kata Inspektur Isamu
***
Inspektur menunjukan surat ancaman peledakan kepadaku.
"Inspektur,,aku mencium bau permen kapas disurat ancaman ini..."kataku yang terus mencium bau disurat itu,tiba-tiba Inspektur memukul meja
"itu artinya!!!,sang pelaku menulisnya di taman hiburan?😧"kata Inspektur,aku hanya bisa terdiam.lalu sebuah Alibi muncul dikepalaku
"Inspektur,,aku sudah tau siapa pelakunya😏"kata Nara
Malam harinya pameran tetap diadakan di taman hiburan dekat tembat ledakan,aku menyamar menjadi putri dari pak Zen.saat aku selesai berpidato,tiba-tiba ada orang bertopeng mengacungkan pistol ke padaku dan berkata.
"jangan bergerak,jika inggin gadis ini hidup!!!!"lalu aku menggenggam tanggan pelaku yang membawa pistol dan mengarahkanya ke atas setelah itu aku memuntir tanganya.lalu aku mendekati tubuh pelaku dan membuka topengnya,tak disangka pelakunya adalah pengawal tuan Zen,pak Goro
"Goro,kenapa kau melakukan ini?😥"kata tuan Zen yang kebingungan
"ini semuah salah putrimu!!!,,dia membunuh putraku!!,,aku tak menyangka dia mengambil pistolku.."kata pak Goro
"hah..itu karena aku bukan lah putrinya.melainkan seorang Detective Swasta,,Nara Minori"kataku sambil membongkar penyamaran dan semua orang yang melihat pameran adalah anggota polisi.
Kemudian putri tuan Zen menghampiri pak Goro dan menjelaskan semua kejadian yg sebenarnya,setelah mendengarnya pak Goro menangis.
***
Dirumah Sakit
"pelaku inggin balas dendam atas insiden kebakaraan tahun lalu di jerman,tetapi dari cerita sebenarnya adalah putra pak Goro mencoba mencuri kalung itu,tapi dia malah membuat kebakaran dan dia masih keras kepala walau sudah diselamatkan putri tuan Zen"kataku sambil meminum teh.
"lalu kenapa kalung itu dinamai Weißer Schwan Juwel?"tanya Rai lalu aku menjawab
"dalam bahasa jerman Weißer Schwan Juwel yg artinya permata angsa putih,dan permata itu ditemukan didanau angsa.batu itu terlihat seperti safir tapi jika kau melihat dibawa sinar bulan maka akan menjadi batu Aquamarine"aku berhenti sejenak
"maaf,karenaku kamu terluka.."kataku lalu Rai menjitak dahiku dan berkata
"dasar payah,aku melakukanya karena kemauan hatiku.lagi pula hari ini aku boleh pulang,,dan seharusnya aku yang minta maaf,,karena aku akan meningalkamu lagi..."raut wajah Rai nampak sedih tapi aku tak inggin dia sedih
"tak masalah kamu akan pergi sejauh apapun,,aku akan menunggumu sepenuh hati sampai kamu kembali.."
....The End...
"...Hamparan Bunga Matahari Yang Indah..."