Gadis berusia 15 tahun bernama Afna tengah berjalan seorang diri dengan menenteng tas sekolahnya. Ia berjalan dengan pandangan kebawah menatap langkah kakinya yang bergantian itu. Sembari melompat gadis itu berdendang menyusuri jalan pulang.
Tidak jauh dari posisi Afna, terdengar suara bus yang baru saja berhenti. Gadis itu melihat ke arah bus tersebut. Beberapa orang tampak keluar dari tranpsortasi umum itu dengan bermacam golongan usia. Seorang anak kecil turun bersama orang tuanya dengan tergesa-gesa hingga menjatuhkan sebuah boneka yang dimilikinya. Karena sang orang tua yang tampak ingin bergegas cepat, membuat anak kecil itu tidak bisa mengambil kembali bonekanya. Afna melihat ekspresi anak itu yang menunjukkan wajah sedih tanpa bisa bersuara. Bus yang sebelumnya berhenti, sudah mulai bergerak pergi dari halte.
Afna melangkah ke arah boneka yang ada di sudut jalan itu. Kemudian memandang boneka tersebut. Boneka yang dipegang oleh Afna seperti berbicara padanya.
"Kembalikan aku."
Itu kalimat yang terbayang yang menurut Afna adalah ucapan dari si boneka tersebut.
Lantas karena perkataan itu, membuat Afna bergegas mengejar si pemilik boneka tadi.
Jarak antara Afna sangat jauh dengan sang pemilik. Sehingga membuat gadis itu harus berlari melewati kerumunan orang banyak.
Trotoar yang dipenuhi pejalan kaki ini membuat Afna mengalami kesulitan dalam mencapai posisi si pemilik. Sesekali ia menyenggol orang-orang yang ada didekatnya. Saat hampir sampai, Afna malah terjatuh.
Coba bangkit dan lanjut bergerak. Kali ini geraknya tidak leluasa. Karena terdapat luka pada bagian kakinya. Gadis itu melangkah mendekati si pemilik yang mau masuk kedalam sebuah gedung.
"Aku harus bisa mencapainya."
Tangan yang sudah dekat itu ternyata gagal meraih. Sebab terhalang oleh petugas keamanan yang menjaga pintu masuk dari gedung itu. Sang petugas melarang Afna untuk masuk ke dalam gedung dan menyuruhnya untuk pergi. Karena tidak bisa berbuat banyak, gadis itu pun hanya bisa pasrah.
Berjalan agak menjauh dari pintu gedung. Afna melihat boneka yang berada ditangannya.
"Aku ingin kembali."
Afna mendengar suara dari boneka itu. Kemudian gadis itu coba membalas.
"Tapi dia sudah masuk ke dalam gedung itu. Aku tidak bisa mengembalikanmu."
Seketika Afna mendengar bisikan dan menyadari bahwa beberapa orang disekitarnya memperhatikan dirinya yang tengah berbicara dengan boneka itu.
Afna pun langsung berjalan ke pinggir dan bersandar disebuah dinding yang tidak jauh dari lokasi gedung tujuannya.
"Tunggulah sampai mereka datang."
Mendengar perkataan itu, Afna pun langsung menurutinya.
Seiring menunggu sang pemilik keluar dari gedung, Afna coba berbicara dengan si boneka yang dipegangnya saat ini. Dengan suara sedikit rendah agar tidak didengar orang-orang.
Afna menyampaikan beberapa pertanyaan dasar akan rasa penasarannya.
"Apa kamu sunggu bisa berbicara? Bagaimana bisa? Dan kamu mengerti apa yang aku katakan ini?"
"Tentu saja aku mengerti." balas sang boneka.
Kemudian Afna bertanya lagi dan si boneka pun menjawabnya. Afna merasa yakin bahwa boneka ini benar-benar bisa berbicara. Setelah berbicara cukup panjang dengan macam-macam pertanyaan didalamnya, akhirnya sang pemilik boneka keluar dari gedung itu.
Bersama orang tuanya, anak kecil itu berjalan sambil berpegangan tangan.
"Kembalikan aku padanya." kata si boneka sembari menunjuk.
Afna melihat ke arah pintu gedung yang mana si pemilik sudah keluar dari sana.
Afna langsung bergerak mengikuti si pemilik. Dan akhirnya gadis itu berhasil mengembalikan boneka milik anak kecil tersebut.
Setelah mengembalikan boneka itu, Afna memutuskan untuk segera pulang. Saat baru melangkah, seketika ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Afna pun melihat kebawah. Rasa sakit dari luka yang ada sebelumnya, kini sudah hilang. Tiada bekas luka dan rasa sakit lagi saat ini. Gadis itu merasa heran seketika.
"Kok sudah sembuh? Bagaimana bisa?"
Afna menoleh ke arah belakang. Terlihat boneka yang dipegang anak kecil itu menatap Afna dengan wajah senang diselingi kedipan sebelah mata.
"Terima kasih atas kebaikannya." Tutup Afna.
-----SELESAI-----